Harga Saham BBRM Naik 221 Persen, Ini Pengakuan Manajemen Pelayaran Nasional Bina Buana Raya

1 month ago 34

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) melonjak signifikan dalam periode Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Dalam Sebulan terakhir, harga saham BBRM naik 108 persen dari Rp 115 menjadi Rp 244. Sedangkan dalam 6 bulan terakhir naik 221 persen dari Rp 76 menjadi Rp 244.

Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Naim Machzyumi, menyampaikan bahwa peningkatan harga saham disertai lonjakan volume transaksi sepenuhnya dipengaruhi oleh dinamika pasar.

"Peningkatan harga kumulatif saham yang signifikan dan peningkatan volume transaksi sepenuhnya merupakan hasil dari dinamika pasar," kata Naim dalam Public Expose BBRM, Rabu (7/1/2026).

Perseroan menegaskan tidak terdapat faktor internal yang secara langsung memicu lonjakan harga saham. Seluruh pergerakan harga dinilai merupakan hasil interaksi permintaan dan penawaran di pasar reguler.

Tak Ada Informasi Material Tersembunyi

Ia pun memastikan hingga pelaksanaan public expose, tidak ada fakta atau kejadian material yang belum diungkap kepada publik. Seluruh informasi yang berpotensi memengaruhi keputusan investor telah disampaikan secara terbuka sesuai ketentuan.

"Sampai dengan tanggal pelaksanaan public expouse ini seluruh informasi fakta atau kejadian material lain telah disampaikan kepada publik atau masyarakat secara terbuka," ujarnya.

Penegasan tersebut disampaikan sebagai respons atas perhatian pasar terhadap lonjakan harga saham yang tidak biasa. Naim menilai penting untuk meluruskan persepsi agar tidak muncul spekulasi terkait adanya informasi internal yang belum dipublikasikan.

Kepatuhan Regulasi

Naim juga menegaskan komitmen penuh terhadap kepatuhan regulasi pasar modal. Perseroan memastikan seluruh kewajiban pelaporan dan keterbukaan informasi telah dipenuhi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan investor dan integritas pasar. Transparansi dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan perdagangan saham yang sehat dan berkeadilan.

"Perseroan senantiasa patuh dan memenuhi seluruh ketentuan serta peraturan yang berlaku di pasar modal termasuk pemenuhan kewajiban penyampaian dan keterbukaan informasi," pungkasnya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |