Aneka Tambang Resmi Menyandang Status Persero

1 month ago 35

Liputan6.com, Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau ANTM mengumumkan perubahan nama perseroan. Perubahan nama perseroan menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aneka Tambang Tbk atau PT ANTAM (Persero) Tbk terhitung sejak 13 Februari 2026, setelah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (18/2/2026), perubahan nama perusahaan ini menindaklanjuti ketentuan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2023 tentang Badan Usaha Milik Negara sebagaimana terakhir kali diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang perubahan keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN), Perseroan telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 Desember 2025 yang di antaranya memutuskan terkait perubahan anggaran dasar perseroan dalam menyesuaikan UU BUMN (perubahan anggaran dasar perseroan).

Salah satu perubahan anggaran dasar perseroan yang telah disetujui dalam RUPSLB Perseroan yakni berkaitan dengan perubahan nama menjadi PT ANTAM (Persero) Tbk dari sebelumnya PT ANTAM Tbk.

Perubahan anggaran dasar perseroan telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-0008546.AH.01.02 tahun 2026 tentang persetujuan perubahan anggaran dasar perseroan terbatas PT Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aneka Tambang Tbk pada 13 Februari 2026.

Pada perdagangan Rabu, 18 Februari 2026, harga saham ANTM naik 0,25% ke posisi Rp 4.060 per saham. Harga saham ANTM dibuka turun 20 poin ke posisi Rp 4.030 per saham. Saham ANTM berada di level tertinggi Rp 4.100 dan terendah Rp 3.950 per saham. Total frekuensi perdagangan 20.817 kali dengan volume perdagangan saham 590.466 saham. Nilai transaksi Rp 238,7 miliar.

Direktur Antam Beli 300 Saham ANTM, Segini Nilainya

Sebelumnya, Direktur PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Handi Sutanto membeli saham ANTM pada akhir September 2025.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (8/10/2025), Direktur Aneka Tambang Handi Sutanto membeli 300 saham ANTM dengan harga Rp 3.190 per saham pada 26 September 2025. Dengan demikian nilai transaksi pembelian sekitar Rp 957.000.

“Tujuan dari transaksi trading/pembelian. Status kepemilikan langsung” tulis Handi dalam keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi, Handi Sutanto genggam 300 saham ANTM dari sebelumnya tidak ada.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa, 7 Oktober 2025, harga saham ANTM ditutup berbalik arah memerah. Saham ANTM susut 1,57% ke posisi Rp 3.140 per saham.

Harga saham ANTM dibuka naik ke posisi Rp 3.220 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 3.190 per saham. Saham ANTM berada di level tertinggi Rp 3.250 dan terendah Rp 3.130 per saham. Total frekuensi perdagangan 28.192 kali dan volume perdagangan 1.150.877 saham. Nilai transaksi Rp 366,9 miliar.

Kenaikan harga saham ANTM terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sehingga mendorong ke posisi tertinggi pada perdagangan Selasa pekan ini. Kenaikan IHSG itu terjadi di tengah transaksi harian Rp 28,8 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG ditutup naik 0,36% ke posisi 8.169,28. Indeks LQ45 bertambah 0,38% ke posisi 785,36. Sebagian besar indeks saham acuan menguat pada awal pekan ini.

Tebar Dividen

Sebelumnya, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2024 sebesar Rp 3,64 triliun. Dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham sebesar Rp 151,77267 per saham.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (17/6/2025), pembagian dividen itu telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Kamis, 12 Juni 2025.

Adapun data keuangan per 31 Desember 2024 yang menjadi pertimbangan pembagian dividen. Hal itu antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 3,64 triliun, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 14,50 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 32,19 triliun.

Jadwal pembagian dividen Antam sebagai berikut:

  • Tanggal efektif pada 12 Juni 2025
  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 20 Juni 2025
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 23 Juni 2025
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 24 Juni 2025
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 25 Juni 2025
  • Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai pada 24 Juni 2025, waktu 16:00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 11 Juli 2025

Pada penutupan perdagangan saham Senin, 16 Juni 2025, harga saham ANTM turun 0,61% ke posisi Rp 3.280 per saham. Saham ANTM berada di level tertinggi Rp 3.370 dan terendah Rp 3.230 per saham. Total frekuensi perdagangan 36.519 kali dengan volume perdagangan 1.770.983 saham. Nilai transaksi Rp 582,2 miliar.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |