Rekomendasi Saham Hari Ini 24 Desember 2025: MBMA, MDKA, SMBR, TINS

3 months ago 73

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi rawan koreksi pada perdagangan saham Rabu, (24/12/2025). IHSG hari ini akan menguji posisi 8.464-8.560. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG merosot 0,71% ke posisi 8.584 dan disertai dengan munculnya tekanan jual pada perdagangan saham Selasa, 23 Desember 2025.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, saat ini IHSG berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5 pada label hitam, sehingga selanjutnya IHSG rawan koreksi dahulu untuk menguji 8.464-8.560. Hal ini sekaligus menutup area gap tipisnya.

"Namun,  worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (1) dan akan terkoreksi cukup dalam ke area 8.000-an, ujar Herditya dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.553,8.493 dan level resistance 8.714,8.821 pada perdagangan saham Rabu, 24 Desember 2025.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), dan PT Timah Tbk (TINS).

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) - Buy on Weakness

Saham MBMA menguat 3,70% ke 560 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. Herditya menuturkan, saat ini, posisi MBMA diperkirakan berada pada bagian awal dari wave (b) dari wave [b].

Buy on Weakness: 540-560

Target Price: 610, 640

Stoploss: below 525

2.PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) - Spec Buy

Saham MDKA terkoreksi 1,33% ke 2.230 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun belum mampu break MA20.

“Selama masih mampu berada di atas 2.160 sebagai stoplossnya, posisi MDKA diperkirakan sedang berada di awal wave [i] dari wave C,” kata Herditya.

Spec Buy: 2.190-2.230

Target Price: 2.420, 2.580

Stoploss: below 2.160

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) - Spec Buy

Saham SMBR terkoreksi 0,70% ke 284 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Selama masih mampu berada di atas 280 sebagai stoplossnya, maka posisi SMBR diperkirakan sedang berada pada bagian awal dari wave [b] dari wave 2.

Spec Buy: 282-284

Target Price: 296, 304

Stoploss: below 280

4.PT Timah Tbk (TINS) - Buy on Weakness

Saham TINS terkoreksi 2,67% ke 3.280 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, tetapi koreksinya masih mampu tertahan oleh MA20.

“Kami memperkirakan, posisi TINS saat ini berada pada bagian dari wave [b] dari wave 4,” kata dia.

Buy on Weakness: 3.230-3.270

Target Price: 3.410, 3.530

Stoploss: below 3.180

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 23 Desember 2025

 Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan saham Selasa, (23/12/2025). IHSG hari ini meninggalkan posisi 8.600 di tengah mayoritas sektor saham yang memerah.Sektor saham properti memimpin pelemahan.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup merosot 0,71% ke posisi 8.584,78. Indeks saham LQ45 susut 1,25% ke posisi 848,95. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.667,73 dan level terendah 8.566,99. Sebanyak 373 saham melemah sehingga menekan IHSG. 275 saham menguat dan 175 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.764.128 kali dengan volume perdagangan 41,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 25,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.772.

Dari 11 sektor saham melemah, empat sektor saham menghijau. Sektor saham industri bertambah 2,58% dan sektor saham consumer siklikal menanjak 2,26%. Selain itu, sektor saham teknologi bertambah 0,43% dan sektor saham infrastruktur menguat 0,09%.

Sektor Saham

Sementara itu, sektor saham properti merosot 1,24%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi terpangkas 0,81%, sektor saham basic melemah 0,37%, sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 0,45%, sektor saham kesehatan terpangkas 0,66%. Selain itu, sektor saham keuangan turun 0,81%, sektor saham transportasi merosot 0,45%.

Associate Director of Research and Investment PT Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menuturkan, IHSG bergerak melemah menjelang liburan Natal dan cuti bersama.

“Pelaku pasar tengah mengantisipasi pengumuman tentang upah minimum di beberapa provinsi, di tengah penolakan serikat pekerja dan kelompok bisnis terhadap formula upah 2026 yang diusulkan oleh pemerintah,” kata Nico seperti dikutip dari Antara.

Sentimen IHSG Lainnya

Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang pengupahan terbaru, dan meminta seluruh gubernur menetapkan besaran upah minimum paling lambat 24 Desember 2025.

Dari global, Nico menuturkan, ekspektasi penurunan suku bunga acuan lebih lanjut oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed terus meningkat.

Pelaku pasar terus mencerna data tenaga kerja AS yang menunjukkan perekrutan lebih lemah, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mulai memangkas suku bunga pada tahun depan, yang diperkuat oleh seruan Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan biaya pinjaman.

Di sisi lain, perhatian pasar beralih ke data Produk Domestik Bruto (PDB) AS periode kuartal III-2025, yang dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang kesehatan ekonomi AS dan kemungkinan arah kebijakan The Fed.

Dari kawasan Asia, pelaku pasar memantau pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China, di tengah harapan akan stimulus pemerintah tambahan.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |