ELPI Kantongi Proyek FLNG dari Genting Group, Segini Nilainya

3 months ago 61

Liputan6.com, Jakarta - PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) mendapatkan kontrak proyek Genting Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) di Teluk Bintuni, Papua Barat. Nilai proyek FLNG yang didapatkan ELPI senilai Rp 2,39 triliun.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (23/12/2025), Perseroan telah ditetapkan sebagai pemenang tender penyediaan Marine Fleet Charter untuk mendukung proyek FLNG dari PT Layar Nusantara Gas (PLTNG), bagian dari Genting Group.

Perseroan menyediakan armada enam unit kapal dalam proyek itu dengan komposisi satu unit crew boat, satu unit pilot boat, satu unit offshore supply vessel, dan tiga unit multi-purposes tug.

Dalam keterbukaan informasi BEI, Corporate Secretary ELPI, Wawan Heri Purnomo menyebutkan, periode persiapan dan pembangunan armada hingga 18 bulan serta periode charter hingga 18 tahun yang pelaksanaannya tunduk pada pemenuhan syarat-syarat pendahuluan yang diatur dalam perjanjian. Adapun periode charter belum dimulai dan akan berlaku efektif setelah seluruh syarat pendahuluan terpenuhi dan tanggal mobilisasi ditetapkan oleh para pihak.

"Total estimasi kontrak hingga sekitar Rp 2,39 triliun sepanjang masa operasional, dengan realisasi bergantung pada efektivitas perjanjian dan utilisasi armada sesuai ketentuan kontrak,” ujar Wawan.

Wawan menuturkan, seiring tender penyediaan marine fleet charter untuk mendukung proyek FLNG untuk long contract 18 tahun akan memberikan kepastian dan peningkatan pendapatan. Selain itu dengan proyek yang didapatkan juga berdampak untuk usaha perseroan.

“Memberikan kepastian dan going concern kelangsungan usaha perseroan di bidang offshore,” ujar Wawan.

Perkuat Posisi ELPI

Wawan menambahkan, proyek tersebut juga memperkuat posisi perseroan pada perusahaan hilir minyak dan gas dengan tambahan enam armada baru. “Pendanaan atas pengadaa enam kapal berasal dari kas perseroan dan pinjaman perbankan,” kata dia.

Wawan menuturkan, seiring pendanaan atas pengadaan kapal dari kas dan pinjaman bank sehingga akan terdapat peningkatan liabilitas yang disertai dengan kenaikan pendapatan dengan kemampuan pembayaran positif. Hal ini seiring kontrak jangka panjang 18 tahun.

Wawan menuturkan, proyek yang didapatkan juga meningkatkan kepercayaan dan kapabilitas serta kemampuan perseroan pada perusahaan hilir minyak dan gas yang terafiliasi dengan perusahaan multinasional untuk ekspansi perseroan ke depan yang kini area operasional meliputi Asia-Pasifik.

ELPI Lepas Kapal Platform Supply Vessel Rp 91 Miliar

Sebelumnya, emiten pelayaran PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) menjual aset kapal dengan jenis Platform Supply Vessel bernama Anggrek 7501 senilai Rp 91 miliar.  Penjualan ini terkait Transaksi Afiliasi perseroan. 

Transaksi dilakukan antara Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasarimelalui dan NKA Energy Ventures SDN BHD (NKA) yang merupakan perusahaan dengan kepemilikan tidak langsung dan afiliasi Perseroan. 

NKA adalah perusahaan berdomisili di Malaysia yang dengan kepemilikan tidak langsung dan terafiliasi Perseroan melalui Kazo Marine SDN BHD KAZO. KAZO merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan 100% saham di mana KAZO menjadi pemegang saham pengendali NKA sebesar 49% dari keseluruhan total saham NKA. 

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (3/4/2024), latar belakang transaksi ini karena NKA sebagai perusahaan Malaysia yang bergerak dibidang offshore support vessel telah mendapatkan kontrak jangka panjang dengan perusahaan Malaysia Perpetro Sdn Bhd dengan nilai kontrak senilai sekitar Rp 200 milliar. 

Kontrak Kerja Sama

Kontrak kerja sama ini merupakan Kontrak Penyewaan Kapal atau Vessel Charter jenis Platform Support Vessel (PSV) yang mendukung pekerjaan Support Drilling Rig untuk Sarawak Water dengan durasi kontrak 854 hari + 3 x 60 hari (opsional). 

Syarat dari tender itu sendiri adalah wajib menggunakan Kapal berbendera Malaysia, sehingga dengan latar belakang tersebut, Perseroan memutuskan menjual Kapal Anggrek 7501 jenis PSV kepada NKA sebagai pemenuhan syarat kontrak antara NKA dan Perpetro SDN BHD untuk kemudian dilakukan reflagging kapal menjadi berbendera Malaysia.

Perseroan menjelaskan, transaksi tersebut bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan dengan penjelasan Perseroan membeli Kapal Anggrek 7501 pada 2019 dengan harga USD 3.750.000, estimasi ekuivalen sekitar Rp 52 miliar.

Tambahan Modal Kerja

Dengan penjualan Kapal Anggrek 7501 seharga Rp 91 miliar, Perseroan memperoleh selisih penjualan yang dapat dimanfaatkan sebagai tambahan modal kerja dan/atau untuk ekspansi, investasi & pengembangan Perseroan termasuk akan tetapi tidak terbatas pada pembentukan PT, penyertaan modal, modal pada anak, entitas kerjasama operasi.

Transaksi ini merupakan kelanjutan dari strategi ekspansi usaha Perseroan di luar negeri. Sebagaimana diketahui pada Januari 2023 Perseroan melakukan akuisisi 100% saham Kazo di Malaysia dan untuk selanjutnya berkomitmen untuk mengembangkan pasar Malaysia yang terdiri dari Semenanjung Malaysia, Sabah dan Sarawak.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |