Emiten PNGO Tebar Dividen Interim Kedua Rp 90 per Saham, Simak Jadwalnya

1 day ago 9

Liputan6.com, Jakarta - PT Pinago Utama Tbk (PNGO), emiten bergerak di industri kelapa sawit dan karet membagikan dividen interim kedua untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 70,31 miliar.

Perseroan akan membagikan dividen interim kedua sebesar Rp 90 per saham. Pembagian dividen itu sesuai keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada 5 Januari 2026.

Adapun data keuangan per 30 September 2025 yang mendasari perseroan untuk membagikan dividena antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 212,72 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 1,04 triliun, dan total ekuitas sebesar Rp 1,16 triliun.

Jadwal Pembagian Dividen Interim

Berikut jadwal pembagian dividen interim Perseroan:

Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 14 Januari 2026

Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 15 Januari 2026

Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 19 Januari 2026

Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 20 Januari 2026

Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 19 Januari 2026 waktu 16:00

Tanggal pembayaran dividen pada 27 Januari 2026.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa, 6 Januari 2026, harga saham PNGO naik 0,64% ke posisi Rp 3.150 per saham. Harga saham PNGO berada di level tertinggi Rp 3.150 dan level terendah Rp 3.100 per saham. Total kapitalisasi pasar sebesar Rp 2,46 triliun.

Pembagian Dividen Interim Pertama

Sebelumnya, PT Pinago Utama Tbk (PNGO) mengumumkan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025 dengan total nilai sebesar Rp 101,56 miliar.

Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Direksi No.099/DIR/PU/IX/2025 pada 30 September 2025 yang telah mendapat persetujuan Dewan Komisaris melalui surat No.014/KOM/PU/X/2025 tanggal 1 Oktober 2025.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (3/10/2025), manajemen menyampaikan dividen interim tersebut setara dengan Rp 130 per lembar saham. Para pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perseroan pada 14 Oktober 2025 pukul 16.00 WIB berhak atas pembagian dividen ini.

Adapun jadwal pembagian dividen interim PNGO adalah sebagai berikut:

  • Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 10 Oktober 2025
  • Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 13 Oktober 2025
  • Cum dividen pasar tunai: 14 Oktober 2025
  • Ex dividen pasar tunai: 15 Oktober 2025
  • Recording date: 14 Oktober 2025
  • Pembayaran dividen: 24 Oktober 2025

Pembayaran dividen interim akan dilakukan melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan didistribusikan langsung ke rekening dana nasabah pada perusahaan efek atau bank kustodian masing-masing pemegang saham. Sementara bagi pemegang saham yang tidak menggunakan penitipan kolektif KSEI, pembayaran dilakukan melalui transfer ke rekening bank yang terdaftar.

Dividen interim ini akan dikenakan pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Pemegang saham dapat memperoleh konfirmasi pembayaran melalui perusahaan efek atau bank kustodian tempat mereka membuka rekening efek.

Penutupan IHSG pada 6 Januari 2026

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau All Time High (ATH) seiring dengan menguatnya harga komoditas logam di tingkat global.

IHSG ditutup menguat 74,41 atau 0,84 persen ke posisi 8.933,61. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,28 poin atau 0,61 persen ke posisi 865,05.

“Berlanjutnya penguatan pada mayoritas harga komoditas logam dan adanya beberapa insentif dari pemerintah menjadi faktor positif pada pergerakan indeks,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari mancanegara, harga komoditas emas dan perak terpantau menguat di tingkat global, pasca Amerika Serikat (AS) melakukan serangan terhadap Venezuela.

Selain mencermati perkembangan geopolitik, Ratna mengatakan pelaku pasar tengah menantikan sejumlah data ekonomi yang akan dirilis dari Eropa dan AS.

Sentimen IHSG Lainnya

Dari Jerman, akan dirilis data retail sales dan pasar tenaga kerja, sedangkan dari Euro Area akan dirilis data inflasi. Kemudian, pelaku pasar akan mencermati indeks ISM Services dan JOLTS Job Openings dari AS.

Dari dalam negeri, pemerintah berlanjut memberikan beberapa insentif untuk mendorong daya beli masyarakat, yang diharapkan dapat memicu akselerasi pertumbuhan ekonomi.

Melalui PMK 105/2025, pemerintah memberikan insentif pembebasan pajak penghasilan (PPh) 21 selama tahun 2026 untuk karyawan dengan gaji di bawah Rp10 juta/bulan yang bergerak di sektor industri alas kaki, tekstil dan pakaian jadi, furnitur, industri kulit dan turunannya, serta pariwisata.

Melalui PMK 90/2025, pemerintah menetapkan PPN ditanggung pemerintah sebesar 100 persen untuk harga jual rumah sampai dengan Rp2 miliar untuk rumah tapak dan Rp5 miliar untuk rumah susun selama tahun 2026. Selain itu, pemerintah juga tengah mengkaji aturan insentif untuk industri otomotif.

Kinerja Perdagangan Saham

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 2,81 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor teknologi yang naik masing-masing sebesar 1,51 persen dan 1,28 persen.

Sedangkan, dua sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik dan sektor keuangan yang masing-masing turun sebesar 1,40 persen dan 0,12 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BIPI, GSMF, INPC, PADI, dan NICL. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni KLAS, CPRO, YOII, PNLF, dan MBSS.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 4.369.030 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 67,93 miliar lembar saham senilai Rp34,16 triliun. Sebanyak 428 saham naik, 256 saham menurun, dan 127 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 685,30 poin atau 1,32 persen ke 52.518,10, indeks Hang Seng menguat 363,20 poin atau 1,38 persen ke 26.710,44, indeks Shanghai menguat 60,25 poin atau 1,50 persen ke 4.083,66, dan indeks Strait Times menguat 59,47 poin atau 1,27 persen ke 4.739,97.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |