Bursa Saham Asia Beragam, Presiden AS Donald Trump Guncang Perusahaan Pertahanan

1 month ago 38

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik dibuka bervariasi pada perdagangan Kamis, (8/1/2026). Pergerakan bursa saham Asia Pasifik itu setelah wall street ditutup melemah karena meningkatkanya ketegangan geopolitik dan komentar dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Mengutip CNBC, saham-saham sektor pertahanan AS merosot setelah Presiden Trump mengatakan tidak akan mengizinkan perusahaan-perusahaan pertahanan untuk menerbitkan dividen atau pembelian kembali (buyback) saham hingga mereka mengatasi keluhannya tentang industri tersebut. Hal itu juga termasuk paket gaji eksekutif dan masalah produksi.

Harga minyak juga turun setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan otoritas sementara Venezuela akan menyerahkan sebanyak 50 juta barel minyak mentah ke AS menimbulkan kekhawatiran tentang peningkatan pasokan global.

Harga minyak Brent turun 0,51% menjadi USD 60,39 per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,61% menjadi USD 56,33 per barel pada pukul 7.30 pagi waktu Singapura.

Indeks Nikkei 225 di Jepang dibuka melemah 0,46%. Indeks Topix terpangkas 0,27%. Indeks Kospi di Korea Selatan bertambah 0,12%. Indeks Kosdaq menguat 0,1%.

Indeks ASX di Australia menguat 0,215. Sementara itu, saham BlueScope Steel melemah 2,54% pada perdagangan Kamis pagi ini. Koreksi saham BlueScope terjadi setelah perseroan menolak tawaran pengambilalihan senilai USD 9 miliar dari konglomerat Australia SGH dan Steel Dynamics.

Indeks Hang Seng Berjangka di Hong Kong turun ke posisi 26.348. Sebelumnya, indeks Hang Seng berada di posisi 26.458,95.

Sementara itu, kontrak berjangka saham AS sedikit berubah pada awal sesi perdagangan di Asia setelah S&P 500 dan Dow Jones mengakhiri tren kenaikan selama tiga hari.

Semalam di wall street, indeks S&P 500 turun 0,3%. Indeks Dow Jones melemah 466 poin atau 0,9%.

Indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi naik hampir 0,2%, dibantu oleh lonjakan 2,4% pada Alphabet, perusahaan induk Google, yang menyebabkan kapitalisasi pasar perusahaan tersebut melampaui Apple untuk pertama kalinya sejak 2019.

Penutupan IHSG pada 7 Januari 2026

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (7/1/2026) sore. Pergerakan positif ini dipicu oleh ekspektasi pelaku pasar terhadap peluang pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed), pada 2026.

IHSG ditutup naik 11,19 poin atau 0,13 persen ke level 8.944,80. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan mencatat kenaikan lebih kuat, yakni 6,26 poin atau 0,72 persen ke posisi 871,32.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai sentimen global menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar saham domestik.

“Pasar tampaknya memiliki ekspektasi terkait pelonggaran kebijakan moneter yang akan dilakukan oleh The Fed tahun ini,” ujar Nico dikutip dari Antara. 

Optimisme tersebut tercermin dari pergerakan IHSG yang sejak pembukaan perdagangan langsung bergerak di zona hijau. Hingga penutupan sesi pertama, indeks tetap bertahan positif dan melanjutkan penguatannya pada sesi kedua hingga akhir perdagangan.

Data AS dan China

Dari sisi global, Nico menjelaskan harapan pemangkasan suku bunga The Fed didorong oleh melemahnya data Purchasing Managers' Index (PMI) Jasa AS. PMI Jasa AS tercatat turun dari 52,9 menjadi 52,5, yang mengindikasikan perlambatan aktivitas ekonomi.

Selain AS, sentimen positif juga datang dari China. Bank sentral China memberikan sinyal kemungkinan pemotongan suku bunga serta pengurangan persyaratan cadangan wajib. Kebijakan tersebut dipandang sebagai langkah untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan likuiditas tetap terjaga.

Dari sisi sektoral, mayoritas indeks sektoral IDX-IC bergerak menguat. Delapan sektor mencatat kenaikan, dipimpin oleh sektor industri yang melonjak 2,23 persen. Selanjutnya, sektor barang konsumen nonprimer naik 1,62 persen dan sektor barang baku menguat 0,92 persen.

Kinerja Perdagangan

Di sisi lain, terdapat tiga sektor yang mengalami pelemahan, yakni sektor transportasi dan logistik yang turun paling dalam sebesar 1,03 persen. Disusul sektor barang konsumen primer yang melemah 0,64 persen serta sektor teknologi yang turun 0,32 persen.

Saham-saham yang mencatat penguatan terbesar antara lain OPMS, OASA, INPC, MHKI, dan KPIG. Sementara itu, saham yang mengalami penurunan terdalam meliputi GSMF, COIN, NRCA, PADA, dan DOOH.

Dari sisi aktivitas perdagangan, frekuensi transaksi tercatat mencapai 4.576.949 kali dengan volume perdagangan sebanyak 70,56 miliar saham dan nilai transaksi Rp36,87 triliun. Sebanyak 344 saham menguat, 362 saham melemah, dan 104 saham stagnan.

Sementara pergerakan bursa Asia bervariasi. Indeks Nikkei melemah 1,04 persen, Hang Seng turun 0,94 persen, Shanghai menguat tipis 0,05 persen, dan Strait Times naik 0,13 persen.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |