MedcoEnergi Resmi Masuk OGMP 2.0 untuk Dorong Implementasi Strategi Net-Zero

2 weeks ago 24

Liputan6.com, Jakarta - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menyatakan bahwa unit usaha migasnya, PT Medco E & P Indonesia, kini resmi menjadi anggota Oil & Gas Methane Partnership (OGMP) 2.0. Inisiatif dari United Nations Environment Programme (UNEP) ini berfokus pada peningkatan kualitas pengukuran serta pelaporan emisi metana di sektor minyak dan gas (migas).

Keikutsertaan ini menjadi bagian dari agenda keberlanjutan MedcoEnergi dan langkah perusahaan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. MedcoEnergi menegaskan kembali target Net-Zero untuk emisi gas rumah kaca Cakupan 1 dan 2 pada 2050, serta Cakupan 3 pada 2060.

Dengan bergabung dalam OGMP 2.0, Medco E&P Indonesia bergabung dengan lebih dari 150 perusahaan migas di 90 negara yang telah mengadopsi standar global pelaporan metana yang lebih ketat dan transparan.

CEO MedcoEnergi Roberto Lorato mengatakan, keikutsertaan MedcoEnergi dalam OGMP 2.0 merupakan pencapaian penting dalam mewujudkan aspirasi Net-Zero.

“Pelaporan emisi metana yang transparan dan kredibel merupakan landasan upaya dekarbonisasi kami, sekaligus memperkuat peran MedcoEnergi sebagai perusahaan energi yang bertanggung jawab dan berstandar global,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (10/11/2025).

MedcoEnergi juga telah melampaui target sementara 2025 dengan menekan emisi lebih dari 1,5 juta ton CO₂e dari baseline 2019, sembari memperluas portofolio energi terbarukan, termasuk proyek panas bumi dan tenaga surya.

Partisipasi perusahaan dalam OGMP 2.0 turut mendukung agenda transisi energi nasional dalam kerangka Global Methane Pledge, sekaligus memastikan pasokan energi tetap terjaga bagi pertumbuhan ekonomi.

Dari Sumsel untuk Negeri: Tiga Dekade Medco E&P Jadi Penopang Energi Rendah Emisi

Sebelumnya, PT Medco E&P Indonesia turut andil dalam menjaga ketahanan energi nasional. Sumbangan utamanya disalurkan untuk produksi pupuk, listrik, hingga jaringan gas kota di Sumatera Selatan.

South Sumatera Block (SSB) kelolaan Medco E&P telah beroperasi selama tiga dekade, sejak pengembangannya di 1990-an. Dari lokasi ini, gas disalurkan ke PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri), PT PLN (Persero), hingga PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk jaringan gas kota.

“Medco E&P beroperasi dengan standar keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan yang tinggi untuk memastikan pasokan energi nasional tetap andal. Kami akan terus mendukung agenda Pemerintah dalam menjaga ketahanan energi melalui operasi yang aman dan efisien,” ujar Irfan Eka Wardhana, VP Operation Onshore Asset Medco E&P Indonesia, di Soka Station, Sumatera Selatan, ditulis Senin (20/10/2025).

Sebagai gambarannya, sepanjang 2024, blok ini mencatat produksi minyak sebesar 2.320 barel per hari (BOPD) dan gas 53,62 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Saat ini, ada 139 sumur aktif yang dikelola melalui dua area operasi utama, Western Field dan Eastern Field.

Demi menjaga keberlanjutan produksi, Medco E&P tengah mengembangkan dua proyek utama, yakni Flamboyan Rengas dan Arung Nowera melalui kegiatan pengeboran sumur. Harapannya langkah ini bisa mempertahankan tingkat produksi migas di wilayah kerja yang meliputi tujuh kabupaten di Sumatera Selatan.

Operasional Rendah Emisi

Mendco E&P turut menjalankan mandat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) terkait operasional rendah emisi gas rumah kaca (GRK).

Pada 2024–2025 Medco turut melaksanakan fuel gas optimization, flare gas utilization, penonaktifan Enclosed Ground Flare di Keramasan, serta pemanfaatan gas buang menjadi sales gas di Lapangan Matra.

Upaya ini berhasil menekan emisi hingga sekitar 54.000 ton CO2e per tahun, meningkatkan efisiensi energi, sekaligus menciptakan nilai ekonomi tambahan.

“Peran South Sumatra Block sangat krusial dalam menjaga stabilitas pasokan gas nasional. Keberhasilan operasi Medco E&P menunjukkan pentingnya kolaborasi SKK Migas dan KKKS dalam menjaga ketahanan energi Indonesia,” ujar Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Sumbagsel, Syafei.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |