IHSG Hari Ini 9 Maret 2026 Anjlok 4,34%, Analis Ungkap Penyebabnya

8 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok signifikan pada perdagangan saham awal sesi, Senin, (9/3/2026). Koreksi IHSG hari ini mengikuti bursa saham Asia Pasifik yang tertekan dan seluruh sektor saham memerah.

Mengutip data RTI, IHSG turun 3,19% ke posisi 7.343,96 dari penutupan sebelumnya 7.585,68. Pada pukul 09.34 WIB, IHSG tersungkur 4,34% ke posisi 7.259. Indeks saham LQ45 susut 3,91% menjadi 745,77. Seluruh indeks saham acuan memerah.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 7.374,31 dan level terendah 7.156,68. Sebanyak 659 saham tertekan sehingga membebani IHSG. 41 saham menguat dan 40 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 820.790 kali dengan volume perdagangan saham 18,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.970.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono menuturkan, koreksi IHSG sejalan dengan pergerakan bursa saham global dan regional Asia yang terkoreksi. Hal itu dipengaruhi ketegangan konflik di Timur Tengah dan dampak dari penutupan Selat Hormuz.

“Kami memperkirakan dengan ada eskalasi konflik di Timur Tengah dan dampak dari penutupan Selat Hormuz masih menjadi sentimen,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia mengatakan, harga minyak mentah juga menguat di atas USD 100 per barel dan nilai tukar rupiah sudah menembus level psikologis dan berada di Rp 17.009 per dolar Amerika Serikat.

“Dari sisi teknikal, kami sudah proyeksikan IHSG masih melanjutkan koreksinya pada report teknikal pagi ini,” kata dia.

Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham energi terpangkas 3,85%, sektor saham basic turun 5,8%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham industri merosot 4,2%, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 3,68%, sektor saham siklikal turun 5,05%.

Kemudian sektor saham kesehatan melemah 2,06%, sektor saham keuangan terpangkas 2,26%, sektor saham properti merosot 4,02%. Lalu sektor saham teknologi susut 1,42%, sektor saham infrastruktur turun 5,8% dan sektor saham transportasi terpangkas 3,13%.

Gerak Saham

Pada awal sesi pekan ini, saham INET melemah 9,66% ke posisi Rp 264 per saham. Saham INET dibuka turun 30 poin ke posisi Rp 260 per saham. Harga saham INET berada di level tertinggi Rp 264 dan terendah Rp 248 per saham. Total frekuensi perdagangan 8.150 kali dengan volume perdagangan 2.415.165 saham. Nilai transaksi harian Rp 61,8 miliar.

Harga saham ARCI merosot 6,55% ke posisi Rp 1.570 per saham. Harga saham ARCI dibuka melemah ke posisi Rp 1.560 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 1.680 per saham. Saham ARCI berada di level tertinggi Rp 1.580 dan terendah Rp 1.485 per saham. Total frekuensi perdagangan 10.613 kali dengan volume perdagangan saham 603.775 saham. Nilai transaksi Rp 92,9 miliar.

Harga saham BREN terpangkas 6,15% ke posisi Rp 7.250 per saham. Harga saham BREN dibuka melemah 400 poin ke posisi Rp 7.325 per saham. Harga saham BREN berada di level tertinggi Rp 7.325 dan terendah Rp 6.800 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.914 kali dengan volume perdagangan 29.057 saham. Nilai transaksi Rp 20,7 miliar.

Top Gainers-Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham YPAS melonjak 17,27%
  • Saham SICO melonjak 14,49%
  • Saham OILS melonjak 14,02%
  • Saham BOBA melonjak 12,50%
  • Saham MKAP melonjak 10,95%

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham PPRI merosot 15%
  • Saham IRSX merosot 14,69%
  • Saham SOTS merosot 14,69%
  • Saham SKBM merosot 14,69%
  • Saham ALKA merosot 14,39%

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BUMI senilai Rp 712,2 miliar
  • Saham ENRG senilai Rp 511,1 miliar
  • Saham BMRI senilai Rp 386,7 miliar
  • Saham MEDC senilai Rp 381,9 miliar
  • Saham BBCA senilai Rp 342,4 miliar

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BUMI tercatat 43.137 kali
  • Saham ENRG tercatat 40.727  kali
  • Saham MEDC terctata 29.310 kali
  • Saham BBRI tercatat 24.175 kali
  • Saham BIPI tercatat 22.148 kali

Prediksi IHSG dan Saham Pilihan

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Senin, (9/3/2026). IHSG hari ini akan bergerak di kisaran 7.140-7.391. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG merosot 1,62% ke 7.585 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, koreksi dari IHSG pun sempat menguji area supportnya pada perdagangan saham Jumat, 6 Maret 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pihaknya memperkirakan posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave [y] dari wave 4 atau dari wave (2) pada label merah.

“Hal tersebut berarti, perlu dicermati area 7.140-7.391 sebagai area koreksi berikutnya,” kata Herditya dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support di 7.311, 7.391 dan level resistance 7.934,8.154 pada perdagangan saham Senin pekan ini.

Pada pekan ini, Herditya menuturkan, IHSG masih rawan melanjutkan koreksi ke level suppot 7.481 dan level resistance di 7.727.

Selama sepekan akan dipengaruhi sejumlah sentimen. Pertama, menurut Herditya masih seputar konflik Timur Tengah yang akan mempengaruhi pergerkaan harga komoditas terutama minyak mentah dan emas. Kedua, rilis data inflasi China dan Amerika Serikat (AS) kemudian disusul oleh data Produk Domestik Bruto (PDB) dan pekerjaan AS. “Ketiga mendekati momentum Lebaran, di mana akan terjadi aksi profit taking dahulu,” kata dia.

Rekomendasi Saham

Herditya memilih saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Buy on Weakness

Saham AADI terkoreksi 0,24% ke 10.300 dan masih didominasi oleh tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi AADI saat ini berada pada bagian dari wave [iv] dari wave A dari wave (Y),” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 9.350-10.175

Target Price: 10.950, 11.425

Stoploss: below 9.225

2.PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Buy on Weakness

Saham BBCA terkoreksi 1,41% ke 7.000 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi BBCA saat ini berada pada bagian dari wave (c) dari wave [ii],” kata dia.

Buy on Weakness: 6.600-6.700

Target Price: 7.275, 7.575

Stoploss: below 6.375

3.PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) - Buy on Weakness

Saham CUAN menguat ke 1.320 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Saat ini, posisi CUAN berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C) dari wave [A].

Buy on Weakness: 1.040-1.220

Target Price: 1.475, 1.745

Stoploss: below 995

4.PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) - Buy on Weakness

Saham MBMA terkoreksi 1,38% ke 715 tetapi disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi MBMA saat ini sedang berada pada bagian dari wave A dari wave (B) pada label hitam,” ujar dia.

Buy on Weakness: 630-685

Target Price: 750, 790

Stoploss: below 605

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |