APLN Bakal Jual Mal Deli Park Medan

3 months ago 64

Liputan6.com, Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) menyampaikan keterbukaan informasi terkait rencana penjualan pusat perbelanjaan Deli Park Mall yang berlokasi di Kota Medan, Sumatera Utara. 

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (23/12/2025). dijelaskan Deli Park Mall merupakan aset milik PT Sinar Menara Deli (SMD), entitas anak terkendali Perseroan. SMD telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) atas mal tersebut dengan PT DPM Assets Indonesia sebagai pihak pembeli pada tanggal yang sama.

Perseroan menyebutkan, dana yang akan diterima SMD dari transaksi penjualan tersebut direncanakan untuk didistribusikan kepada PT Agung Podomoro Land Tbk. melalui mekanisme pembagian dividen. Langkah tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan pasar modal yang berlaku.

Manajemen APLN menegaskan bahwa rencana transaksi ini tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan. Perseroan justru memperoleh manfaat finansial dari transaksi tersebut, mengingat sebagian besar dana hasil penjualan akan diterima kembali dalam bentuk dividen dari entitas anak.

Selain itu, Perseroan menegaskan bahwa rencana penjualan Deli Park Mall tidak termasuk sebagai transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 17/POJK.04/2020. Transaksi tersebut juga bukan merupakan transaksi afiliasi maupun transaksi yang mengandung benturan kepentingan sesuai POJK Nomor 42/POJK.04/2020.

Kinerja Kuartal III 2025

Sebelumnya, laporan keuangan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) per kuartal III 2025 membukukan sejumlah catatan di tengah tekanan pasar properti nasional.

Hingga September 2025, APLN mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp 2,64 triliun, terkoreksi 4,7 persen dibandingkan Rp 2,77 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kendati begitu, Corporate Secretary APLN Justini Omas menjelaskan, perseroan terus menjalankan strategi adaptif dan mendorong efisiensi di berbagai lini bisnis. Berbagai langkah penting dilakukan untuk menjaga penjualan properti tetap bertumbuh ditengah kondisi ekonomi yang melambat dan daya beli yang menurun.

"Di tengah tekanan yang dialami pasar properti nasional, kinerja APLN tetap berada pada level yang solid dengan minat konsumen yang terus terjaga terhadap produk hunian kami. Bisnis mall dan hotel juga memberikan pendapatan berulang yang tetap positif," ungkapnya, Rabu (26/11/2025).

Pada periode yang sama, pengakuan penjualan naik menjadi Rp 1,65 triliun atau tumbuh 1,2 persen dibandingkan kuartal III 2024 sebesar Rp 1,63 triliun.

Sementara pendapatan berulang dari sektor perhotelan dan mal sebesar Rp 988,8 miliar, turun 13,3 persen dari Rp 1,14 triliun. Adapun laba komprehensif Kuartal III 2025 tercatat sebesar Rp 28,21 miliar.

Beban Utang

Kinerja perusahaan pada tahun ini mengalami koreksi tipis akibat penjualan Hotel Pullman Ciawi Vimala Hills pada akhir tahun 2024. Namun itu masih tertolong oleh adanya percepatan pelunasan utang.

Sehingga beban bunga APLN pada di kuartal III 2025 turun hampir 38 persen menjadi sebesar Rp 311,37 miliar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, Rp 502,55 miliar.

Di sisi lain, marketing sales APLN hingga September 2025 tercatat Rp 1,24 triliun. Kontribusi terbesar tetap berasal dari segmen rumah tapak, melalui proyek-proyek seperti Podomoro Park Bandung, Bukit Podomoro Jakarta, dan Podomoro Golf View.

Permintaan Hunian Tapak

Justini menilai, permintaan terhadap hunian tapak juga terus bergerak positif. Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan ruang tinggal yang lebih fungsional, nyaman, dan dan bernilai investasi jangka panjang.

"Untuk menyesuaikan kondisi daya beli masyarakat yang melemah, APLN menerapkan strategi penjualan yang lebih adaptif. Salah satunya dengan menghadirkan unit-unit rumah yang berukuran lebih compact sehingga harganya lebih terjangkau tanpa mengurangi kualitas dan value kawasan," tuturnya.

Memasuki kuartal IV 2025, perseroan optimistis bahwa penjualan dan pendapatan usaha akan tumbuh positif dibandingkan triwulan sebelumnya. Terutama berkat adanya berbagai stimulus di sektor riil.

"Kami percaya dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah, baik dalam bentuk stimulus pajak maupun suku bunga rendah, hingga akhir tahun penjualan properti masih berpeluang tumbuh. Kami juga optimis momentum Natal dan liburan akhir tahun akan memberikan dampak positif bagi bisnis mal dan hotel milik APLN di berbagai kota di Indonesia," pungkasnya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |