Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini 9 Maret 2026

10 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Senin, (9/3/2026). IHSG hari ini akan bergerak di kisaran 7.140-7.391. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG merosot 1,62% ke 7.585 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, koreksi dari IHSG pun sempat menguji area supportnya pada perdagangan saham Jumat, 6 Maret 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pihaknya memperkirakan posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave [y] dari wave 4 atau dari wave (2) pada label merah.

“Hal tersebut berarti, perlu dicermati area 7.140-7.391 sebagai area koreksi berikutnya,” kata Herditya dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support di 7.311, 7.391 dan level resistance 7.934,8.154 pada perdagangan saham Senin pekan ini.

Pada pekan ini, Herditya menuturkan, IHSG masih rawan melanjutkan koreksi ke level suppot 7.481 dan level resistance di 7.727.

Selama sepekan akan dipengaruhi sejumlah sentimen. Pertama, menurut Herditya masih seputar konflik Timur Tengah yang akan mempengaruhi pergerkaan harga komoditas terutama minyak mentah dan emas. Kedua, rilis data inflasi China dan Amerika Serikat (AS) kemudian disusul oleh data Produk Domestik Bruto (PDB) dan pekerjaan AS. “Ketiga mendekati momentum Lebaran, di mana akan terjadi aksi profit taking dahulu,” kata dia.

Rekomendasi Saham

Herditya memilih saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Buy on Weakness

Saham AADI terkoreksi 0,24% ke 10.300 dan masih didominasi oleh tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi AADI saat ini berada pada bagian dari wave [iv] dari wave A dari wave (Y),” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 9.350-10.175

Target Price: 10.950, 11.425

Stoploss: below 9.225

2.PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Buy on Weakness

Saham BBCA terkoreksi 1,41% ke 7.000 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi BBCA saat ini berada pada bagian dari wave (c) dari wave [ii],” kata dia.

Buy on Weakness: 6.600-6.700

Target Price: 7.275, 7.575

Stoploss: below 6.375

3.PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) - Buy on Weakness

Saham CUAN menguat ke 1.320 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Saat ini, posisi CUAN berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C) dari wave [A].

Buy on Weakness: 1.040-1.220

Target Price: 1.475, 1.745

Stoploss: below 995

4.PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) - Buy on Weakness

Saham MBMA terkoreksi 1,38% ke 715 tetapi disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi MBMA saat ini sedang berada pada bagian dari wave A dari wave (B) pada label hitam,” ujar dia.

Buy on Weakness: 630-685

Target Price: 750, 790

Stoploss: below 605

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

IHSG Anjlok Lagi 6 Maret 2026, Investor Hindari Risiko akibat Konflik AS-Iran

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Jumat sore di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. IHSG tercatat turun 124,85 poin atau 1,62 persen ke posisi 7.585,68. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga mengalami pelemahan sebesar 11,77 poin atau 1,49 persen ke posisi 776,04.

Tekanan terhadap pasar saham domestik terjadi seiring meningkatnya sikap risk-off investor akibat konflik yang masih berlangsung antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan Timur Tengah.

Head of Research PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menjelaskan investor saat ini cenderung menghindari aset berisiko tinggi.

"Investor cenderung risk-off dan defensif. Investor menghindari instrumen berisiko tinggi dengan melikuidasi saham big caps dan merotasi ke aset safe haven seperti emas dan dolar AS," ujar Wafi dikutip dari Antara, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, sentimen global masih didominasi oleh ketidakpastian geopolitik serta kondisi pasar keuangan Amerika Serikat.

Selain konflik Timur Tengah, kenaikan yield US Treasury juga memicu kekhawatiran investor karena ekspektasi bahwa suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) akan bertahan di level tinggi lebih lama.

Investor Tunggu Data Ekonomi AS dan Kebijakan The Fed

Pelaku pasar global saat ini juga menunggu sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat.

Data yang dinanti antara lain inflasi konsumen (CPI) dan data tenaga kerja non-farm payroll (NFP) yang akan menjadi indikator arah kebijakan moneter The Fed.

Data tersebut akan memberikan gambaran apakah bank sentral AS akan mulai melonggarkan kebijakan suku bunga atau tetap mempertahankan kebijakan ketat untuk mengendalikan inflasi.

Selain faktor global, tekanan terhadap pasar saham Indonesia juga datang dari sentimen domestik.

Wafi menjelaskan bahwa lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menurunkan prospek (outlook) kredit Indonesia menjadi negatif.

Kondisi tersebut memicu pelemahan nilai tukar rupiah serta meningkatkan capital outflow atau arus keluar dana asing dari pasar keuangan domestik.

Pelaku pasar kini juga menunggu rilis data cadangan devisa Indonesia serta langkah kebijakan dari Bank Indonesia.

Pasar memperkirakan Bank Indonesia berpotensi menaikkan BI Rate untuk membantu menstabilkan nilai tukar rupiah dan menahan tekanan terhadap pasar keuangan.

Sektor Saham

Sepanjang perdagangan, IHSG sempat dibuka melemah dan bertahan di zona merah hingga akhir sesi perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor saham mengalami pelemahan.

Sektor industri mencatat penurunan paling dalam sebesar 3,67 persen, diikuti sektor barang konsumen non primer sebesar 3,54 persen, serta sektor energi yang turun 2,80 persen.

Meski mayoritas saham melemah, beberapa emiten masih mencatat kenaikan harga.

Saham yang mengalami penguatan terbesar antara lain SKBM, ALKA, TPIA, ICON, dan EURO.

Sebaliknya, saham dengan penurunan terdalam antara lain KOTA, RODA, LAND, ENRG, dan ENZO.

Total frekuensi perdagangan saham tercatat mencapai 1,94 juta transaksi dengan volume perdagangan 34,18 miliar saham senilai Rp17,77 triliun.

Sebanyak 168 saham menguat, 555 saham melemah, dan 94 saham tidak berubah.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |