China Permudah Aturan IPO bagi Perusahaan Pengembang Roket

1 month ago 34

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan China yang mengembangkan roket komersial dengan teknologi penggunaan kembali akan memperoleh jalur percepatan untuk melantai di bursa melalui penawaran umum perdana (IPO) di pasar STAR yang berfokus pada teknologi. 

Melansir CNBC International, Minggu (4/1/2026), skema ini membebaskan perusahaan dari sejumlah persyaratan keuangan, demikian disampaikan Bursa Efek Shanghai pada Jumat.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya Beijing untuk memperkecil ketertinggalan kemampuan antariksa China dari Amerika Serikat, yang saat ini unggul dalam teknologi pengembalian, pemulihan, dan penggunaan ulang tahap pertama roket setelah peluncuran.

Aturan terbaru ini merupakan pengembangan dari regulasi yang diterbitkan pada Juni lalu, yang memberikan kelonggaran bagi perusahaan inovatif yang belum mencatatkan laba agar dapat terdaftar di pasar STAR.

Melalui jalur cepat tersebut, perusahaan roket China tidak lagi diwajibkan memenuhi batas minimum profitabilitas dan pendapatan. Sebagai gantinya, mereka harus mencapai target teknologi utama, termasuk keberhasilan setidaknya satu peluncuran orbital menggunakan teknologi roket yang dapat digunakan kembali.

China Tantang Dominasi AS dan SpaceX

Saat ini, teknologi roket pakai ulang masih didominasi oleh SpaceX milik miliarder Amerika Serikat Elon Musk. Roket Falcon 9 milik SpaceX menjadi satu-satunya roket yang dapat digunakan kembali dan secara konsisten diluncurkan untuk menempatkan satelit ke orbit.

Pada awal bulan ini, LandSpace, perusahaan roket swasta terkemuka di China, mencatat tonggak penting dengan menjadi entitas domestik pertama yang melakukan uji coba penuh roket pakai ulang melalui peluncuran model terbaru Zhuque-3. Langkah ini mencerminkan ambisi China untuk mengejar ketertinggalan dari SpaceX.

Meski peluncuran tersebut belum berhasil menyelesaikan tahap krusial berupa pemulihan pendorong roket, baik perusahaan milik negara maupun swasta di China kini berlomba menguji teknologi roket pakai ulang mereka masing-masing.

Pemulihan Roket

LandSpace menargetkan demonstrasi pemulihan roket yang sukses pada pertengahan 2026, bertepatan dengan peluncuran kedua Zhuque-3. Perusahaan tersebut juga menegaskan bahwa pengembangan roket yang padat modal membuat akses ke pasar modal domestik menjadi kebutuhan penting jika ingin bersaing dengan SpaceX.

Dalam aturan Bursa Efek Shanghai, tidak disebutkan bahwa perusahaan harus berhasil memulihkan roketnya. Persyaratan utamanya adalah penggunaan teknologi roket pakai ulang untuk menempatkan satelit ke orbit, yang telah dibuktikan LandSpace melalui peluncuran terbarunya.

Pedoman baru yang langsung berlaku ini juga menyatakan bahwa perusahaan yang menjalankan misi nasional atau terlibat dalam proyek antariksa besar yang dipimpin negara akan memperoleh dukungan prioritas. Hal ini menegaskan eratnya keterkaitan antara aktivitas peluncuran komersial dan agenda strategis nasional China.

China selama ini menilai dominasi SpaceX dalam penyediaan satelit orbit rendah Bumi sebagai potensi ancaman keamanan nasional. Oleh karena itu, pemerintah secara aktif mendorong pengembangan konstelasi satelit domestik yang dalam beberapa dekade ke depan ditargetkan mencapai puluhan ribu unit.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |