Menkeu Purbaya: Bereskan Goreng Saham Sebelum Demutualisasi BEI

1 month ago 37

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Menkeu Purbaya) meminta otoritas pasar modal untuk lebih dulu memberantas praktik “penggoreng saham” sebelum melangkah ke rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Purbaya menilai pembenahan fundamental pasar menjadi hal krusial agar perubahan struktur kepemilikan bursa tidak menimbulkan risiko baru bagi investor. 

Saat ditanya apakah demutualisasi BEI akan direalisasikan pada tahun ini, Purbaya mengaku belum mengetahui secara pasti. Ia menegaskan, kewenangan utama terkait kebijakan tersebut berada di tangan regulator pasar modal.

“Saya belum tahu, bisa ditanyakan ke OJK. Kalau pandangan saya sih, beresin dulu 'tukang goreng-goreng' itu baru demutualisasi,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita dikutip Minggu (11/1/2026).

Menurutnya, praktik penggorengan saham dapat merusak kepercayaan investor, terutama investor ritel, serta menciptakan volatilitas yang tidak mencerminkan kondisi fundamental emiten. Karena itu, penguatan pengawasan dinilai lebih mendesak sebelum wacana perubahan kelembagaan bursa dijalankan.

Kajian OJK dan BEI

Sejalan dengan pandangan Menkeu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini memang tengah melakukan kajian terkait rencana demutualisasi bursa. Kajian tersebut bertujuan memperkuat tata kelola pasar modal, meningkatkan transparansi, serta memperbaiki perlindungan investor.

Demutualisasi sendiri merupakan proses perubahan status kepemilikan bursa dari yang sebelumnya dimiliki anggota bursa menjadi entitas yang lebih terbuka. Namun, proses ini dinilai memerlukan kesiapan regulasi dan pengawasan yang matang.

Di sisi lain, Purbaya juga menyoroti kinerja pasar saham nasional. Ia menanggapi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menembus level 9.000, sebagai sinyal positif bagi perekonomian Indonesia.

Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap fondasi ekonomi nasional, di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan.

IHSG Tembus 10.000

Lebih lanjut, Purbaya menyebut membaiknya sentimen investor berdampak langsung terhadap kinerja perusahaan tercatat di bursa. Hal itu pada akhirnya mendorong peningkatan valuasi pasar saham secara keseluruhan.

Dalam tiga bulan terakhir, aliran dana investor, baik domestik maupun global, tercatat terus mengalir positif ke pasar modal Indonesia. Kondisi ini dinilai menjadi modal penting untuk menjaga momentum pertumbuhan IHSG.

“Jadi kalo kita lihat kan tiga bulan terakhir udah positif terus kan flow-nya ke kita. Jadi ya itu menunjukkan bahwa ada perbaikan sentimen investor domestik maupun global Terhadap perekonomian Indonesia yang ke depan kita harus jaga terus. Jadi kalo gitu mah tahun ini (IHSG) 10.000 enggak susah-susah amat,” ujar Purbaya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |