IHSG Hari Ini 8 Januari 2026 Diprediksi Menguat, Simak Rekomendasi Sahamnya

1 month ago 50

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan kenaikan pada perdagangan saham Kamis, (8/1/2026). IHSG hari ini berpotensi menguat jika level support bertahan di 8.900. Lalu apa saja rekomendasi sahamnya?

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup naik 0,13% disertai dengan aksi beli saham oleh investor asing Rp 230 miliar pada perdagangan Rabu, 7 Januari 2026. Saham-saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing antara lain saham ANTM, BBRI, INCO, ASII dan TINS.

"IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini jika kuat bertahan di support 8.900,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.900-8.930 dan level resistance 8.970-9.000 pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

Dalam riset PT Samuel Sekuritas menyebutkan, IHSG hari ini akan melemah didorong sentimen negative dari pasar regional.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA).

Berikut rekomendasi teknikal dari BNI Sekuritas:

Trading Idea hari ini: BMRI, RAJA, CBDK, KPIG, PGAS, dan OASA

  • BMRI Spec Buy dengan area beli di 4800-4810, cutloss di bawah 4760. Target dekat di 4850-4870.
  • RAJA Spec Buy dengan area beli di 7300-7375, cutloss di bawah 7275. Target dekat di 7425-7525.
  • CBDK Spec Buy dengan area beli di 7500-7575, cutloss di bawah 7450. Target dekat di 7675-7775.
  • KPIG Spec Buy dengan area beli di 206-210, cutloss di bawah 200. Target dekat di 216-224.
  • PGAS Buy on Weakness dengan area beli di 1930-1935, cutloss di bawah 1915. Target dekat di 1965-2000.
  • OASA Buy if Break 418, dengan target dekat di 450-456. Cutloss di bawah 400.    

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 7 Januari 2026

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (7/1/2026) sore. Pergerakan positif ini dipicu oleh ekspektasi pelaku pasar terhadap peluang pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed), pada 2026.

IHSG ditutup naik 11,19 poin atau 0,13 persen ke level 8.944,80. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan mencatat kenaikan lebih kuat, yakni 6,26 poin atau 0,72 persen ke posisi 871,32.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai sentimen global menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar saham domestik.

“Pasar tampaknya memiliki ekspektasi terkait pelonggaran kebijakan moneter yang akan dilakukan oleh The Fed tahun ini,” ujar Nico dikutip dari Antara. 

Optimisme tersebut tercermin dari pergerakan IHSG yang sejak pembukaan perdagangan langsung bergerak di zona hijau. Hingga penutupan sesi pertama, indeks tetap bertahan positif dan melanjutkan penguatannya pada sesi kedua hingga akhir perdagangan.

Data AS dan China

Dari sisi global, Nico menjelaskan harapan pemangkasan suku bunga The Fed didorong oleh melemahnya data Purchasing Managers' Index (PMI) Jasa AS. PMI Jasa AS tercatat turun dari 52,9 menjadi 52,5, yang mengindikasikan perlambatan aktivitas ekonomi.

Selain AS, sentimen positif juga datang dari China. Bank sentral China memberikan sinyal kemungkinan pemotongan suku bunga serta pengurangan persyaratan cadangan wajib. Kebijakan tersebut dipandang sebagai langkah untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan likuiditas tetap terjaga.

Dari sisi sektoral, mayoritas indeks sektoral IDX-IC bergerak menguat. Delapan sektor mencatat kenaikan, dipimpin oleh sektor industri yang melonjak 2,23 persen. Selanjutnya, sektor barang konsumen nonprimer naik 1,62 persen dan sektor barang baku menguat 0,92 persen.

Kinerja Perdagangan

Di sisi lain, terdapat tiga sektor yang mengalami pelemahan, yakni sektor transportasi dan logistik yang turun paling dalam sebesar 1,03 persen. Disusul sektor barang konsumen primer yang melemah 0,64 persen serta sektor teknologi yang turun 0,32 persen.

Saham-saham yang mencatat penguatan terbesar antara lain OPMS, OASA, INPC, MHKI, dan KPIG. Sementara itu, saham yang mengalami penurunan terdalam meliputi GSMF, COIN, NRCA, PADA, dan DOOH.

Dari sisi aktivitas perdagangan, frekuensi transaksi tercatat mencapai 4.576.949 kali dengan volume perdagangan sebanyak 70,56 miliar saham dan nilai transaksi Rp36,87 triliun. Sebanyak 344 saham menguat, 362 saham melemah, dan 104 saham stagnan.

Sementara pergerakan bursa Asia bervariasi. Indeks Nikkei melemah 1,04 persen, Hang Seng turun 0,94 persen, Shanghai menguat tipis 0,05 persen, dan Strait Times naik 0,13 persen.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |