Bursa Asia Dibuka Bervariasi Awal 2026, Kospi Korea Selatan Cetak Rekor

1 month ago 44

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Asia mengawali perdagangan tahun 2026 dengan pergerakan yang beragam. Indeks saham Korea Selatan, Kospi, mencetak rekor tertinggi baru pada perdagangan Jumat, sementara pasar saham di kawasan Asia-Pasifik lainnya bergerak campuran.

Dikutip dari CNBC, Jumat (2/1/2026), Kospi menguat 0,21% setelah sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di 4.239,88. Sementara itu, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq melonjak 1,32%, mencerminkan minat investor yang masih kuat terhadap saham-saham domestik Korea Selatan.

Sejumlah pasar saham Asia masih tutup karena libur Tahun Baru, termasuk Jepang dan China daratan. Di Korea Selatan, jam perdagangan bursa juga dibuka lebih lambat, yakni pukul 10.00 waktu setempat.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 tercatat melemah tipis pada awal perdagangan. Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.648, sedikit lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhir di 25.630,54.

Ekonomi Singapura

Dari Asia Tenggara, ekonomi Singapura mencatat pertumbuhan 5,7% secara tahunan pada kuartal IV 2025. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh kinerja sektor manufaktur yang kuat sepanjang Oktober hingga Desember. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya yang direvisi menjadi 4,3%.

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong sebelumnya menyampaikan dalam pidato Tahun Baru bahwa perekonomian negara tersebut tumbuh 4,8% sepanjang 2025, melampaui ekspektasi awal pemerintah.

Sementara itu, futures Wall Street bergerak menguat pada perdagangan awal Asia. Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,15%, Nasdaq-100 menguat 0,12%, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,16%.

Penutupan Wall Street

Pada perdagangan terakhir di Amerika Serikat, indeks S&P 500 turun 0,74%, Nasdaq Composite melemah 0,76%, dan Dow Jones terkoreksi 0,63%. Meski demikian, S&P 500 tetap membukukan kenaikan 16,39% sepanjang 2025.

Nasdaq Composite mencatat penguatan lebih tinggi, yakni 20,36%, ditopang optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI). Adapun Dow Jones naik 12,97% sepanjang 2025, meski pergerakannya relatif tertahan karena minimnya saham teknologi dalam indeks tersebut.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |