Rekomendasi Saham Hari Ini 26 Januari 2026: ANTM, GTSI, HRTA, TOBA hingga HMSP

4 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Senin, (26/1/2026). IHSG hari ini akan menguji posisi 8.960-8.965. Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?

IHSG melemah 0,46% ke posisi 8.951 dan masih didominasi oleh tekanan jual, area penguatan dan koreksi pun telah tercapai.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pihaknya prediksi posisi IHSG masih berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5 sehingga IHSG masih rawan terkoreksi.

“Meskipun menguat nampaknya akan cenderung terbatas menguji rentang 8.960-8.965, tetap cermati area koreksi yang berada di 8.708-8.790,” kata Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.852,8.816 dan level resistance 9.039,9.120 pada perdagangan saham Senin pekan ini.

Sementara itu, selama sepekan ke depan, Herditya prediksi, pihaknya prediksi IHSG masih rawan melanjutkan koreksi dengan level support dan level resistance 9.075. Sentimen yang akan mempengaruhi IHSG antara lain volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Seeikat, pergerakan harga komoditas terutama emas di mana investor masih akan mencermati kondisi geopolitik global, perkembangan Amerika Serikat dan juga the Federal Reserve (the Fed) ke depan.

“Investor masih akan mencermati perkembangan MSCI dan metodologinya hingga pengaruhnya terhadap emiten yang diperkirakan masuk ke dalam konstituennya,” ujar dia.

Keempat, ia menuturkan, rilis data manufaktur China hingga data  Producer Price Index (Indeks Harga Produsen) Amerika Serikat.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance di 8.840-9.000.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT GTS International Tbk (GTSI), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).

Sedangkan dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Buy on Weakness

Saham ANTM menguat 1,66% ke 4.290 tetapi masih didominasi oleh tekanan jual yang cenderung meningkat. “Kami memperkirakan, posisi ANTM saat ini berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii],” ujar dia.

Buy on Weakness: 4.200-4.280

Target Price: 4.440, 4.580

Stoploss: below 4.200

2.PT GTS International Tbk (GTSI) - Spec Buy

Saham GTSI terkoreksi 8,87% ke 370 dan masih didominasi oleh tekanan jual, posisinya pun masih downtrend dan break moving average (MA)20. “Kami memperkirakan, posisi GTSI sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c],” ujar Herditya.

Spec Buy: 318-338

Target Price: 394, 418

Stoploss: below 294

3.PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) - Buy on Weakness

Saham HRTA menguat 0,43% ke 2.330 dan masih didominasi oleh tekanan jual dengan volume yang cenderung menurun, koreksinya pun mampu tertahan oleh MA20. Herditya menuturkan, saat ini, posisi HRTA diperkirakan berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [iii] dari wave 5.

Buy on Weakness: 2.130-2.300

Target Price: 2.490, 2.720

Stoploss: below 2.050

4.PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) - Buy on Weakness

Saham TOBA menguat 1,2% ke 840 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu berada di atas cluster MA20 dan MA60. “Kami perkirakan, posisi TOBA saat ini berada pada bagian dari wave (b) dari wave [a] dari wave B,” ujar dia.

Buy on Weakness: 745-795

Target Price: 925, 1.040

Stoploss: below 710

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 23 Januari 2026

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Jumat (23/1/2026) sore. Tekanan pasar muncul seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap rencana perubahan metodologi perhitungan free float oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

IHSG ditutup turun 41,16 poin atau 0,46 persen ke posisi 8.951,00. Sejalan dengan itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan ikut melemah 1,51 poin atau 0,17 persen ke level 873,59.

Tim Riset Phintraco Sekuritas menilai pelemahan IHSG dipicu oleh sikap wait and see pelaku pasar terhadap kebijakan MSCI yang berpotensi memicu tekanan jual dari investor asing.

“Pelemahan IHSG antara lain dipicu oleh antisipasi penerapan metodologi MSCI untuk penghitungan free float saham-saham Indonesia yang dikhawatirkan akan berdampak pada tekanan jual oleh investor asing, terutama terhadap saham-saham yang mayoritas dimiliki oleh institusi atau konglomerasi,” sebut Tim Riset Phintraco Sekuritas dikutip dari Antara.

MSCI diketahui tengah mengkaji perubahan metode penghitungan free float saham emiten Indonesia untuk kepentingan masuk dalam indeks global. Dalam prosesnya, MSCI mengusulkan penggunaan Monthly Holding Composition Report dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai tambahan referensi.

Masukan publik atas rencana tersebut telah ditutup pada 31 Desember 2025. Hasil konsultasi dijadwalkan diumumkan sebelum 30 Januari 2026, dan jika disetujui, perubahan metodologi akan mulai berlaku pada review indeks MSCI Mei 2026.

Krusial bagi Emiten Indonesia

Rencana perubahan metodologi free float MSCI dinilai krusial bagi emiten-emiten di pasar modal Indonesia yang menargetkan masuk ke dalam indeks global. Selama ini, Bursa Efek Indonesia hanya menerima laporan kepemilikan saham di atas 5 persen, sementara data KSEI mencakup pemegang saham di bawah angka tersebut.

Dengan basis data yang lebih rinci, struktur kepemilikan publik saham emiten dapat terlihat lebih jelas. Namun di sisi lain, hal ini juga memunculkan kekhawatiran adanya penyesuaian bobot saham tertentu dalam indeks MSCI yang berpotensi memicu arus keluar dana asing.

Dari sisi global, sentimen pasar Asia cenderung positif. Bursa saham kawasan Asia ditutup menguat seiring keputusan Bank of Japan (BoJ) yang mempertahankan suku bunga acuannya di level 0,75 persen, menjelang Pemilihan Umum Jepang pada 8 Februari 2026.

Sejalan dengan keputusan tersebut, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 40 tahun turun 4 basis poin ke level 3,953 persen, meskipun obligasi dengan tenor lebih pendek justru mengalami kenaikan.

Namun sentimen positif dari Asia belum cukup kuat untuk mengangkat IHSG. Sejak pembukaan perdagangan, indeks bergerak di zona merah dan bertahan melemah hingga penutupan sesi kedua.

Sektor Saham

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, hanya dua sektor yang mampu mencatatkan penguatan. Sektor kesehatan memimpin dengan kenaikan 0,83 persen, disusul sektor infrastruktur yang naik 0,12 persen.

Sebaliknya, sembilan sektor lainnya ditutup melemah. Sektor transportasi dan logistik mencatat penurunan terdalam sebesar 2,23 persen, diikuti sektor barang konsumen non primer dan industri yang masing-masing terkoreksi 2,17 persen dan 1,57 persen.

Saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar antara lain RMKO, BAIK, LPCK, TOOL, dan JAST. Sementara saham yang mengalami penurunan paling dalam yakni PTRO, ZATA, DAAZ, MPPA, dan MAHA.

Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 3,32 juta kali. Volume perdagangan saham mencapai 64,15 miliar lembar dengan nilai transaksi sebesar Rp32,04 triliun. Sebanyak 191 saham menguat, 495 saham melemah, dan 118 saham stagnan.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |