Liputan6.com, Jakarta - Bagi banyak orang, sendok, garpu, atau talenan kayu mungkin hanya dianggap sebagai perlengkapan dapur biasa. Namun bagi Rakau Ina, setiap produk yang dibuat memiliki cerita yang panjang tentang upaya menjaga hubungan manusia dengan alam.
Kesadaran itu muncul karena bahan baku utama usaha yang berbasis di Jalan Mbakalan, Ngabean Kulon, Sunduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta tersebut berasal dari hasil alam. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan, Rakau Ina memilih mengambil langkah sederhana dengan mengajak masyarakat terlibat dalam kegiatan penanaman pohon dan berbagai aktivitas edukatif lainnya.
Melalui pendekatan tersebut, Rakau Ina berupaya menunjukkan bahwa usaha juga harus membawa harapan agar semakin banyak orang yang peduli terhadap lingkungan di sekitarnya. Langkah tersebut kemudian mempertemukan Rakau Ina dengan berbagai komunitas, termasuk kelompok seni Ceting dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Bersama para anggotanya, kolaborasi yang dilakukan ini bertujuan untuk membangun ruang edukasi bagi masyarakat yang dikemas secara kreatif.
Berawal dari Tugas Kuliah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8271485/original/022659900_1782122800-WhatsApp_Image_2026-06-22_at_16.51.01.jpeg)
Perbesar
Diceritakan sang owner Hakim Al Ghaffaru (29), usaha yang ia gawangi ini bermula dari tugas kuliahnya di Program Studi Pendidikan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Ketika itu, dirinya membuat sebuah kerajinan untuk tugas akhir yang kemudian dikembangkan dengan memproduksi pot bunga di masa pandemi Covid-19 dan terus berinovasi melalui produk-produk tableware dan home decor.
Beberapa produk yang dihasilkan di antaranya, sendok kayu, garpu kayu, spatula, mangkuk, piring, talenan, gelas kayu, nampan, wadah saji hingga berbagai produk dekorasi dan suvenir berbahan kayu. Selain itu, ada juga seri ekslusfi dengan peralatan makan lengkap yang dibalut dengan kain eco print.
“Untuk harganya sendiri kami mulai dari Rp 9.000, seperti sendok-sendok kecil seperti sendok takar, sendok untuk oles-oles. Nah yang paling mahal itu Rp 900.000 yaitu set stupa, ada mangkuk, piring, sendok, yang digabung dan membentuk stupa candi,” kata Hakim di galerinya, saat ditemui Liputan6.com pada Senin (8/6).
Miliki Kesadaran Lingkungan yang Kuat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8271500/original/093364700_1782122813-WhatsApp_Image_2026-06-22_at_16.51.01__1_.jpeg)
Perbesar
Seiring berkembangnya usaha, Rakau Ina mulai menyadari bahwa penggunaan material alami juga membawa tanggung jawab untuk ikut menjaga keberlangsungan sumber daya tersebut. Dari pemikiran ini lahir berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam aksi penanaman pohon. Kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk membangun kesadaran bahwa menjaga alam dapat dimulai dari langkah sederhana seperti menanam pohon.
Bagi Rakau Ina, penanaman pohon menjadi sarana untuk memahami bahwa sumber daya alam yang digunakan setiap hari membutuhkan perhatian agar alam dan lingkungan sekitar tidak semakin rusak dan disalahgunakan. Kegiatan ini juga akhirnya bisa menjadi ruang bagi masyarakat untuk bertemu, berdiskusi, dan belajar bersama mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
"Karena bahan utama kami berasal dari alam, kami merasa perlu ikut memikirkan bagaimana cara menjaga dan mengembalikan manfaatnya untuk lingkungan," ujar Hakim.
Ketika Penanaman Pohon Menjadi Ruang Bertemu Banyak Komunitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8271550/original/055658700_1782122860-WhatsApp_Image_2026-06-22_at_16.51.02__1_.jpeg)
Perbesar
Berbeda dengan kegiatan lingkungan pada umumnya, Rakau Ina berusaha membuat kegiatan penanaman pohon menjadi lebih dekat dengan berbagai latar belakang masyarakat. Itulah mengapa dirinya menggaet berbagai komunitas, salah satunya kelompok Ceting dari kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.
Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya diajak menanam pohon, tetapi juga saling bertukar pengalaman dan membangun jejaring antarkomunitas. Rakau Ina melihat kolaborasi sebagai cara yang efektif untuk memperluas dampak dari gerakan yang mereka lakukan, sehingga mampu menarik perhatian masyarakat yang sebelumnya mungkin tidak terlalu dekat dengan isu pelestarian.
“Kalau Rakau Ina memang menaruh perhatian ke lingkungan yakni SGD (Sustainable Development Goals), yang bertujuan untuk keberlanjutan di sektor industri. Nah, gerakan ini kami kampanyekan di Instagramnya terpisah bernama Green Rakau, yang juga dijalankan bersama beberapa komunitas, termasuk Ceting dari kampus ISI Yogyakarta,” terangnya.
Kolaborasi dengan Kelompok Ceting untuk Pantai Baros dan Kali Krasak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8271964/original/012761800_1782123356-IMG_2816.JPG__1_.jpeg)
Perbesar
Diterangkan Hakim, kolaborasi ini berangkat dari kesamaan semangat untuk menghadirkan kegiatan yang dapat diikuti oleh masyarakat luas. Rakau Ina lantas menjalankan kegiatan ini melalui kegiatan penanaman pohon bersama Komunitas Ceting. Setidaknya, kegiatan bersama ini telah dilakukan sebanyak beberapa kali yakni di Pantai Baros Bantul dengan menanam bibit mangrove dan di sekitar aliran Sungai Krasak, kawasan lereng Merapi, Sleman, dengan menanam sejumlah jenis pohon.
Disampaikan perwakilan dari Komunitas Ceting, Kukuh (21), kerja sama tersebut menjadi kesempatan untuk mengenalkan seni kepada masyarakat melalui cara yang lebih santai dan bermanfaat. Salah satu yang menarik adalah, mereka yang hadir tidak hanya mengikuti aksi lingkungan tetapi juga diperkenalkan pada proses kreatif seni cetak. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru yang sebelumnya belum pernah mengenal dunia seni cetak secara langsung.
"UMKM seperti Rakau Ina yang peduli dengan sosial atau lingkungan ini memang menarik dan bisa dicontoh, ya. Kan, produknya sendiri memang berasal dari alam, namun tetap ada upaya untuk mengembalikannya dengan cara penanaman pohon. Walaupun gerakannya belum besar, menurut saya ini langkah baik yang dilakukan," kata Kukuh.
Jalankan Gerakan Menjaga Alam dengan Menyenangkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8271979/original/078409100_1782123387-IMG_2822.JPG__1_.jpeg)
Perbesar
Melalui kolaborasi tersebut, Rakau Ina dan Ceting mencoba menghadirkan pengalaman yang berbeda dalam setiap kegiatan yang mereka selenggarakan. Ini juga sesuai dengan visi-misi Ceting yang memang menaruh perhatian di banyak isu sosial dan tidak terbatas di aktivitas seni semata.
Pada kegiatan tersebut, kalangan yang terlibat kemudian mendapatkan gift berupa kreasi cetak tinggi (relief print), lalu di kesempatan lainnya peserta turut diajak mengikuti aktivitas live sablon bersama serta mengenal berbagai bentuk seni cetak yang selama ini dijalankan oleh Ceting.
Karena itu, kegiatan yang dilakukan bersama Rakau Ina menjadi sarana untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai seni sekaligus membangun kesadaran lingkungan secara bersamaan.
"Dengan berkolaborasi bersama Rakau Ina, kami ingin juga mengenalkan seni cetak kepada masyarakat. Kan biasanya di kegiatan menanam itu banyak orang, nah kami bisa sekalian mengenalkan karya kami, dan karena seni bisa dinikmati siapa saja," ujarnya.
Dukungan BRI Membantu Misi Lingkungan Rakau Ina untuk Menjangkau Lebih Banyak Orang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8271561/original/014684000_1782122871-WhatsApp_Image_2026-06-22_at_16.51.02__2_.jpeg)
Perbesar
Upaya yang dilakukan Rakau Ina semakin berkembang setelah mendapatkan dukungan dari BRI melalui berbagai program pembinaan UMKM. Dimulai dari pelatihan, pendampingan, serta kesempatan mengikuti berbagai kegiatan promosi dan pameran, Rakau Ina kemudian bisa memperoleh ilmu yang lebih luas untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat.
“Awal dengan BRI ini mulanya sata lolos di Pengusaha BRILiaN 2023 dan masuk nominasi 10 besar. Dari sana, saya mendapat pelatihan manajemen keuangan, pengelolaan bisnis, digital marketing, foto produk dan lain-lain. Nah, menurut saya, materi yang masuk dan cocok untuk Rakau Ina sendiri ada di manajemen keuangan. Apalagi, saya kan tidak ada latar belakang keuangan,” terangnya.
Dari sini, pertumbuhan usaha dan kepedulian terhadap lingkungan tidak harus berjalan sendiri-sendiri. Keduanya dapat saling mendukung dan berkembang secara bersamaan ketika mendapatkan ekosistem yang tepat. Penguatan usaha tersebut juga membantu Rakau Ina menjalankan berbagai program sosial dan lingkungan secara lebih berkelanjutan, yang juga selaras dengan Bank BRI melalui program BRI Menanam.
Dari sebuah usaha kerajinan alat makan kayu, Rakau Ina kini berkembang menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku usaha, komunitas seni, dan masyarakat dalam satu tujuan yang sama, yaitu menjaga alam melalui langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan bersama.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8275045/original/029881500_1782128564-ChatGPT_Image_Jun_22__2026__06_42_16_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4095585/original/050746000_1658365610-klara-kulikova-DUcVepObkXk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387645/original/081425400_1761087072-Mobil_ambulans.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/3407097/original/096147600_1616320052-040722000_1454749828-20160206-Ilustrasi-Pembunuhan-iStockphoto4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8265415/original/060280300_1782111481-jangan_lupa_makan_enak_hari_ini_____________PenuhRasaPenuhCinta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8264377/original/004846700_1782108967-WhatsApp_Image_2026-06-22_at_12.51.20.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4198809/original/023479600_1666323844-ilustrasi_curanmor.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263797/original/000780500_1782014290-bawal_presto.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263684/original/067451100_1781956113-556a77fc-c4de-4e35-9872-c1914f88a4bf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263664/original/076657600_1781954437-BRIN_dan_BP_Batam_matangkan_rencana_pembangunan_kawasan_terpadu.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263476/original/042471600_1781931951-Sekolah_Rakyat.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263350/original/020246600_1781891525-beringharjo4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263258/original/041334300_1781872296-365533.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262166/original/087364900_1781773654-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_3.58.57_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262861/original/026507500_1781852010-IMG_20260618_140632_768.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262856/original/072721800_1781851273-1000861185.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262446/original/023114400_1781795444-ChatGPT_Image_Jun_18__2026__10_09_20_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262427/original/038502900_1781790224-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_20.35.13__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262431/original/080013000_1781790387-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_20.35.12.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5280801/original/097453400_1752281943-AP25189527502082__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509994/original/069472800_1771813365-IMG-20260223-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1285023/original/047248200_1468217217-20160711-Layanan-Samsat-Keliling-HEL3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5873691/original/093224900_1778774366-Bukan_lilin_biasa____tapi_apa_yang_membuatnya_istimewa_____Swipe_dan_temukan_jawabannya______scentedca__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537841/original/020270100_1774468938-IMG_20260313_113512_559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4140041/original/079196900_1661823451-30_agustus_2022-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539459/original/042034000_1774601091-Depositphotos_233856638_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1817916/original/096432200_1514865744-20180102-IHSG-FF2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356528/original/090932500_1611299592-20210122-IHSG-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5359436/original/029861900_1758670607-WhatsApp_Image_2025-09-24_at_06.35.24_209b2d99.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1401511/original/009072700_1478763262-20161110-Hari-ini-IHSG-di-buka-menguat-di-level-5.444_04-AY2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4173636/original/078085200_1664337307-bbm32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551789/original/055789600_1775743244-1001152736.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4974922/original/030934700_1729512194-IMG-20241021-WA0020.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559452/original/026961700_1776575429-0419_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)