Petrosea Kantongi Kontrak EPC dari Aster Chemicals, Segini Nilainya

3 months ago 58

Liputan6.com, Jakarta - PT Petrosea Tbk (PTRO) melalui anak usaha Scan-Bilt Pte Ltd menyediakan layanan Engineering, Procurement & Construction (EPC) untuk Aster Chemicals & Energy Pte Ltd (Aster). Kontrak tersebut akan berlaku selama 24 bulan.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/12/2025, PT Petrosea Tbk melalui Scan-Bilt Pte Ltd telah menandatangani perjanjian dengan Aster pada 17 Desember 2025  untuk menyediakan  layanan EPC. Layanan ini terutama pada lingkup pekerjaan sipil di fasilitas Aster Bukom Chemicals & Energy Complex dan Aster Jurong Island Chemical Complex yang berlokasi di Pulau Bukom dan Pulau Jurong di Singapura.

Selain itu, Scan-Bilt juga memperoleh Letter of Award untuk lingkup pekerjaan Integrated Facilities Management (IFM) dari Aster untuk kedua fasilitas tersebut.

"Total nilai perjanjian untuk lingkup pekerjaan tersebut di atas sebesar USD 29,07 juta atau sekitar Rp 485,4 miliar dengan jangka waktu pekerjaan selama 24 bulan,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Petrosea Tbk, Anto Broto dalam keterbukaan informasi BEI.

Fasilitas Aster di Pulau Bukom dan Pulau Jurong merupakan pusat produksi terpadu untuk kegiatan pengilangan dan petrokimia di Singapura yang terhubung melalui pipa bawah laut

Aster Bukom memiliki fasilitas kilang dan cracker etilena, sedangkan Aster Jurong berfokus pada produksi berbagai petrokimia utama seperti ethylene oxide, ethoxylates, styrene monomer dan propylene oxide. Sebagai anak usaha, Scan-Bilt memperoleh dukungan penuh dari grup Petrosea, perusahaan multidisiplin terkemuka dengan rekam jejak lebih dari lima dekade dalam menyediakan layanan terintegrasi dari hulu hingga hilir, mencakup EPC, jasa pertambangan, EPCI lepas pantai, serta logistik untuk industri pertambangan dan minyak & gas di kawasan Asia Pasifik dan Oseania, termasuk Singapura dan Papua Nugini.

Bakal Berdampak Positif

Anto menuturkan, perjanjian dan perolehan Letter of Award ini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja serta merupakan bagian dari ekspansi bisnis dan pengembangan usaha melalui strategi diversifikasi usaha.

“Perseroan secara konsisten terus mengupayakan penciptaan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya di masa sekarang dan akan datang,” kata dia.

Perjanjian dan Letter of Award antara kedua belah pihak ini tunduk pada dan ditafsirkan berdasarkan hukum Republik Singapura.

Petrosea Raih Proyek Anak Usaha Petronas, Segini Nilainya

Sebelumnya, PT Petrosea Tbk (PTRO) melalui anak usahanya yakni PT Hafar Daya Konstruksi (HDK) memperoleh proyek dari anak usaha Petroliam Nasional Berhad (Petronas) yakni Petronas Carigali North Madura II Ltd. Anak usaha Petronas tersebut merupakan operator tunggal di Wilayah Kerja (WK) North Madura II.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, (7/11/2025), nilai porsi pekerjaan yang menjadi bagian dari HDK adalah sebesar USD 9,50 juta atau setara Rp 156 miliar. Pengerjaan proyek yang ditandatangani pada 9 November 2024 tersebut, HDK berkonsorsium dengan PT Gunanusa Utama Fabricators.

Wakil Presiden Direktur PT Hafar Daya Konstruksi Dito Danarianto Sudarbo menuturkan, ekspansi bisnis HDK merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran perusahaan dalam mendukung kemandirian energi nasional.

Ia mengatakan, melalui kolaborasi dengan mitra global seperti Petronas, perseroan terus membuktikan kemampuan perusahaan nasional dalam menghadirkan solusi rekayasa dan konstruksi bertaraf internasional.

Ekspansi Bisnis

“Kami juga ingin kembali menegaskan bahwa Hafar tidak memiliki afiliasi, hubungan kepemilikan, maupun kerjasama apapun dengan PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) sebagaimana sempat diberitakan di sejumlah media sebelumnya, dan selain itu konsorsium antara Hafar dan Gunanusa juga tidak menyewa kapal dari CBRE,” kata dia.

Proyek Hidayah merupakan bagian dari pengembangan Lapangan Hidayah, di mana scope of work yang akan dilakukan oleh HDK mencakup penyediaan layanan Engineering, Procurement, Construction, Installation and Commissioning (EPCIC) untuk Integrated Wellhead Central Processing Platform (WHCPP), serta Subsea Pipeline and Pipeline End Terminal (PLET) pada Proyek Pengembangan Lapangan Hidayah Tahap 1.

Ekspansi bisnis yang tengah dilakukan HDK merupakan bagian dari strategi pengembangan usaha Petrosea yang dilakukan secara non-organik, melalui diversifikasi bisnis dan peningkatan kapabilitas terbaru di bidang Engineering, Procurement, Construction and Installation (EPCI) lepas pantai.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |