Harga Minyak Dunia Terus Menguat, Intip Gerak Saham Emiten Terkait Minyak di BEI

5 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia melonjak melampaui USD 100 per barel pada Minggu, 8 Maret 2026. Lonjakan harga minyak ini terjadi seiring produsen utama di Timur Tengah memangkas produksi, sementara Selat Hormuz jalur penting pengiriman minyak—masih ditutup akibat konflik yang melibatkan Iran. Lalu bagaimana pergerakan saham emiten minyak?

Mengutip CNBC, Senin (9/3/2026), harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 17% atau sebesar USD 15,32 menjadi USD 106,22 per barel. Sementara itu, harga minyak Brent meningkat 15% atau USD 14,28 hingga mencapai USD 106,92 per barel.

Sepanjang pekan lalu, harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) melonjak sekitar 35%, mencatatkan kenaikan mingguan terbesar dalam sejarah perdagangan berjangka sejak 1983.

Kenaikan harga minyak di atas USD 100 per barel terakhir kali terjadi setelah Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada 2022.

Bagaimana dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap emiten terkait minyak dan gas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)?

Melansir data Stockbit pada perdagangan, Senin (9/3/2026), pukul 10.00 WIB saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) berada pada level 1.800 menguat 1,98 persen atau 35 poin. MEDC dibuka pada harga 1.860 dari penutupan sebelumnya pada level 1.765. 

Kemudian, PT Elnusa Tbk (ELSA) berada pada level 860 menguat 1,18 persen atau 10 poin. ELSA dibuka pada harga 925 dari penutupan sebelumnya pada level 850. 

PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (Persero) (PGAS), berada pada level 2.170 melemah 8,44 persen atau 200 poin. PGAS dibuka pada harga 2.250 dari penutupan sebelumnya pada level 2.370.

Adapun, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) berada pada level 1.795 melemah 1,64 persen atau 30 poin. ENRG dibuka pada harga 1.950 dari penutupan sebelumnya pada level 1.825.

Selanjutnya, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), berada pada level 1.270 menguat 1,20 persen atau 15 poin. AKRA dibuka pada harga 1.300 dari penutupan sebelumnya pada level 1.255.

Kemudian, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), berada pada level 3.470 melemah 7,96 persen atau 300 poin. RAJA dibuka pada harga 3.600 dari penutupan sebelumnya pada level 3.770.

Pembukaan IHSG pada 9 Maret 2026

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok signifikan pada perdagangan saham awal sesi, Senin, (9/3/2026). Koreksi IHSG hari ini mengikuti bursa saham Asia Pasifik yang tertekan dan seluruh sektor saham memerah.

Mengutip data RTI, IHSG turun 3,19% ke posisi 7.343,96 dari penutupan sebelumnya 7.585,68. Pada pukul 09.34 WIB, IHSG tersungkur 4,34% ke posisi 7.259. Indeks saham LQ45 susut 3,91% menjadi 745,77. Seluruh indeks saham acuan memerah.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 7.374,31 dan level terendah 7.156,68. Sebanyak 659 saham tertekan sehingga membebani IHSG. 41 saham menguat dan 40 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 820.790 kali dengan volume perdagangan saham 18,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.970.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono menuturkan, koreksi IHSG sejalan dengan pergerakan bursa saham global dan regional Asia yang terkoreksi. Hal itu dipengaruhi ketegangan konflik di Timur Tengah dan dampak dari penutupan Selat Hormuz.

"Kami memperkirakan dengan ada eskalasi konflik di Timur Tengah dan dampak dari penutupan Selat Hormuz masih menjadi sentimen,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Sektor Saham

Ia mengatakan, harga minyak mentah juga menguat di atas USD 100 per barel dan nilai tukar rupiah sudah menembus level psikologis dan berada di Rp 17.009 per dolar Amerika Serikat.

“Dari sisi teknikal, kami sudah proyeksikan IHSG masih melanjutkan koreksinya pada report teknikal pagi ini,” kata dia.

Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham energi terpangkas 3,85%, sektor saham basic turun 5,8%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham industri merosot 4,2%, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 3,68%, sektor saham siklikal turun 5,05%.

Kemudian sektor saham kesehatan melemah 2,06%, sektor saham keuangan terpangkas 2,26%, sektor saham properti merosot 4,02%. Lalu sektor saham teknologi susut 1,42%, sektor saham infrastruktur turun 5,8% dan sektor saham transportasi terpangkas 3,13%.

Harga Saham

Pada awal sesi pekan ini, saham INET melemah 9,66% ke posisi Rp 264 per saham. Saham INET dibuka turun 30 poin ke posisi Rp 260 per saham. Harga saham INET berada di level tertinggi Rp 264 dan terendah Rp 248 per saham. Total frekuensi perdagangan 8.150 kali dengan volume perdagangan 2.415.165 saham. Nilai transaksi harian Rp 61,8 miliar.

Harga saham ARCI merosot 6,55% ke posisi Rp 1.570 per saham. Harga saham ARCI dibuka melemah ke posisi Rp 1.560 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 1.680 per saham. Saham ARCI berada di level tertinggi Rp 1.580 dan terendah Rp 1.485 per saham. Total frekuensi perdagangan 10.613 kali dengan volume perdagangan saham 603.775 saham. Nilai transaksi Rp 92,9 miliar.

Harga saham BREN terpangkas 6,15% ke posisi Rp 7.250 per saham. Harga saham BREN dibuka melemah 400 poin ke posisi Rp 7.325 per saham. Harga saham BREN berada di level tertinggi Rp 7.325 dan terendah Rp 6.800 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.914 kali dengan volume perdagangan 29.057 saham. Nilai transaksi Rp 20,7 miliar.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |