Miliarder Warren Buffett Jadi Sasaran Deepfake AI

2 weeks ago 24

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan investasi milik Warren Buffett Berkshire Hathayawa menegaskan, video yang menampikan dari CEO lama Warren Buffett memakai gambar hasil rekayasa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Video itu juga menampilkan komentar-komentar yang tidak pernah ia buat.

Mengutip Channel News Asia, ditulis Senin (10/11/2025), investor berusia 95 tahun ini dikenal karena insting pasar dan julukan lama “Oracle of Omaha” semakin menjadi sasaran peniru AI.

Visualny meski sering meniru Buffett, Berkshire menuturkan, audio biasanya menampilkan ucapan datar dan umum yang jelas bukan suaranya.

Dalam siaran pers “It’s Not Me”, perseroan menyoroti satu video, “Warren Buffett” Tips Investasi#1 untuk semua usia di atas 50 (wajib ditonton), di mana suara tiruan menawarkan nasihat investasi.

“Orang-orang yang kurang mengenal Mr Buffett mungkin percaya video-video ini nyata dan tertipu oleh isinya,” ujar Berkshire.

“Mr Buffett khawatir video-video palsu semacam ini akan menjadi virus yang menyebar,” demikian seperti dikutip.

Munculnya teknologi deepfake dan alat bantu suara berbasis AI telah mempermudah pembuatan video palsu figur publik yang realistis, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan misinformasi dan kerusakan reputasi.

Pada Mei, FBI melaporkan, pelaku kejahatan telah menggunakan panggilan suara dan pesan teks yang dihasilkan AI untuk menyamar sebagai pejabat senior AS dalam upaya mengakses akun pribadi pegawai pemerintah.

Buffett sebelumnya mengeluhkan orang-orang yang berpura-pura menjadi dirinya, termasuk melalui peniruan berbasis AI yang semakin meyakinkan.

Pada Oktober 2024, dua minggu sebelum pemilihan presiden AS, Buffett memperingatkan tentang "klaim palsu" bahwa ia telah mendukung kandidat politik dan produk investasi.

Ia sebagian besar telah mundur dari dukungan politik setelah mendukung mantan Presiden Barack Obama dan kandidat Demokrat Hillary Clinton.

Buffett akan mengundurkan diri sebagai CEO Berkshire pada akhir tahun dan akan digantikan oleh Wakil Ketua Greg Abel.

Berkshire Hathaway, Perusahaan Investasi Warren Buffett Kantongi Kas Rp 6.348 Triliun

Sebelumnya, Perusahaan investasi milik miliarder Warren Buffett Berkshire Hathaway mengumumkan laporan keuangan selama sembilan bulan pertama 2025. Perseroan membukukan kenaikan laba bersih dan lonjakan tajam di laba operasional.

Mengutip CNBC, Minggu (2/11/2025), Berskhire Hathaway mencatat laba termasuk keuntungan dari investasi Berkshire di perusahaan publik lainnya naik 17% menjadi USD 30,8 miliar atau Rp 512,40 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 16.636) year on year (YoY). Hal itu setara USD 21,413 per saham kelas A. Pada periode tahun lalu, perseroan mencatat laba USD 26,25 miliar.

Selain itu, laba operasional Berkshire yang dihasilkan dari bisnis-bisnis sepenuhnya dimiliki perseroan termasuk asuransi dan kereta api melonjak 34% YoY menjadi USD 13,48 miliar pada kuartal ketiga. Kenaikan ini didorong dari lonjakan laba underwriting asuransi lebih dari 200% menjadi USD 2,37 miliar.

Tak Buyback Saham

Selain itu, Berkshire juga tidak menemukan saham lain yang menarik dengan penjualan bersih pada kuartal ketiga menghasilkan keuntungan kena pajak sebesar USD 10,4 miliar atau Rp 173,01 triliun.

Buffett sekali lagi menahan diri untuk tidak membeli kembali saham meskipun terjadi penurunan harga saham yang signifikan. Perusahaan menyatakan tidak ada pembelian kembali saham selama sembilan bulan pertama tahun 2025. Saham Kelas A dan B konglomerat tersebut masing-masing naik 5% pada tahun 2025, sementara S&P 500 naik 16,3%.

Tanpa pembelian kembali saham, kas Berkshire melonjak menjadi USD 381,6 miliar atau Rp 6.348 triliun, dan catat rekor baru. Pada rekor tertinggi sebelumnya sebesar USD 347,7 miliar atau Rp 5.772 triliun yang dicapai pada kuartal pertama tahun ini.

Aksi Korporasi Berkshire Hathaway

Pada Mei, Buffett yang berusia 95 tahun mengumumkan pengunduran dirinya sebagai CEO pada akhir tahun setelah enam dekade yang legendaris. Greg Abel, wakil ketua operasi non-asuransi Berkshire, akan mengambil alih posisi kepala eksekutif, sementara Buffett akan tetap menjadi ketua dewan direksi. Abel juga akan mulai menulis surat tahunan pada tahun 2026.

Saham konglomerat yang berbasis di Omaha ini telah anjlok dua digit dari rekor tertinggi sepanjang masa setelah pengumuman tersebut. Aksi jual ini sebagian mencerminkan apa yang disebut premium Buffett, atau harga ekstra yang bersedia dibayar investor karena rekam jejak miliarder tersebut yang tak tertandingi dan keterampilan alokasi modalnya yang luar biasa.

Bulan lalu, Berkshire mengumumkan kesepakatan untuk membeli unit petrokimia Occidental Petroleum, OxyChem, senilai USD 9,7 miliar atau Rp 161,37 triliun secara tunai. Kesepakatan ini menandai akuisisi terbesar Berkshire sejak 2022, ketika perusahaan membayar USD 11,6 miliar atau Rp 192,98 triliun untuk perusahaan asuransi Alleghany.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |