Metrodata Gandeng AWS Genjot Adopsi AI Melalui Megarock

3 months ago 62

Liputan6.com, Jakarta - PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) terus memperkuat perannya dalam mendorong adopsi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan di berbagai sektor industri nasional. Salah satu komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran Megarock, solusi AI terintegrasi yang dikembangkan oleh anak usaha Perseroan, PT Mitra Integrasi Informatika (MII) bekerjasama dengan AWS.

Megarock dirancang sebagai platform AI end-to-end yang mengintegrasikan kapabilitas data, analitik, dan kecerdasan buatan ke dalam proses bisnis perusahaan.

Solusi ini memungkinkan pelaku industri untuk mengimplementasikan AI secara lebih terstruktur, terukur, dan relevan dengan kebutuhan operasional, sekaligus mempercepat perjalanan transformasi digital mereka.

Solusi ini dirancang fleksibel untuk digunakan lintas industri, termasuk jasa keuangan, manufaktur, energi, hingga sektor berbasis layanan, dengan fokus pada peningkatan efisiensi, produktivitas, dan kualitas pengambilan keputusan.

Direktur Metrodata, Alexander Kuntoro menuturkan, hadirnya Megarock yang bekerjasama dengan AWS melalui Amazon Bedrock dan Amazon SageMaker menjadi rangkaian solusi AI, Machine Learning (ML) dan Generatif AI siap pakai untuk membantu perusahaan dari berbagai sektor mempercepat perjalanan inovasi dan adopsi AI secara praktis dan berkelanjutan.

"Penguatan solusi AI ini sejalan dengan kinerja Perseroan yang solid sepanjang kuartal III 2025. Hingga periode tersebut, MTDL berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 18,8 triliun, tumbuh 9,0% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari hasil tersebut, kinerja Unit Bisnis Solusi dan Konsultasi juga mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 20,5% secara tahunan,” ujar dia seperti dikutip dari keterangan resmi, Selasa (23/12/2025).

AI jadi Pilar Strategis

Unit Bisnis Solusi dan Konsultasi MTDL sendiri terus mencatatkan kinerja yang solid, didorong oleh tingginya permintaan terhadap solusi cloud, digital business platform, cybersecurity, dan AI.

Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja menambahkan, AI bukan lagi sekadar teknologi pendukung, tetapi telah menjadi pilar strategis dalam pengambilan keputusan dan peningkatan daya saing bisnis.

"Metrodata berkomitmen tidak akan berhenti di sini tetapi akan terus memperkenalkan adopsi-adopsi berbasis AI lainnya untuk membantu pelanggan mengadopsi AI secara komprehensif, mulai dari strategi, implementasi, hingga operasional,” kata dia.

Penutupan IHSG pada 23 Desember 2025

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan saham Selasa, (23/12/2025). IHSG hari ini meninggalkan posisi 8.600 di tengah mayoritas sektor saham yang memerah.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup merosot 0,71% ke posisi 8.584,78. Indeks saham LQ45 susut 1,25% ke posisi 848,95. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.667,73 dan level terendah 8.566,99. Sebanyak 373 saham melemah sehingga menekan IHSG. 275 saham menguat dan 175 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.764.128 kali dengan volume perdagangan 41,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 25,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.772.

Dari 11 sektor saham melemah, empat sektor saham menghijau. Sektor saham industri bertambah 2,58% dan sektor saham consumer siklikal menanjak 2,26%. Selain itu, sektor saham teknologi bertambah 0,43% dan sektor saham infrastruktur menguat 0,09%.

Sementara itu, sektor saham properti merosot 1,24%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi terpangkas 0,81%, sektor saham basic melemah 0,37%, sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 0,45%, sektor saham kesehatan terpangkas 0,66%. Selain itu, sektor saham keuangan turun 0,81%, sektor saham transportasi merosot 0,45%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |