BEI Proses IPO 9 Perusahaan, Mayoritas Beraset Jumbo

3 months ago 65

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan 26 perusahaan mencatatkan saham hingga 19 Desember 2025. Dari proses penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) tersetbu, dana yang dihimpun mencapai Rp 18,11 triliun.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menuturkan, hingga kini terdapat sembilan perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI.

Berikut adalah klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017:

  • 2 perusahaan aset skala kecil (aset di bawah Rp 50 miliar)
  • 1 perusahaan aset skala menengah (aset antara Rp 50 miliar-Rp 250 miliar)
  • 6 perusahaan aset skala besar (aset di atas Rp 250 miliar)

Rincian sektornya antara lain:

  • 2 perusahaan dari sektor basic materials
  • 0 perusahaan dari sektor consumer siklikal
  • 0 perusahaan dari sektor consumer nonsiklikal
  • 1 perusahaan dari sektor energi
  • 3 perusahaan dari sektor keuangan
  • 0 perusahaan dari sektor perawatan kesehatan
  • 1 perusahaan dari sektor industri
  • 0 perusahaan dari sektor infrastruktur
  • 0 perusahaan dari sektor properti dan real estate
  • 1 perusahaan dari sektor teknologi
  • 1 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik

Selain itu, BEI menyebutkan telah diterbitkan 178 emisi dari 79 penerbit efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) dan dana yang dihimpun Rp 209,4 triliun.

“Sampai dengan 19 Desember 2025 terdapat 22 emisi dari 15 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline dengan klasifikasi sektor sebagai berikut:

  • 1 perusahaan dari sektor basic materials
  • 0 perusahaan dari sektor consumer siklikal
  • 1 perusahaan dari sektor consumer nonsiklikal
  • 4 perusahaan dari sektor energi
  • 5 perusahaan dari sektor keuangan
  • 0 perusahaan dari sektor perawatan kesehatan
  • 1 perusahaan dari sektor industri
  • 2 perusahaan dari sektor infrastruktur
  • 1 perusahaan dari sektor properti dan real estate
  • 0 perusahaan dari sektor teknologi
  • 0 perusahaan dari sektor transportasi dan logistic

“Untuk rights issue per 19 Desember 2025 telah terdapat 14 perusahaan tercatat yang telah menerbitkan rights issue dengan total nilai Rp 28,11 triliun,” kata dia.

Selain itu, masih terdapat 1 perusahaan tercatat dalam pipeline rights issue BEI yakni satu perusahaan dari sektor properti dan real estate.

Jumlah IPO Menurun Sejak 2023, BEI Ungkap Penyebabnya

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan penjelasan mengenai alasan berkurangnya jumlah perusahaan yang melakukan pencatatan saham sejak 2023. Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menekankan penurunan ini tidak berkaitan dengan kebijakan bursa, melainkan karena jumlah perusahaan yang memenuhi syarat untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO) memang semakin sedikit.

"Kita sekarang ini terkena jumlah yang masuk kalau kita lihat memang itu (paling banyak) di tahun 2023, memang pertanyaannya adalah kita bukan bicara kami fokus ke lighthouse tetapi di samping jumlah yang tadi kita bicara target, kita juga melihat bahwa kita punya target internal," ujar Iman dalam acara Media Workshop, di Ubud Bali, Sabtu (15/11/2025).

Ia menjelaskan, BEI tidak dapat mengarahkan atau memaksa perusahaan untuk melantai di bursa. Keputusan IPO bergantung sepenuhnya pada kesiapan perusahaan, proses penjaminan, dan evaluasi dari regulator.

Dorong Perusahaan Besar

Dari pemaparannya, pada 2023 tercatat 79 perusahaan melakukan IPO—angka tertinggi sepanjang sejarah BEI. Namun jumlah itu turun menjadi 41 pada 2024. Hingga 7 November 2025, baru 24 perusahaan yang masuk ke pasar saham, masih jauh dari target 45 IPO tahun ini.

"Kalau kita lihat bahwa hari ini target 45 baru 24 (tahun ini), nah itulah kondisi saat ini perusahaan-perusahaan yang eligible," tutur Iman.

Ia menambahkan bahwa BEI tidak hanya berfokus pada kuantitas emiten baru, tetapi juga mendorong hadirnya perusahaan besar sebagai “lighthouse” untuk memperkuat pasar.

"Jadi jangan salah paham yang kecil-kecil nggak usah, nggak kayak gitu, tetapi lighthouse-nya menjadi juga target tambahan di samping tadi terhadap jumlah," pungkas Iman.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |