BRMS Kantongi Pendapatan USD 249,35 Juta pada 2025

6 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada 2025. Pertumbuhan pendapatan dan laba itu dinilai didorong harga jual emas dan kenaikan produksi.

PT Bumi Resources Minerals Tbk merap pendapatan USD 249,35 juta pada 2025, naik 54% dari periode sama tahun sebelumnya USD 162,34 juta. Seiring kenaikan pendapatan itu, laba bersih tumbuh 99% menjadi USD 50,08 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 25,12 juta. Laba usaha naik 118% dari USD 42,80 juta pada 2024 menjadi USD 93,18 juta.

Di sisi lain, penjualan emas naik 11% menjadi 2,236 kg pada 2025 dari 2024 sebesar 2,021 kh. Penjualan perak tumbuh 45% dari 4,266 kg pada 2024 menjadi 6,202 kg. Harga jual emas naik 38% menjadi USD 3.371 per ounce dari periode sama tahun sebelumnya USD 2.442 per ounce. Harga jual perak naik 5% menjadi USD 35,31 per ounce dari 2024 sebesar USD 26,26.

"Dua faktor yang menyebabkan peningkatkan kinerja keuangan BRMS. Pertama, produksi emas kami naik sebesar 11% dari tahun sebelumnya. Kedua, harga jual emas kami juga meningkat sebesar 38% dari tahun sebelumnya,” kata Direktur dan Chief Financial Officer BRMS, Charles Gobel, dikutip dari keterangan resmi, Senin (16/3/2026).

Sementara itu, Direktur Utama PT Citra Palu Minerals, anak usaha BRMS, Damar Kusumanto menuturkan, pihaknya mengantisipasi penurunan kadar emas dalam bijih yang diproses pada kuartal IV 2025 dan kuartal I 2026 karena operasi pushback yang tengah berlangsung.

“Namun demikian, kami tetap berhasil memproduksikan sekitar 72.000 troy ounce emas di tahun 2025, yang mana merefleksikan 11% kenaikan dari produksi di tahun 2024. Setelah operasi pushback tersebut selesai,” kata dia.

Adapun perseroan  untuk dapat kembali menambang bijih dengan kadar emas yang lebih tinggi di lokasi bukaan baru pada kuartal II 2026.

“Harapannya kami bisa mencapai sekitar 80.000 troy ounce produksi emas di tahun 2026 ini,” kata dia.

Produksi Emas

Direktur Utama BRMS, Agus Projosasmito menuturkan, salah satu pabrik emas perseroan saat ini menjalani proses peningkatan kapasitas produksi dari 500 menjadi 2.000 ton bijih per hari.

“Peningkatan kapasitas pabrik tersebut akan diselesaikan pada kuartal IV 2026, dan diharapkan dapat meningkatkan produksi emas pada 2026,” kata dia.

Ia menambahkan, pihaknya menargetkan untuk dapat mulai aktivitas penambangan bijih dengan kadar emas tinggi (3.5-4,9 g/t) dari lokasi tambang bawah tanah pada semester kedua 2027. “Hal ini juga akan meningkatkan produksi emas BRMS pada 2027 dan 2028,” tutur dia.

Pada penutupan perdagangan saham Senin, 16 Maret 2026, harga saham BRMS melemah 14,56% ke posisi Rp 675 per saham. Harga saham BRMS dibuka turun 25 poin ke posisi Rp 765 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 790 per saham. Saham BRMS berada di level tertinggi Rp 770 dan terendah Rp 675 per saham. Total frekuensi perdagangan 42.602 kali dengan volume perdagangan saham 10.639.604 saham. Nilai transaksi Rp 749,1 miliar.

BRMS Kantongi Pinjaman Sindikasi Bank USD 625 Juta, Ini Tujuannya

Sebelumnya, emiten PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan anak usahanya PT Citra Palu Minerals (CPM) telah menandatangani fasilitas pinjaman jangka panjang dengan sindikasi perbankan. Sindikasi bank tersebut antara lain Bangkok Bank Public Company Limited, Bank Permata, Bank Mega dan BCA pada Senin, (24/11/2025).

Total pinjaman yang didapatkan sekitar USD 625 juta yang masing-masing sekitar USD 425 juta atau sekitar Rp 7,09 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.688) untuk PT Citra Palu Minerals (CPM) dan USD 200 juta atau sekitar Rp 3,33 triliun untuk PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

"Fasilitas pinjaman tersebut memiliki jangka waktu enam tahun termasuk grace periode sekitar 10 bulan. Pinjaman itu akan jatuh tempo pada 31 Desember 2031,” ujar Chief Financial Officer & Direktur Bumi Resources Minerals, Charles Gobel seperti dikutip dari keterangan resmi, Senin, (24/11/2025).

Fasilitas pinjaman USD 425 juta untuk CPM yang digunakan dengan tujuan sebagai berikut:

1. Menyelesaikan konstruksi tambang emas bawah tanah pada kuartal ketiga 2027, dan meningkatkan kapasitas pemrosesan pabrik emas Carbon In Leach (CIL) yang pertama dari 500 ton ke 2.000 ton bijih per hari pada kuartal keempat 2026.

2. Mendanai keperluan modal kerja dan belanja modal dari CPM.

3. Melunasi pinjaman USD 120 juta dari Bank Mega.

Fasilitas pinjaman USD 200 juta untuk BRMS yang digunakan dengan tujuan sebagai berikut:

1. Melakukan aktifitas pengeboran dan eksplorasi oleh PT Gorontalo Minerals (GM) demi meningkatkan sumber daya dan cadangan mineral tembaga di Gorontalo.

2. Melanjutkan aktifitas eksplorasi oleh PT Linge Mineral Resources (LMR) demi meningkatkan sumber daya & cadangan mineral emas & perak di Linge, Aceh.

3. Melanjutkan aktifitas eksplorasi oleh PT Suma Heksa Sinergi (SHS) demi meningkatkan sumber daya & cadangan mineral emas & perak di Lebak, Banten.

Tujuan BRMS

Chief Executive Officer dan Direktur Utama Bumi Resources Minerals, Agus Projosasmito menuturkan, fasilitas pinjaman tersebut membantuk perseroan untuk mencapai tiga tujuan utama.

Pertama, pinjaman tersebut diperlukan untuk mendanai peningkatan kapasitas pemrosesan salah satu pabrik emas perseroan di Palu dari 500 ton menjadi 2.000 ton bijih per hari yang akan diselesaikan pada bulan Oktober 2026. “Oleh karenanya produksi emas akan meningkat pada kuartal keempat 2026,” ujar Agus.

Kedua, pinjaman tersebut membantu perseroan untuk menyelesaikan konstruksi tambang emas bawah tanah di Palu.

"Hal ini akan berdampak terhadap peningkatan produksi emas BRMS secara signifikan pada semester kedua tahun 2027, mengingat prospek tambang emas bawah tanah tersebut memiliki kadar emas tinggi di kisaran 4,9 g/t,” kata Agus.

Ketiga, pinjaman tersebut digunakan untuk aktifitas pengeboran & eksplorasi di beberapa lokasi tambang di Gorontalo dalam 18 bulan ke depan.

"Kami berharap untuk dapat meningkatkan jumlah sumber daya dan cadangan mineral tembaga kami di Gorontalo, dan mengumumkan hasil pengeborannya pada semester pertama tahun 2027,” tutur dia.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |