Pasar Modal Indonesia Raih Kinerja Positif Sepanjang 2025, IHSG Tumbuh 22,1%

3 months ago 61

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja pasar modal Indonesia menunjukkan capaian positif sepanjang 2025, meskipun pasar keuangan global diwarnai ketidakpastian, tensi geopolitik, hingga perlambatan ekonomi di sejumlah negara utama.

Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK Eddy Manindo Harahap menyampaikan hingga menjelang penutupan tahun, indikator utama pasar modal mencatat pertumbuhan yang signifikan. Hingga 29 Desember 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbuh 22,1 persen secara year to date dan ditutup pada level 8.644,26.

"Secara umum dapat saya sampaikan pasar modal Indonesia menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan menjelang penutupan tahun 2025,” ujar Eddy dalam konferensi pers, Selasa (30/12/2025).

Selain IHSG, nilai kapitalisasi pasar melonjak mencapai Rp 15.810 triliun atau tumbuh 28,16 persen secara year to date. Dari pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup pada posisi 440,19 atau meningkat 12,1 persen sepanjang tahun berjalan.

Dari sisi penghimpunan dana, hingga 29 Desember 2025 tercatat 210 penawaran umum, termasuk 18 emiten saham baru yang telah memperoleh pernyataan efektif dari OJK, dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp 268,14 triliun. Nilai tersebut melampaui target OJK sebesar Rp 220 triliun.

"Ini menjadi bukti nyata kepercayaan yang terus menguat terhadap pasar modal Indonesia,” kata Eddy.

Kinerja positif juga terlihat pada produk investasi lainnya. Penghimpunan dana melalui securities crowdfunding (SCF) secara akumulatif hingga 23 Desember 2025 mencapai Rp 1,808 triliun dengan melibatkan 971 penerbit.

Sementara itu, aset kelolaan reksa dana per 24 Desember 2025 tercatat sebesar Rp 1.039,71 triliun atau meningkat 24,16 persen secara year to date, dengan nilai aktiva bersih mencapai Rp 681,23 triliun atau tumbuh 36,45 persen.

Aktivitas Perdagangan Saham

Aktivitas perdagangan saham turut mencatatkan peningkatan, tercermin dari rata-rata nilai transaksi harian yang mencapai Rp 18,06 triliun atau naik 40,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi investor, jumlah Single Investor Identification (SID) per 23 Desember 2025 tercatat mencapai 20,2 juta, dengan penambahan 5,34 juta investor baru sepanjang tahun. Mayoritas investor individu didominasi generasi muda berusia di bawah 40 tahun yang mencapai lebih dari 79 persen dari total SID.

Di sisi pengembangan instrumen baru, perdagangan karbon secara akumulatif sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 24 Desember 2025 mencatat volume transaksi sebesar 1,6 juta ton CO₂ ekuivalen, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 80,75 miliar. Hingga periode tersebut, sebanyak 150 perusahaan telah berpartisipasi sebagai pengguna jasa, dengan unit karbon yang masih tersedia mencapai 2,67 juta ton CO₂e.

Sementara itu, transaksi keuangan derivatif dengan underlying efek, baik single stock futures maupun indeks, sejak awal tahun hingga Desember 2025 mencatatkan total volume transaksi sebesar 9.907,18 lot, dengan frekuensi transaksi mencapai 4,4 juta kali dan jumlah kontrak sebanyak 480 kontrak.

OJK: Kinerja Pasar Modal November Tetap Kuat di Tengah Dinamika Global

Sebelumnya, kinerja pasar modal Indonesia pada November 2025 kembali menunjukkan penguatan signifikan. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi, menyampaikan pergerakan pasar modal sejalan dengan stabilnya ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

“Kinerja pasar modal domestik pada November 2025 melanjutkan tren positif, sejalan dengan ketahanan perekonomian nasional yang tetap terjaga di tengah dinamika global,” ujar Inarno dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB November 2025, Kamis (11/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa IHSG pada akhir November ditutup di level 8.508,71 atau naik 4,22% secara bulanan dan 20,18% sepanjang tahun berjalan. Pada 26 November 2025, indeks kembali mencatatkan rekor all-time high di level 8.602,13.

Kapitalisasi pasar saham juga mengalami pertumbuhan, mencapai Rp 15.711 triliun. Lonjakan ini diikuti peningkatan likuiditas transaksi yang didorong oleh aktivitas investor individu. Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada November 2025 mencetak rekor baru sebesar Rp 23,14 triliun, jauh di atas rata-rata 2024 yang tercatat Rp 12,85 triliun.

Aksi Beli Investor Asing

Di sisi arus dana, investor asing mencatatkan net buy Rp 12,02 triliun pada November, setelah bulan sebelumnya membukukan Rp 12,96 triliun. Kondisi ini mencerminkan kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia. Sementara itu, pasar obligasi relatif stabil meski index ICBI turun tipis 0,43% secara bulanan.

Sektor pengelolaan investasi pun turut menunjukkan kinerja kuat. Nilai asset under management (AUM) tercatat Rp 996,60 triliun atau tumbuh 3,11% month-to-month. Nilai aktiva bersih reksadana meningkat menjadi Rp 644,41 triliun, didorong net subscription solid sebesar Rp 32,61 triliun.

Dari sisi pertumbuhan investor, pasar modal menambah 476 ribu investor baru selama November. Sepanjang 2025, jumlah investor meningkat 4,80 juta sehingga totalnya mencapai 19,67 juta atau tumbuh 32,29% year-to-date.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |