Menengok Ekspansi Bisnis Emiten ABM Investama di 2025

1 hour ago 4

Liputan6.com, Jakarta - PT ABM Investama Tbk (ABMM) menegaskan komitmennya terhadap pertumbuhan berkelanjutan melalui ekspansi strategis di sektor pertambangan dan penguatan posisi sebagai perusahaan energi terintegrasi. Sepanjang 2025, perseroan merealisasikan sejumlah langkah penting, termasuk pengembangan tambang di Sumatera dan Kalimantan serta akuisisi aset baru.

Direktur Utama ABMM Achmad Ananda Djajanegara mengatakan, ekspansi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.

“Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang di sektor pertambangan, kami telah mengakuisisi perusahaan tambang PT Nirmala Coal Nusantara (NCN) pada 2024 dan PT Piranti Jaya Utama (PJU) pada 2025,” jelasnya.

Melalui anak usaha PT Reswara Minergi Hartama, ABMM memperkuat portofolio tambang. Akuisisi NCN di Meulaboh, Aceh Barat, menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas produksi batu bara.

Tambang tersebut memiliki potensi cadangan sekitar 31 juta ton dengan kalori 3.000–3.100 kcal per kg. Bahkan, total sumber daya yang dimiliki mencapai 87,34 juta ton dengan luas area sekitar 3.198 hektare.

NCN sendiri telah mencatat penjualan perdana (first sales) pada Februari 2026 dan diproyeksikan menjadi salah satu penopang utama produksi ABMM ke depan.

Tambang Baru dan Efisiensi Dorong Kinerja Operasional

Selain NCN, ABMM juga mengakuisisi PT Piranti Jaya Utama (PJU) pada 2025. Tambang yang berlokasi di Kapuas, Kalimantan Tengah, ini memiliki luas konsesi sekitar 4.800 hektare dan menyimpan potensi sumber daya sebesar 83,4 juta ton.

Cadangan batu bara PJU diperkirakan mencapai 34 juta ton dengan kualitas lebih tinggi, yakni 4.800–5.100 kcal per kg. Perusahaan menargetkan tambang ini mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2026.

“Untuk mengantisipasi kebutuhan pasar Asia yang terus berkembang, ABMM tengah mempersiapkan operasionalisasi PJU,” jelas Andi, sapaan Achmad Ananda Djajanegara.

Di tengah tantangan eksternal sepanjang 2025, ABMM tetap mampu menjaga kinerja operasional. Hal ini tercermin dari volume overburden removal yang mencapai 235,5 juta BCM.

“Pencapaian ini menegaskan kemampuan perusahaan dalam mengoptimalkan aset dan sumber daya di tengah kondisi pasar yang menantang untuk tetap memenuhi kebutuhan pelanggan,” lanjutnya.

Selain itu, lini bisnis logistik melalui CKB Logistics dan fabrikasi melalui Sanggar Sarana Baja juga mencatat peningkatan kinerja, termasuk ekspansi pasar ekspor ke Mongolia.

Dorong Energi Terbarukan dan Siap Hadapi Gejolak Global

ABMM juga menunjukkan komitmen kuat terhadap transisi energi dan keberlanjutan. Melalui anak usaha PT Nagata Bio Energi, perusahaan bergabung dengan IDX Carbon untuk menawarkan kredit karbon dari proyek biogas berbasis limbah sawit.

Inisiatif ini bahkan mendapat pengakuan global melalui penghargaan “Change the World 2025”.

“Penghargaan Change the World 2025 merupakan bukti nyata atas dedikasi perusahaan terhadap inovasi energi terbarukan dan komitmen ABMM dalam mendukung transisi energi nasional,” jelas Andi.

Di tengah dinamika global, termasuk ketegangan geopolitik yang berpotensi memengaruhi harga energi, ABMM tetap optimistis menghadapi peluang pasar.

Dengan strategi ekspansi yang terarah, efisiensi operasional, serta sinergi antar anak usaha, perusahaan yakin dapat terus menciptakan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan sekaligus memperkuat posisi di industri energi nasional.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |