Masayoshi Son Turunkan Porsi Saham SoftBank sebagai Agunan ke Bank

3 months ago 51

Liputan6.com, Jakarta - Miliarder Jepang Masayoshi Son dilaporkan mengurangi jumlah saham SoftBank Group yang dijaminkan kepada lembaga keuangan dalam beberapa bulan terakhir. Langkah ini dilakukan setelah reli saham berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong kebangkitan terbaru dari kekayaan teknologi Son yang dikenal fluktuatif.

Dikutip dari The Straits Times, Senin (15/12/2025) berdasarkan dokumen yang diajukan awal Desember, Son yang menjabat sebagai CEO SoftBank memangkas sekitar 19,4 juta saham yang dijadikan agunan.

Dengan demikian, total saham yang dijaminkan turun senilai sekitar USD 2,1 miliar atau setara SGD 2,7 miliar. Saat ini, Son masih menguasai sekitar 154,2 juta saham SoftBank.

Sekitar 31 persen kepemilikan Son di SoftBank yang tercatat di Bursa Tokyo kini dijaminkan ke bank. Angka tersebut turun signifikan dibandingkan hampir 39 persen pada Maret 2020.

Sebagian besar kekayaan Masayoshi Son—yang diperkirakan mencapai USD 35,3 miliar—berasal dari kepemilikannya lebih dari sepertiga saham di SoftBank, konglomerasi yang ia dirikan dan menaungi berbagai investasi global, mulai dari perusahaan semikonduktor hingga startup teknologi.

Saham SoftBank Melonjak

Saham SoftBank sempat melonjak hampir 200 persen hingga mencapai puncaknya pada akhir Oktober, didorong euforia investasi AI. Meski belakangan terkoreksi akibat kekhawatiran terbentuknya gelembung di sektor tersebut, saham SoftBank masih berada di jalur kenaikan tahunan terbesar sejak 2013.

Dalam dokumen yang sama, terungkap bahwa sebuah perusahaan investasi berbasis di Singapura yang dikendalikan oleh Masayoshi Son kini memegang saham SoftBank senilai sekitar USD 1,1 miliar. Hal ini menandai perubahan dari pola sebelumnya, di mana Son biasanya mengelola kepemilikan sahamnya melalui entitas di Jepang.

Selama bertahun-tahun, Son memang dikenal kerap menggunakan saham SoftBank sebagai jaminan pinjaman ke berbagai bank besar, termasuk Mizuho Financial Group, Deutsche Bank, dan Julius Baer Group. Ia juga sering memindahkan saham di antara berbagai entitas yang berada di bawah kendalinya. Hingga kini, pihak SoftBank belum memberikan komentar resmi terkait langkah tersebut.

Investasi Agresif Masayoshi Son

Masayoshi Son juga dikenal agresif dalam berinvestasi di sektor AI. Ia sempat menanamkan dana besar di perusahaan perangkat keras AI seperti Nvidia, sebelum akhirnya melepas sebagian kepemilikan. Investasinya di Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) bahkan sempat mengantarkannya menjadi orang terkaya di Jepang pada awal 2025.

Menurut analis pasar dari Asymmetric Advisors di Singapura, Amir Anvarzadeh, Son kemungkinan memanfaatkan lonjakan harga saham SoftBank untuk menarik kembali saham yang dijadikan agunan.

“Ketika saham SoftBank diperdagangkan di kisaran 25.000 yen per saham pada Oktober, ia mungkin mengambil kesempatan dari valuasi tersebut untuk mengurangi jaminan,” ujarnya.

Namun, Anvarzadeh menambahkan, sejak itu saham SoftBank kembali berada di bawah tekanan.

Dokumen lain bertanggal 5 Desember juga mengungkap bahwa SAM Wealth Management, perusahaan investasi berbasis di Singapura, meminjam 10 juta saham SoftBank senilai sekitar USD 1,1 miliar dari entitas induk di Jepang yang juga dikendalikan oleh Son.

Meski alasan transaksi ini tidak dijelaskan secara rinci, langkah tersebut kembali menyoroti kompleksitas struktur bisnis dan keuangan yang menopang salah satu kekayaan terbesar dan paling bergejolak di Jepang.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |