Bursa Asia Melemah Ikuti Wall Street, Dipicu Ketegangan AS-Iran

1 month ago 44

Liputan6.com, Jakarta - Pasar saham Asia Pasifik bergerak bervariasi cenderung melemah pada perdagangan Jumat. Pergerakan bursa Asia ini mengikuti penurunan indeks utama Wall Street pada perdagangan sebelumnya, yang tertekan oleh pelemahan saham sektor kredit swasta serta meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Dikutip dari CNBC, Jumat (20/1/2026), prospek terjadinya serangan militer terhadap Iran dinilai semakin besar setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan akan memutuskan langkah terkait aksi militer terhadap Teheran dalam waktu 10 hari ke depan.

Sentimen geopolitik tersebut turut memengaruhi pasar energi global. Harga minyak mentah AS naik USD 1,24 atau 1,9 persen menjadi USD 66,57 per barel. Sementara itu, harga minyak acuan dunia Brent menguat USD 1,31 atau 1,86 persen ke level USD 71,66 per barel.

Kenaikan harga minyak mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Di kawasan Asia, pelaku pasar juga mulai mencermati berbagai rilis data ekonomi, termasuk inflasi Jepang dan kebijakan suku bunga China, yang dinilai akan memengaruhi arah pergerakan pasar ke depan.

Inflasi Jepang dan Pergerakan Bursa Regional

Di Jepang, investor menantikan data inflasi terbaru. Inflasi utama pada Januari tercatat turun di bawah target 2 persen yang ditetapkan Bank of Japan untuk pertama kalinya dalam 45 bulan terakhir.

Kondisi tersebut turut menekan pasar saham Jepang. Indeks Nikkei 225 melemah 1,12 persen, sementara Topix turun 1,18 persen.

Saham Sumitomo Pharma sempat bergerak fluktuatif pada awal perdagangan. Saham perusahaan farmasi besar itu sempat naik hingga 6,81 persen, sebelum berbalik turun lebih dari 11 persen.

Di Korea Selatan, indeks Kospi justru menguat 1,02 persen, berlawanan dengan tren regional. Namun, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq melemah 0,43 persen.

Sementara itu, bank sentral China, People's Bank of China, dijadwalkan merilis keputusan suku bunga acuan pinjaman (Loan Prime Rate/LPR) pada hari ini. Saat ini, LPR tenor satu tahun berada di level 3 persen, sedangkan tenor lima tahun sebesar 3,5 persen.

Wall Street Melemah, Pasar Tunggu Arah Global

Pasar saham di China daratan dan Hong Kong masih ditutup karena libur Tahun Baru Imlek. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 tercatat turun tipis pada awal perdagangan.

Sementara itu, pada perdagangan semalam di Amerika Serikat, saham sektor kredit swasta dan teknologi juga berada di bawah tekanan. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,54 persen, diikuti S&P 500 yang turun 0,28 persen.

Indeks teknologi Nasdaq Composite juga terkoreksi 0,31 persen, mencerminkan sikap hati-hati investor terhadap risiko global.

Analis menilai, kombinasi antara ketegangan geopolitik, pergerakan harga minyak, serta arah kebijakan moneter global masih akan menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar dalam jangka pendek.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |