BEI Suspensi Saham Lotte Chemical Titan (FPNI), Ini Penyebabnya

2 weeks ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) mulai 10 November 2025. Keputusan ini diambil setelah terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham emiten tersebut.

Dalam pengumuman bernomor Peng-SPT-00353/BEI.WAS/11-2025, BEI menyatakan bahwa penghentian sementara atau suspensi ini dilakukan sebagai langkah cooling down untuk melindungi investor. Suspensi berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

"Langkah ini bertujuan memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang setiap keputusan investasinya berdasarkan informasi yang tersedia,” tulis BEI dalam pengumuman tersebut, dikutip Senin (10/11/2025).

Bursa juga mengimbau seluruh pihak yang berkepentingan untuk memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh PT Lotte Chemical Titan Tbk, guna memastikan transparansi dan perlindungan terhadap investor tetap terjaga.

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyentuh rekor tertinggi secara intraday pada perdagangan Senin, 10 November 2025. Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah bursa saham Asia yang menguat dan mayoritas sektor saham menghijau.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka naik 48,73 poin ke posisi 8.443,32. Pada pukul 09.18 WIB, IHSG naik 0,61% ke posisi 8.445. Indeks saham LQ45 bertambah 0,64% ke posisi 858. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada perdagangan Senin pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.455,94 dan level terendah 8.425,17. Sebanyak 328 saham menguat sehingga angkat IHSG. 200 saham melemah dan 175 saham diam di tempat. 

Total frekuensi perdagangan 449.746 kali dengan volume perdagangan 8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.660.

Diresmikan Prabowo, Pabrik Kimia Lotte Chemical Telan Investasi Rp 62,4 Triliun

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik petrokimia new ethylene project milik Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, Banten pada Kamis (6/11/2025).

Proyek ini punya nilai investasi sebesar USD 3,9 miliar, atau setara Rp 62,4 triliun. Menjadikannya salah satu investasi petrokimia terbesar di kawasan Asia Tenggara, serta merupakan kompleks Naphtha Cracker pertama di Indonesia dalam 30 tahun terakhir.

Prabowo mengatakan, pihaknya mendukung penuh investasi LCI tersebut. RI 1 pun meminta jajarannya agar bisa menjaga kepercayaan investor asing yang mau menanamkan modalnya di Tanah Air.

"Kita harus dukung investasi asing, apalagi mitra dari luar datang ke kita, investasi uang mereka. Yang mereka cari dengan susah payah puluhan tahun, mereka percaya sama kita. Di sini mereka memberi manfaat kepada kita, kita harus amankan, kita harus jaga mereka supaya mereka di sini nyaman," pintanya.

Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), proyek pabrik petrokimia Lotte ini merupakan bagian dari program strategis hilirisasi di sektor minyak dan gas bumi (migas). Proyek ini dibangun sejak 2016 dan beroperasi komersial pada Oktober 2025.

Ketika beroperasi penuh, pabrik ini akan menghasilkan produk hilirisasi migas senilai USD 2 miliar per tahun. Sekitar USD 1,4 miliar merupakan substitusi impor, dan USD 600 juta berkontribusi pada peningkatan ekspor nasional.

Produk Hulu dan Hilir

Bahan baku berupa Naphta (3,200kTA) (LPG 0~50%) menjadi produk hulu dan produk hilir di pabrik ini. Adapun produk hulu berupa Ethylene (1,000kTA), Propylene (520kTA), Mixed C4 (320kTA), Pyrolysis Gasoline (675kTA), Pyrolisis Fuel Oil (26kTA), dan Hydrogen (45kTA).

Sementara produk hilir berupa High Density Poly Ethylene (250kTA), Linear Low Density Poly Ethylene (200kTA), Poly Propylene (350kTA), Butadine (140kTA), Raffinate (180kTA), Benzene, Toluene, Xylene (400kTA).

Produk-produk tersebut akan menjadi bahan baku penting pembuatan botol plastik, kabel, bumper mobil, peralatan medis, ban, karet sintesis, pembasmi serangga, dan cat.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |