Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini 29 Desember 2025

3 months ago 68

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan saham Senin, (29/12/2025). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?

Dalam riset PT Samuel Sekuritas menyebutkan, IHSG akan bergerak melemah pada perdagangan saham Senin, 29 Desember 2025. Hal itu didorong sentimen negatif pasar Amerika Serikat (AS).

Pada pekan lalu, pasar saham AS atau wall street ditutup melemah. Indeks Dow Jones turun 0,04%, indeks S&P 500 melemah 0,05% dan indeks Nasdaq terpangkas 0,09%. Pasar AS ditutup melemah di tengah musim liburan Natal dan Tahun Baru.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, saat ini IHSG berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5 pada label hitam, sehingga selanjutnya IHSG rawan koreksi dahulu untuk menguji 8.464-8.493 sekaligus menutup area gap tipisnya.

"Namun, worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (1) akan terkoreksi cukup dalam ke area 8.000-an,” kata dia dalam catatannya.

Herditya prediksi, IHSG akan berada di level support 8.493,8.414 dan level resistance 8.656,8.714 pada perdagangan saham Senin pekan ini.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Retail Researh Analyst BNI Sekuritas, KJ.Hutabarat memilih saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT United Tractors Tbk (UNTR), dan PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR).

Rekomendasi Teknikal

  • BUMI Buy On Weakness dengan area beli di 330-350, cutloss di bawah 330. Target dekat di 360-380.
  • SUPA Spec Buy dengan area beli di 900-925, cutloss di bawah 900. Target dekat di 950-970.
  • CDIA Buy On Weakness dengan area beli di 1600-1620, cutloss di bawah 1600. Target dekat di 1650-1680.
  • BUVA Buy On Weakness dengan area beli di 1180-1200 , cutloss di bawah 1180. Target dekat di 1230-1280.
  • UNTR Spec Buy 29375-29650, cutloss di bawah 29300. Target dekat di 30175-30700 .
  • SMDR Spec Buy dengan area beli di 350-358, cutloss di bawah 348. Target dekat di 368-380. 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

IHSG Merosot Jelang Libur Natal 2025, Mayoritas Sektor Saham Memerah

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) betah di zona merah pada sesi kedua perdagangan saham, Rabu (24/12/2025), jelang libur Natal 2025. Koreksi IHSG hari ini di tengah mayoritas sektor saham yang memerah.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 0,55% ke posisi 8.537,91. Indeks saham LQ45 melemah 0,41% ke posisi 845,44. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Pada Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.611,33 dan level terendah 8.525,10. Sebanyak 403 saham melemah sehingga menekan IHSG. 247 saham menguat dan 152 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 2.534.076 saham dan volume perdagangan saham 34,2 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 22,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.752.

Mayoritas sektor saham memerah. Sektor saham basic merosot 1,59%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi terpangkas 1,14%, sektor saham transportasi tergelincir 1%.

Sektor Saham

Selain itu, sektor saham teknologi merosot 0,77%, sektor saham keuangan melemah 0,54%, sektor saham kesehatan susut 0,12%, sektor saham consumer siklikal turun 0,03% dan sektor saham industri melemah 0,12%.

Di sisi lain, sektor saham properti naik 0,38%, sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 0,20%, dan sektor saham infrastruktur menguat 0,16%.

“Pasar tampaknya juga terbebani aksi profit taking dan aksi jual investor asing,” kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus dikutip dari Antara.

Dari dalam negeri, IHSG bergerak melemah menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

“Sentimen cenderung lesu menjelang perdagangan libur dan pasar merespon berita bahwa Indonesia dan Amerika Serikat (AS) berencana untuk menandatangani kesepakatan tarif timbal balik pada akhir Januari 2026,” ujar dia.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |