Kisah di Balik Nikmatnya Ayam Goreng Rempah Bu Yayuk Yogyakarta

11 hours ago 6

 Ya, sejak pertama kali beroperasi, usaha ini sudah menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran. Angga mengaku, pilihan jatuh pada QRIS BRI karena proses pendaftarannya yang mudah dan praktis.

“Dari awal kita pakai QRIS. Waktu itu milih QRIS BRI karena pendaftarannya simpel,” ujar Angga. 

Menurutnya, kehadiran QRIS kini menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha kuliner. Perubahan perilaku pelanggan yang semakin jarang menggunakan uang tunai membuat transaksi non-tunai menjadi pilihan utama.

“Cash sekarang malah lebih jarang dibanding QRIS. Jadi lebih gampang juga karena enggak perlu kembalian,” katanya.

Selain memudahkan pelanggan, penggunaan QRIS juga membantu pengelolaan keuangan usaha menjadi lebih rapi. Setiap transaksi tercatat secara otomatis sehingga lebih mudah dicek ketika terjadi selisih pencatatan.

“QRIS membantu usaha karena pengeluaran dan pemasukan lebih jelas. Ada log transaksinya, jadi kalau ada yang salah bisa langsung dilihat,” jelasnya.

Di sisi operasional, Angga juga memanfaatkan aplikasi BRImo untuk berbagai kebutuhan usaha, mulai dari transfer hingga pembayaran tagihan listrik. Menurutnya, kemudahan layanan digital banking ikut mendukung kelancaran aktivitas harian bisnis.

KUR BRI Dorong Usaha hingga Kini Punya 4 Cabang

Seiring pertumbuhan usaha yang terus meningkat, pada Maret lalu Bu Yayuk juga memperoleh fasilitas KUR BRI senilai Rp300 juta dengan tenor empat tahun untuk pengembangan usaha.

“Mungkin karena sudah tahu kalau BRI daftarnya gampang. QRIS juga BRI, jadi sekalian saja,” ujar Angga.

Dukungan layanan perbankan tersebut turut membantu pengembangan usaha mereka. Saat ini, dalam kurun waktu sekitar 17 bulan sejak berdiri, Ayam Goreng Rempah Bu Yayuk telah berkembang menjadi empat titik operasional, termasuk cabang di Condongcatur, Babarsari, Demangan (khusus online), serta cabang terbaru di kawasan UII. Selain itu, layanan mereka juga tersedia melalui platform online.

Dimulai dari satu outlet di Condongcatur, usaha ini sempat membuka cabang di Tamsis sebelum akhirnya tutup. Kini, dengan empat titik layanan, pertumbuhan usaha mereka terus berlanjut dan semakin stabil.

Angga menyebut, perkembangan usaha saat ini telah mencapai sekitar 30 persen dibandingkan awal berdiri. Dalam satu hari, Angga mengaku mampu menjual 500 porsi sehari. 

Siapakah Sosok Bu Yayuk? 

Terlepas dari itu, siapakah sosok Bu Yayuk? Nama Bu Yayuk mudah membuat orang berasumsi bahwa sosok tersebut adalah pemilik resep ayam goreng rempah yang menjadi andalan warung ini. Dugaan itu ternyata tidak tepat.

Nama yang kini terpampang di depan warung tersebut bukanlah nama anggota keluarga Angga maupun Fajar. Keduanya sengaja memilih nama Bu Yayuk karena ingin menghadirkan kesan sosok ibu yang hangat, ramah, dan dekat dengan banyak orang.

Inspirasi nama itu justru datang dari masa sekolah mereka di SMA Negeri 9 Yogyakarta. Bu Yayuk adalah nama seorang guru yang meninggalkan kesan baik bagi keduanya, hingga akhirnya diabadikan menjadi identitas usaha yang mereka bangun bersama.

"Nama Bu Yayuk sebenarnya enggak ada sangkut pautnya sama keluarga kami," kata Angga sembari tertawa kecil.

"Saya sama Fajar kan satu SMA di SMA 9 Yogyakarta. Waktu itu kami ingin pakai nama yang identik dengan sosok ibu yang baik hati dan ramah. Nah, Bu Yayuk ini sebenarnya nama guru kami waktu SMA."

Di penghujung cerita, Angga berharap Bu Yayuk dapat terus berkembang dan memberi manfaat bagi banyak orang yang terlibat di dalamnya.

“Harapannya semoga usaha ini lancar terus dan bisa menjadi berkah bagi orang-orang yang terlibat di usaha ini,” pungkasnya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |