IHSG Hari Ini 9 Maret 2026 Terperosok 3,27%, Seluruh Sektor Saham Memerah

8 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan saham Senin (9/3/2026). IHSG hari ini tertekan di tengah seluruh sektor saham memerah dan rupiah tembus 16.940 terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 3,27% ke posisi 7.337,36. Indeks saham LQ45 terpangkas 3,28% ke posisi 750,57. Seluruh indeks saham acuan memerah.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya menyebutkan, IHSG melemah di tengah sentimen geopolitik dan potensi inflasi.

"Dari konflik di Timur Tengah, penutupan Selat Hormuz membuat para produsen minyak di Timur Tengah mengurangi produksinya, seiring kekurangan tempat penyimpanan minyaknya karena tidak dapat mengirimkan produksinya ke pelanggan,” ujar dia seperti dikutip dari Antara.

Seiring dengan itu, harga minyak mentah meningkat tajam yaitu minyak WTI naik 11,86 persen ke level 101,68 dolar AS per barel dan minyak Brent naik 12,77 persen ke level 104,53 dolar AS per barel pada perdagangan hari ini pukul 17.12 WIB, yang menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi inflasi dan perlambatan ekonomi global.

Sementara itu, para menteri keuangan negara G7 dijadwalkan membahas kemungkinan pelepasan cadangan darurat minyak secara bersama-sama.

Penarikan cadangan strategis ini sebelumnya pernah dilakukan sebanyak lima kali, diantaranya ketika invasi Rusia ke Ukraina, gangguan pasokan di Libya, badai Katrina, serta selama Perang Teluk pertama.

Dari kawasan Asia, inflasi China meningkat 1,3 persen (yoy) pada Februari 2026 dari 0,2 persen (yoy) pada Januari 2026, atau membukukan kenaikan tertinggi sejak Januari 2023 serta di atas ekspektasi yang sebesar 0,8 persen.

Peningkatan ini terutama efek dari adanya perayaan Tahun Baru Imlek di pertengahan Februari 2026. Selanjutnya investor akan menantikan data ekspor impor Tiongkok di Januari-Februari 2026.

Dari dalam negeri, indeks keyakinan konsumen (IKK) turun di level 125,2 pada Februari 2026 dari sebelumnya 127 pada Januari 2025, seiring dengan melemahnya prospek ekonomi, ekspektasi pendapatan untuk enam bulan ke depan, serta ekspektasi ketersediaan lapangan kerja selama enam bulan ke depan.

Sektor Saham

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.403,73 dan level terendah 7.156,68. Sebanyak 708 saham melemah sehingga bebani IHSG. 68 saham menguat dan 41 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 2.474.203 kali dengan volume perdagangan 46,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 23,9 triliun. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat di kisaran 16.940.

Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham transportasi merosot 5,22%, dan catat penurunan terbesar. Sektor saham basic turun 4,59% dan sektor saham properti melemah 4,57%.

Sektor saham energi terperosok 4,33%, sektor saham industri terpangkas 4,04%. Lalu sektor saham industri tergelincir 4,04%, sektor saham consumer nonsiklikal susut 3,5%, sektor saham consumer siklikal turun 4,54%.

Lalu sektor saham kesehatan melemah 2,74%, sektor saham keuangan susut 1,34%, sektor saham teknologi melemah 1,58%, dan sektor saham teknologi terpangkas 1,58%.

Gerak Saham

Awal pekan ini, saham CDIA turun 5,59% ke posisi Rp 845 per saham. Saham CDIA dibuka turun 20 poin ke posisi Rp 875 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 895 per saham. Harga saham CDIA berada di level tertinggi Rp 890 dan level terendah Rp 780 per saham. Total frekuensi perdagangan 18.218 kali dengan volume perdagangan saham 1.161.614 saham. Nilai transaksi Rp 98 miliar.

Harga saham PGEO terperosok 4,88% ke posisi Rp 975 per saham. Harga saham PGEO berada di level tertinggi Rp 1.015 dan terendah Rp 975 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 6.574 kali dengan volume perdagangan saham 310.330 saham. Nilai transaksi harian Rp 30,7 miliar.

Harga saham MEDC terpangkas 4,25% ke posisi Rp 1.690 per saham. Saham MEDC dibuka naik ke posisi Rp 1.860 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 1.765 per saham. Harga saham MEDC berada di level tertinggi Rp 1.895 dan level terendah Rp 1.680 per saham. Total frekuensi perdagangan 68.404 kali dengan volume perdagangan saham 4.288.081 saham. Nilai transaksi Rp 769,4 miliar.

Harga saham MDKA turun 4,31% ke posisi Rp 3.330 per saham. Saham MDKA dibuka melemah ke posisi Rp 3.300 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 3.480 per saham. Saham MDKA berada di level tertinggi Rp 3.370 dan level terendah Rp 3.000 per saham. Total frekuensi perdagangan 23.844 kali dengan volume perdagangan saham 1.328.169 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 424,4 miliar.

Top Gainers-Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham RANC melonjak 24,53%
  • Saham SHID melonjak 24,50%
  • Saham OILS melonjak 17,76%
  • Saham BSIM melonjak 14,92%
  • Saham MKAP melonjak 14,43%

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham RONY merosot 15%
  • Saham PPRI merosot 15%
  • Saham EZO merosot 15%
  • Saham INDO merosot 14,97%
  • Saham FILM merosot 14,93%

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BUMI senilai Rp 1,4 triliun
  • Saham ENRG senilai Rp 1,1 triliun
  • Saham BMRI senilai Rp 1 triliun
  • Saham BBCA senilai Rp 1 triliun
  • Saham BBRI senilai Rp 773,2 miliar

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BUMI tercatat 100.478 kali
  • Saham ENRG tercatat 99.435 kali
  • Saham BBRI tercatat 70.247 kali
  • Saham MEDC tercatat 68.402 kali
  • Saham ANTM tercatat 56.634 kali

Bursa Saham Asia Pasifik

Sementara itu, bursa saham regional Asia Senin sore ini lesu. indeks Nikkei susut 2.892,10 poin atau 5,20 persen ke 56,728,69, indeks Shanghai terpangkas 27,58 poin atau 0,67 persen ke 4.096,60.

Mengutip Antara, indeks Hang Seng merosot 348,82 poin atau 1,35 persen ke 25.408,46, dan indeks Strait Times melemah 91,64 poin atau 1,89 persen ke 4.756,60.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |