IHSG Hari Ini 6 Januari 2026 Diprediksi Melemah, Cek Rekomendasi Sahamnya

2 days ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Selasa, (6/1/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham hari ini?

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup naik 1,27%, tetapi disertai dengan aksi jual saham oleh investor asing Rp 9,98 miliar pada perdagangan saham Senin, 5 Januari 2026. Saham yang paling banyak dijual asing antara lain saham BUMI, MEDC, BBRI, EMAS dan JPFA.

Head of Retail Research Analyst PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman menuturkan, IHSG berpotensi koreksi wajar pada perdagangan saham Selasa pekan ini. IHSG akan bergerak di level support 8.780-8.800 dan level resistance 8.880-8.900.

Dalam riset PT Samuel Sekuritas menyebutkan, IHSG akan bergerak sideways didorong sentimen pasar global dan regional yang cenderung bervariasi. Pada Selasa pagi ini, indeks Kospi diperdagangkan melemah 1,03% dan indeks Nikkei dibuka menguat 1,02%.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA).

Trading Idea hari ini:  INET, BRMS, MBMA, UNTR, ARCI, dan HRTA

  • INET Spec Buy dengan area beli di 590, cutloss di bawah 560. Target dekat di 615-650.
  • BRMS Spec Buy dengan area beli di 1260-1275, cutloss di bawah 1240. Target dekat di 1290-1310.
  • MBMA Spec Buy dengan area beli di 620-625, cutloss di bawah 615. Target dekat di 635-645.
  • UNTR Spec Buy dengan area beli di 30750-30800, cutloss di bawah 30500. Target dekat di 31000-31300.
  • ARCI Buy if Break 1725, dengan target jual dekat di 1745-1775. Cutloss di bawah 1700.
  • HRTA Spec Buy dengan area beli di 2240-2270, cutloss di bawah 2220. Target dekat di 2310-2380.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Kinerja IHSG pada 5 Januari 2026

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Senin sore dan mencatatkan level tertinggi sepanjang masa. Penguatan IHSG didorong sentimen positif dari stabilnya data perekonomian domestik serta pergerakan bursa saham regional Asia.

Pada Senin (5/1/2026), IHSG ditutup naik 111,06 poin atau 1,27 persen ke posisi 8.859,19. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 turut menguat 7,77 poin atau 0,91 persen ke level 859,77.

“Penguatan IHSG sejalan dengan bursa regional Asia dan juga dukungan katalis positif rilis data ekonomi dalam negeri, dimana posisi neraca perdagangan Indonesia bulan November 2025 mencatatkan surplus dan inflasi terjaga,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus alias Nico, dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 mencatatkan surplus sebesar 2,66 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Selain itu, inflasi Desember 2025 tercatat sebesar 0,64 persen secara bulanan (mtm) dan 2,92 persen secara tahunan (yoy).

Data Ekonomi Dalam Negeri

Secara keseluruhan, laju inflasi Indonesia sepanjang 2025 dinilai tetap terjaga dan masih berada dalam kisaran target Bank Indonesia (BI) sebesar 1,5 hingga 3,5 persen. Kondisi tersebut memberikan ruang optimisme bagi pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Dari mancanegara, pelaku pasar cenderung mengabaikan kekhawatiran geopolitik menyusul serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela. Fokus investor justru beralih ke data ekonomi China yang menunjukkan aktivitas bisnis masih berada di zona ekspansif.

Survei sektor swasta menunjukkan aktivitas bisnis China bertahan ekspansif selama tujuh bulan berturut-turut. Pada Desember 2025, indeks tercatat di level 52,0, sedikit menurun dibandingkan November 2025 yang berada di 52,1. Data tersebut mencerminkan dukungan dari aktivitas sektor jasa yang lebih kuat serta peningkatan kembali produksi pabrik.

Presiden China Xi Jinping juga mengisyaratkan kebijakan makro yang lebih proaktif pada 2026 guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 4.010.984 transaksi dengan volume 70,26 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp30,32 triliun. Sebanyak 446 saham menguat, 246 saham melemah, dan 114 saham stagnan.

Di kawasan Asia, bursa regional juga bergerak positif. Indeks Nikkei melonjak 2,97 persen, Shanghai Composite naik 1,38 persen, dan Strait Times menguat 0,52 persen.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |