Emiten SMAR Siapkan Rp 220 Miliar untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

1 month ago 42

PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) menyiapkan dana untuk membayar obligasi berkelanjutan II Tahap III 2021.

Diterbitkan 19 Februari 2026, 11:55 WIB

Share

Paling sering ditanyakan

  • Apa yang akan dilakukan PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)?
  • Berapa jumlah dana yang disiapkan SMAR untuk pembayaran obligasi?
  • Kapan obligasi tersebut akan jatuh tempo?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Emiten yang bergerak di bidang agribisnis terintegrasi berbasis kelapa sawit PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR), akan  menyediakan dana pembayaran pokok Obligasi Berkelanjutan II SMART Tahap III Tahun 2021 Seri C yang akan jatuh tempo pada 19 Februari 2026 (Obligasi Jatuh Tempo) sebesar Rp 220 miliar.

"PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART atau Perseroan) akan menyediakan dana pembayaran pokok Obligasi Berkelanjutan II SMART Tahap III Tahun 2021 Seri C yang akan jatuh tempo pada tanggal 19 Februari 2026 (Obligasi Jatuh Tempo) sebesar Rp 220.000.000.000," kata Direktur SMAR Franciscus Costan, dikutip dari Keterbukaan Informasi BEI, Kamis (19/2/2026).

Penyediaan dana tersebut merujuk kepada Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No. Kep-00087/BEI/12-2025 perihal Perubahan Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi. Adapun sumber dana untuk pelunasan pokok Obligasi Jatuh Tempo akan berasal dari hasil penerbitan Sukuk ljarah Berkelanjutan I SMART Tahap II Tahun 2026 yang sedang berlangsung.

"Dana pelunasan pokok termasuk pembayaran bunga atas Obligasi Jatuh Tempo tersebut akan disetorkan ke rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia secara tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan," ujar dia.

Pembukaan IHSG pada 19 Februar 2026

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan pada perdagangan saham Kamis, (19/2/2026). Kenaikan IHSG hari ini di tengah mayoritas sektor saham yang menghijau dan nilau tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tertekan.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka naik 47,22 poin ke posisi 8.357,44 dari penutupan sebelumnya 8.310,22. Indeks saham LQ45 menguat 0,46% ke posisi 842,2. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 8.376,19 dan level terendah 8.321,32. Sebanyak 356 saham menguat sehingga angkat IHSG. 263 saham melemah dan 193 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.054.500 kali dengan volume perdagangan saham 16,8 miliar saham. Nilai transaksi harians aham Rp 7,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.922.

Sektor Saham

Sebagian sektor saham menguat. Sementara itu, sektor saham keuangan turun 0,12%, sektor saham transportasi terpangkas 1,06%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham industri melemah 0,02%.

Sementara itu, sektor saham basic menguat 3,27%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi bertambah 1,17%, sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 0,34%, sektor saham consumer siklikal bertambah 0,54%.

Kemudian sektor saham kesehatan naik 0,17%, sektor saham properti melambung 0,23%, sektor saham teknologi menanjak 1,2% dan sketor saham infrasturktur mendaki 0,58%.

Tira Santia, Agustina MelaniTim Redaksi

Share

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |