Liputan6.com, Jakarta - Manajemen PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menjelaskan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai hasil pemeringkatan atas efek bersifat utang seiring PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat sejumlah obligasi dan sukuk WIKA menjadi idD (sy) dari sebelumnya idCCC (sy).
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin, (23/2/2026), Pefindo sebagai credit rading agency atau lembaga pemeringkat telah melakukan pemantauan khusus atau special review pada peringkat obligasi berkelanjutan II tahap II PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menjadi idD dari idCCC, serta sukuk mudharabah berkelanjutan II tahap II seri B dan C menjadi idD (sy) dari idCCC (sy).
“Hal ini sepenuhnya merupakan kewenangan lembaga pemeringkat dan perseroan menerima peringkat yang telah diterbitkan tersebut, di mana naik atau turunnya peringkat kredit pada suatu perusahaan adalah hal yang wajar mengikuti dinamika kondisi suatu perusahaan dan hal ini tidak bersifat tetap,” tulis Sekretaris Perusahaan WIKA Ngatemin dalam keterbukaan informasi BEI.
Ia menyebutkan, sesuai rilis yang dikeluarkan Pefindo, penurunan peringkat tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti penundaan pembayaran kupon yang jatuh tempo pada 18 Februari 2026. Adapun hal ini sebagaimana telah disampaikan pada keterbukaan informasi Perseroan sebelumnya kepada Publik pada 30 Januari 2026 Perihal Pembayaran Bunga Obligasi dan Pendapatan Bagi Hasil Sukuk Mudharabah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
“Sejak 2025, Perseroan menghadapi tantangan berupa penurunan kondisi pasar industri konstruksi nasional, sehingga berdampak kepada penurunan perolehan kontrak baru Perseroan,” ujar dia.
Di mana hingga Desember 2025 Perseroan membukukan kontrak baru sebesar Rp17,5 triliun, dengan mayoritas kontrak baru tersebut diperoleh pada Desember dan menurun sebesar 15% dibandingkan capaian yang sama tahun sebelumnya sehingga berdampak pada penurunan penjualan serta penerimaan cash in Perseroan.
Penjelasan WIKA
Selain itu Perseroan juga masih memiliki penugasan atas investasi jangka panjang yang berasal dari pinjaman jangka pendek, yang belum dapat memberikan imbal hasil positif dan berkontribusi pada tingginya beban bunga bagi Perseroan.
“Kondisi tersebut mengakibatkan keterbatasan unrestrictred cash untuk pemenuhan kewajiban pembayaran bunga Obligasi dan pendapatan bagi hasil Sukuk Mudharabah,” kata Ngatemin.
Ia menanambahkan, dengan demikian, Perseroan perlu untuk melakukan penundaan/penangguhan pembayaran bunga Obligasi, pendapatan bagi hasil Sukuk Mudharabah dan Pokok yang jatuh tempo pada tanggal pembayaran.
“Perseroan telah berupaya melakukan langkah transformasi hingga berhasil membukukan kinerja positif pada core business (EBITDA operasi di luar entitas pengendalian bersama), akan tetapi Perseroan tetap memerlukan waktu dan dukungan seluruh pihak untuk penyehatan kondisi usaha, keuangan, dan pemenuhan debt services Perseroan,” ujar dia.
Langkah WIKA
Berdasarkan hal tersebut di atas, Ia mengatakan, Perseroan telah menyampaikan proyeksi, kemampuan pembayaran, serta usulan skema restrukturisasi kepada Rapat Umum Pemegang Obligasi dan Rapat Umum Pemegang Sukuk Mudharabah (RUPO/RUPSU) yang telah diselenggarakan pada 4, 5, 8, 10 dan 11 Desember 2025, di antaranya persetujuan Pemegang Obligasi dan Sukuk Mudharabah untuk penundaan/penangguhan pembayaran dan penyesuaian tingkat bunga dan pendapatan bagi hasil, serta perubahan jadwal jatuh tempo pokok obligasi dan sukuk mudharabah.
Akan tetapi, RUPO/RUPSU belum dapat menyetujui usulan yang diajukan Perseroan.
“Selanjutnya Perseroan akan menyampaikan kembali termsheet restrukturisasi yang telah disesuaikan kepada para pemegang obligasi dan sukuk, baik melalui rapat informal, group meeting, dan/atau one on one meeting pada kesempatan pertama untuk mendapat tanggapan dan dukungan sebelum diselenggarakannya RUPO/RUPSU, serta mengupayakan titik kesepakatan dalam RUPO/RUPSU untuk menyelesaikan proses restrukturisasi tersebut,” ujar dia.
Pefindo Turunkan Rating Obligasi dan Sukuk WIKA Usai Tunda Pembayaran Kupon
Sebelumnya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melaporkan hasil pemeringkatan terbaru atas efek bersifat utangnya, di mana PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat sejumlah obligasi dan sukuk perseroan menjadi idD(sy) dari sebelumnya idCCC(sy).
Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Kamis (5/1/2026), penurunan peringkat tersebut diberikan terhadap Obligasi Berkelanjutan III Tahap I serta Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Tahap I Seri B dan C. WIKA menyatakan keputusan tersebut merupakan kewenangan penuh lembaga pemeringkat, dan perseroan menerima hasil pemeringkatan yang telah diterbitkan.
Mengacu pada rilis Pefindo, penurunan rating dilakukan sebagai tindak lanjut atas penundaan pembayaran kupon yang jatuh tempo pada 3 Februari 2026. Informasi terkait penundaan pembayaran bunga obligasi dan pendapatan bagi hasil sukuk tersebut sebelumnya telah disampaikan perseroan kepada publik pada 30 Januari 2026.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510949/original/023379400_1771844862-1000243133.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4883222/original/037561100_1720093648-20240704-IHSG-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497597/original/013342400_1770638549-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510191/original/087094300_1771822155-WhatsApp_Image_2026-02-23_at_09.41.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5168421/original/016737100_1742444498-BUMA__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4277611/original/083761300_1672400408-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3891937/original/009970800_1641016919-FOTO_000.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3103085/original/045581100_1586948201-20200415-Pergerakan-IHSG-Turun-Tajam-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2393928/original/011471200_1540635257-OJK.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4277626/original/056676800_1672401103-437f7014-a41d-4957-8a69-c1ba5f7786a4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3103081/original/031459600_1586948198-20200415-Pergerakan-IHSG-Turun-Tajam-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2266422/original/074058900_1530549138-Reksa_Dana.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4822442/original/096602100_1714908432-fotor-ai-20240505174744.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5182875/original/042479600_1744109077-20250408-Penutupan_IHSG-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507489/original/069706500_1771494048-IMG-20260219-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3566690/original/055374600_1631185686-20210909-PPKM-IHSG-5.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394587/original/035514900_1761635483-IMG-20251026-WA0103_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5436709/original/045635800_1765183427-380f79ba-6a45-41f0-bc7a-194e2d36b504.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395219/original/012800400_1761666242-WhatsApp_Image_2025-10-28_at_22.27.20.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402698/original/062922100_1762263225-IMG-20251104-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418052/original/003419900_1763573564-longsor_di_sukabumi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429246/original/032997300_1764578532-Mazda_CX-5-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5393738/original/005684500_1761580798-Kapolres-Bone-Bolango-Gorontalo.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425780/original/070502300_1764237713-Soto_Tahu_Kemasan_Mbah_Wongso.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417947/original/056137000_1763554247-WhatsApp_Image_2025-11-19_at_17.55.19__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415428/original/096912600_1763371047-Nissan-Tekton-1068x601.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5395823/original/033787000_1761718966-Toyota_Boost_Me.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5396173/original/077769500_1761728031-KMF00189.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398089/original/029069400_1761841753-20251031_011613.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5395176/original/007167700_1761660882-IMG-20251028-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408006/original/064300100_1762761314-Motor_menerobos_Banjir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399120/original/024567400_1761906309-Polisi_Tangguhkan_Penahanan_Dua_anggota_DPRD_Takalar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399886/original/074074600_1762038611-Murid_SD_di_Papua_minum_dari_botol_bekas_cuci_piring.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5396515/original/073205400_1761738639-KMF00211__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417821/original/061695000_1763546914-WhatsApp_Image_2025-11-19_at_16.54.37_0085a6cd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398325/original/032082400_1761882137-Peta_Lokasi_Bencana_Gerakan_Tanah_di_Dusun_Jatigede.jpeg)