BRI Tebar Dividen Interim Rp 137 per Saham, Cek Jadwal Pembagiannya

3 months ago 65

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 20,63 triliun. Dividen interim yang dibagikan BRI sebesar Rp 137 per saham.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk membagikan dividen interim sesuai keputusan direksi yang telah disetujui Dewan Komisaris pada 15 Desember 2025. Perseroan membagikan dividen interim dengan mempertimbangkan data keuangan per 30 September 2025 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 40,77 triliun, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 224,87 triliun, dan total ekuitas sebesar Rp 337,89 triliun.

Jadwal Pembagian Dividen

Jadwal pembagian dividen interim BRI untuk tahun buku 2025 antara lain:

  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 29 Desember 2025
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 30 Desember 2025
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 2 Januari 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 5 Januari 2026
  • Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 2 Januari 2026 waktu 16.00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 15 Januari 2026

Pada perdagangan saham Rabu, 17 Desember 2025 pukul 09.54 WIB, harga saham BBRI naik 1,36% ke posisi Rp 3.740 per saham. Harga saham BBRI dibuka stagnan di posisi Rp 3.690 per saham. Saham BBRI berada di level tertinggi Rp 3.760 dan level terendah Rp 3.680 per saham. Total frekuensi perdagangan 12.219 kali dengan volume perdagangan 818.959 saham. Nilai transaksi Rp 305,2 miliar.

BRI Rebranding Logo Baru, Ingin Ubah Citra di Mata Anak Muda

Sebelumnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melakukan rebranding dengan memperkenalkan logo baru perseroan. Salah satu tujuannya yakni untuk penyegaran kepada para generasi muda, sehingga BRI tidak identik sebagai perbankan dengan citra yang terkesan tua. 

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, mengacu pada studi Kantar, Kadence, Nielsen, emiten berkode saham BBRI ini perlu melakukan corporate rebranding yang tetap relevan dengan perkembangan zaman. 

"BRI itu dipercaya dan mudah diakses, tapi terlalu tergantung pada citra kerakyatan. Kemudian muncul persepsi tua di kalangan segmen urban dan anak muda," ujar dia dalam Launching BRI Corporate Rebranding di Menara BRILian, Jakarta, Selasa (16/12/2025). 

"Koneksi emosional publik dengan brand masih lemah, kemudian identitas brand belum selaras dengan ekspektasi gen Z," kata Hery. 

Dalam pembaharuan ini, BRI mengubah latar belakang warna biru tua di logonya menjadi biru muda. Kemudian logo dan tulisan BRI di sampingnya pun dipasang dengan ukuran font lebih kecil. 

Hery mengutarakan, pihaknya ingin menyegarkan brand tersebut untuk membantu mengubah cara pandang masyarakat terhadap BRI agar lebih positif dan tidak termakan zaman.

"Agar dari bank yang hanya untuk melayani masyarakat kecil dan kurang terlayani, mungkin kita ingin juga bisa membantu semua orang di manapun mereka berada," imbuh dia. 

Rebranding di Mata Danantara

COO Danantara Donny Oskaria pada kesempatan sama menambahkan, rebranding merupakan bentuk komitmen dari perusahaan pelat merah untuk terus bisa mengikuti perubahan yang ada. 

"Sebenernya rebranding itu bukan masalah apa menjadi apa, tetapi bagi saya yang paling penting adalah ada satu pemahaman yang baik dari manajemen, bahwa setiap saat itu kita harus berubah. Bahwa yang namanya perubahan itu adalah satu keharusan," tegasnya. 

Menurut dia, perubahan itu disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya adalah untuk menjawab tuntutan daripada pelanggan alias customer. "Perubahan daripada tuntutan ini ada sebabnya juga yang pertama karena kompetitor menawarkan hal yang lebih baik," ungkapnya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |