PTBA Catat Laba Rp 801 Miliar Kuartal I 2026, Tumbuh Dua Kali Lipat

4 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat kinerja keuangan yang solid pada kuartal I 2026 dengan lonjakan laba bersih yang signifikan. Perseroan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 801,79 miliar atau tumbuh 105% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menyatakan capaian tersebut menunjukkan ketahanan operasional perusahaan di tengah berbagai tantangan, termasuk curah hujan tinggi yang berdampak pada produksi.

“Di tengah tantangan curah hujan yang tinggi pada awal tahun, Perseroan mampu menjaga stabilitas penjualan melalui pengelolaan persediaan yang prudent,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Secara keseluruhan, PTBA mencatat pendapatan sebesar Rp 9,93 triliun, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, efisiensi biaya berhasil mendorong peningkatan laba kotor sebesar 47% menjadi Rp 1,54 triliun, serta EBITDA naik 48% menjadi Rp 1,55 triliun.

Margin keuntungan juga terjaga, dengan net profit margin sebesar 8% dan EBITDA margin 16%.

Efisiensi Jadi Kunci di Tengah Produksi Turun

Dari sisi operasional, PTBA menghadapi penurunan produksi sebesar 22% menjadi 6,62 juta ton akibat kondisi cuaca ekstrem. Namun, volume penjualan hanya turun tipis 1% menjadi 10,16 juta ton, menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga pasokan.

Penurunan beban pokok pendapatan sebesar 6% menjadi Rp8,39 triliun menjadi salah satu faktor utama peningkatan laba. Selain itu, stripping ratio yang lebih rendah turut membantu efisiensi biaya operasional.

Kinerja penjualan didominasi pasar domestik sebesar 53%, sementara ekspor menyumbang 47% dengan tujuan utama seperti Vietnam, India, dan Bangladesh.

Fundamental Keuangan Tetap Kuat, Arus Kas Meningkat

Dari sisi neraca, total aset PTBA tercatat Rp 43,23 triliun, sedikit menurun 2% dibandingkan akhir 2025. Sementara itu, liabilitas turun 8% menjadi Rp 19,56 triliun, dan ekuitas naik 5% menjadi Rp 23,67 triliun.

Arus kas operasional juga menunjukkan perbaikan signifikan, naik 70% menjadi Rp 2,06 triliun. Hal ini mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjaga likuiditas dan efisiensi pengeluaran.

Corporate Secretary PTBA Eko Prayitno menegaskan bahwa perusahaan akan terus menjaga kinerja di tengah tantangan eksternal.

“Dengan fondasi operasional yang solid, Perseroan optimistis dapat terus menjaga kinerja yang sehat dan menciptakan nilai berkelanjutan,” ujarnya.

Ke depan, PTBA menargetkan produksi sebesar 49,55 juta ton sepanjang 2026 dengan belanja modal mencapai Rp 3,64 triliun guna mendukung ekspansi bisnis.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |