IHSG Hari Ini 14 Januari 2026 Diprediksi Menguat, Cek Rekomendasi Sahamnya

1 day ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang naik pada perdagangan saham Rabu, (14/1/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?

Berdasarkan riset PT Samuel Sekuritas Indonesia menyebutkan, IHSG  hari ini akan menguat dipicu oleh sentimen positif dari pasar internasional dan regional.

Selain itu, pada perdagangan saham Rabu pagi ini, indeks Kospi dibuka menguat 0,20% dan indeks Nikkei juga dibuka bertambah 0,90%.

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG kemarin ditutup naik 0.72%, disertai dengan net buy asing Rp 1,45 triliun. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah INCO, ASII, MBMA, BBNI, dan ANTM.

"IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan sepanjang bertahan di support 8.900,” ujar Head of Retail BNI Sekuritas, Fanny Suherman.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.860-8.900 dan level resistance 8.970-9.000.

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)0, PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)

Trading Idea hari ini: MEDC, ARCI, CDIA, MINA, ANTM, dan ENRG

  • MEDC Buy if Break 1505, dengan target dekat di 1530-1560. Cutloss di bawah 1490.
  • ARCI Spec Buy dengan area beli di 1745-1755, cutloss di bawah 1735. Target dekat di 1770-1805.
  • CDIA Buy if Break 1540, dengan target dekat di 1575-1620. Cutloss di bawah 1510.
  • MINA Spec Buy dengan area beli di 560-570, cutloss di bawah 550. Target dekat di 615-645.
  • ANTM Spec Buy dengan area beli di 3840-3880, cutloss di bawah 3810. Target dekat di 3920-3950.
  • ENRG Spec Buy dengan area beli di 1635-1645, cutloss di bawah 1620. Target dekat di 1670-1710.     

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 13 Januari 2026

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 0,72% ke posisi 8.948,30. Indeks saham LQ45 bertambah 1,42% ke posisi 878,96. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau. Adapun IHSG hari ini mencetak rekor tertinggi baru.

Associate Director of Research and Invesment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menuturkan, sentimen eksternal dan internal menopang laju IHSG yang bervariasi.

Dari global, Nico menuturkan, pelaku pasar cenderung menantikan kondisi makroekonomi AS yakni laporan inflasi terbaru untuk mendapatkan petunjuk tentang arah kebijakan the Federal Reserve (the Fed) selanjutnya. Pelaku pasar memperkirakan dua kali penurunan suku bunga oleh The Fed pada tahun ini mulai Juni 2026.

"Meskipun kejutan positif dalam inflasi dapat membatasi ruang gerak bank sentral untuk melonggarkan kebijakan," ujar Nico dikutip dari Antara.

Sentimen IHSG Lainnya

Sebelumnya, laporan penggajian non-pertanian pada pekan lalu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS berada di bawah perkiraan untuk Desember 2025, yang memperkuat prospek lebih lunak untuk kebijakan The Fed.

Dari kawasan Asia, Jepang melaporkan surplus neraca transaksi berjalan meningkat menjadi 3.674,1 miliar Yen pada November 2025, dari sebelumnya 3.338,9 miliar Yen pada periode sama tahun sebelumnya, melampaui ekspektasi pasar sebesar 3.594 miliar Yen.

Dari dalam negeri, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan melanjutkan sejumlah kebijakan stimulus pada 2026, yang berfokus pada program magang, insentif PPh final UMKM, PPh DTP, PPN DTP perumahan, serta diskon iuran JKK/JKM.

Nico menuturkan, paket stimulus sebagai upaya pemerintah untuk menjaga daya konsumsi rumah tangga, sehingga akan menopang ketahanan ekonomi dalam negeri.

Di sisi lain, menurut dia, ada potensi tekanan pasar seiring aksi profit taking, serta sentimen lainnya yaitu rilis Citigroup yang memproyeksikan defisit fiskal Indonesia tahun 2026 akan melambat dari batas aman dan di proyeksikan mencapai 3,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sedangkan aturan fiskal Indonesia defisit sebesar 3 persen dari PDB.

"Tentunya ini akan berdampak pada perlambatan ekonomi secara keseluruhan," kata Nico.

Sektor Saham

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.956,72 dan level terendah 8.841,01. Sebanyak 327 saham melemah sehingga bebani IHSG. Namun, 348 saham menguat dan 131 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 3.805.286 kali dengan volume perdagangan saham 62,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 33,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.859.

Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham basic menguat 2,67%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham industri bertambah 2,12%, sektor saham properti melesat 1,77%. Selain itu, seltor saham consumer nonsiklikal menguat 0,75%, sektor saham kesehatan melambung 0,73%, sektor saham keuangan bertambah 0,33%. Lalu sektor saham infrastruktur mendaki 0,33%.

Di sisi lain, sektor saham consumer siklikal melemah 1,85%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham transportasi merosot 0,91%, sektor saham teknologi terpangkas 0,73%, dan sektor saham energi melemah 0,54%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |