Emiten ICBP Kantongi Penjualan Rp 21,71 Triliun hingga Kuartal I 2026

5 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatat kinerja keuangan beragam hingga kuartal I 2026. Perseroan mencatat pertumbuhan penjualan tetapi laba turun hingga Maret 2026.

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) meraup penjualan Rp 21,71 triliun hingga kuartal I 2026. Penjualan tersebut naik sekitar 8% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 20,19 triliun.

Perseroan mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 3% menjadi Rp 2,57 triliun dari Rp 2,66 triliun pada kuartal I 2025.

Beban pokok penjualan turun 9,88% menjadi Rp 14,16 triliun hingga kuartal I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 12,89 triliun. Laba bruto perseroan naik 3,49% menjadi Rp 7,54 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 7,29 triliun.

Beban penjualan dan distribusi naik menjadi Rp 2,21 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,12 triliun. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 825 miliar hingga kuartal I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 693,32 miliar. Pendapatan operasi lain turun menjadi Rp 208,97 miliar hingga kuartal I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 749,46 miliar.

Sementara itu, marjin laba usaha di kisaran 21,3% meski laba usaha turun 10% menjadi Rp 4,62 triliun pada kuartal I 2026 dari periode sama tahun lalu Rp 5,15 triliun. Laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 221 dari Rp 228.

“Kami mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang baik. ICBP terus memberikan penjualan yang meningkat dan mempertahankan marjin profitabilitas yang sehat,” ujar Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP, Anthoni Salim dalam keterangan resmi di keterbukaan informasi BEI.

Ia mengatakan, dengan tetap waspada terhadap potensi gejolak makroekonomi dan berbagai faktor risiko eksternal, pihaknya akan terus fokus dan beradaptasi dengan cepat untuk menangkap berbagai peluang pertumbuhan, memperkuat daya saing serta mempertahankan posisi keuangan yang sehat.

Aset Perseroan

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi BEI, Perseroan mencatat ekuitas naik menjadi Rp 77,02 triliun hingga Maret 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 73,68 triliun.

Total liabilitas perseroan naik menjadi Rp 63,13 triliun hingga Maret 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 61,86 triliun. Aset perseroan naik menjadi Rp 140,15 triliun hingga kuartal I 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 135,54 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 30,5 triliun hingga Maret 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 29,21 triliun.

Kinerja 2025

Sebelumnya, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatat kinerja keuangan positif pada 2025. Perseroan meraup pertumbuhan penjualan dan laba pada 2025.

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk mencetak penjualan Rp 74,85 triliun pada 2025, naik 3% dari tahun sebelumnya Rp 72,60 triliun. Seiring pertumbuhan penjualan itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk bertambah 30% menjadi Rp 9,22 triliun dari Rp 7,08 triliun pada tahun lalu.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP, Anthoni Salim menuturkan, meskipun menghadapi situasi makroekonomi yang penuh tantangan, ICBP berhasil membuktikan ketangguhan kinerja keuangan pada 2025 sekaligus mempertahankan kepemimpinannya di sektor barang konsumsi.

"Ke depannya, kami akan terus memperkuat relevansi produk melalui inovasi yang berorientasi pada kebutuhan konsumen, memperluas jangkauan pasar baik di Indonesia maupun luar di Indonesia, serta meningkatkan keunggulan operasional kami,” kata Anthoni dikutip dalam keterangan resmi.

Adapun mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (1/4/2026), beban pokok penjualan perseroan naik 6,09% menjadi Rp 48,49 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 45,70 triliun. Laba bruto turun 1,9% menjadi Rp 26,36 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 26,89 triliun.

Aset Perseroan

Perseroan mencatat beban penjualan dan distribusi naik menjadi Rp 7,89 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 7,80 triliun. Beban umum dan administrasi turun menjadi Rp 2,79 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 2,90 triliun. Pendapatan operasi lain naik menjadi Rp 1,31 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp485,33 miliar.

Perseroan mencatat laba usaha naik 2% menjadi Rp 16,66 triliun dari Rp 16,32 triliun dan marjin laba usaha stabil 22,3%. Tanpa memperhitungkan non-recurring items dan selisih kurs, core profit yang mencerminkan kinerja operasional perseroan turun 4% menjadi Rp 9,98 triliun dari Rp 10,41 triliun terutama karena kenaikan beban bahan baku.

Seiring hal itu, laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 791 pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 607.

Total ekuitas naik 9,9% menjadi Rp 73,68 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 67,04 triliun. Liabilitas bertambah 4,8% menjadi Rp 61,86 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 58,99 triliun. Aset naik 7,5% menjadi Rp 135,54 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 126,04 triliun.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |