Aksi Beli Asing Angkat IHSG ke Rekor Baru, Deretan Saham Ini Dapat Dicermati Investor

2 weeks ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus rekor tertinggi di level 8.394 pada pekan lalu, terdorong arus beli bersih investor asing sebesar Rp 3,3 triliun serta dukungan data ekonomi dalam negeri yang tetap solid.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah menjelaskan, kenaikan tersebut terjadi meski sentimen global cenderung tertekan, khususnya akibat koreksi di Wall Street yang dipicu kekhawatiran terhadap valuasi saham-saham teknologi berbasis AI. 

"Pasar Indonesia menunjukkan resiliensi yang kuat. Investor asing melihat valuasi yang atraktif didukung pertumbuhan PDB 5,04% dan inflasi terkendali di 2,86%,” ujarnya, dalam keterangan resmi, dikutip Senin (10/11/2025).

Asing Fokus ke Sektor Perbankan dan Telekomunikasi

Data Indo Premier menunjukkan aliran modal asing paling besar menyasar saham-saham perbankan dan telekomunikasi. BBCA membukukan akumulasi asing Rp 1,2 triliun, sementara TLKM mengantongi Rp 814 miliar sepanjang pekan lalu.

“Sentimen rebalancing indeks MSCI menjadi salah satu pendorong utama masuknya dana asing, selain fundamental ekonomi domestik yang tetap solid,” kata Hari.

IHSG Diperkirakan Mengalami Konsolidasi

Memasuki pekan 10–14 November 2025, IHSG diproyeksi bergerak konsolidatif dalam rentang support 8.260 dan resistance 8.620. Ketidakpastian arah kebijakan The Federal Reserve (the Fed) serta rilis data ekonomi Amerika Serikat menjadi faktor yang membuat pasar global berhati-hati. Dari sisi domestik, investor mencermati langkah pemerintah terkait pengawasan rokok ilegal dan kebijakan cukai hasil tembakau yang dapat berdampak pada sektor konsumer.

2 Sentimen IHSG

Dua sentimen potensial yang dinilai bisa menggerakkan pasar pekan ini adalah rumor IPO Superbank yang disebut-sebut berlangsung pada November, serta isu merger GRAB dan GOTO yang kali ini melibatkan Danantara sebagai mitra strategis.

"Kedua isu ini berpotensi menjadi penggerak pasar positif, terutama untuk sektor teknologi dan finansial digital,” ujar Hari.

Rekomendasi Strategi Buy on Weakness

Indo Premier Sekuritas menyarankan pelaku pasar memanfaatkan strategi buy on weakness untuk tiga sektor defensif: perbankan yang masih menjadi sasaran akumulasi asing, konsumsi yang ditopang daya beli stabil, serta infrastruktur yang mendapat perhatian seiring program pemerintah.

“Sementara itu investor sebaiknya fokus pada saham berfundamental kuat sambil mencermati perkembangan sentimen makro dan global,” ujar Hari.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan tetap bergerak sideways dalam rentang 8.260–8.620. 

Rekomendasi Saham

Merespons dinamika pasar ini, IPOT merekomendasikan strategi trading buy on weakness yang berfokus pada saham perbankan, konsumsi, dan infrastruktur.

BBCA

Buy BBCA (Entry: 8675, Target Price (TP): 9175 dan Stop Loss (SL): 8450). Sepanjang sepekan terakhir, BBCA mencatat akumulasi asing sebesar Rp1,2 triliun, menunjukkan minat beli yang kuat dari investor asing. 

Hari menyebut secara teknikal, pergerakan harga BBCA masih bertahan di atas dynamic support EMA-5, menandakan tren penguatan masih terjaga dan membuka peluang kelanjutan uptrend pada pekan depan, terutama jika volume beli asing terus berlanjut.

TLKM

Buy TLKM (Entry: 3470, TP: 3860 dan SL: 3390). Sepanjang sepekan terakhir, TLKM tercatat masih diakumulasi asing senilai Rp 814 miliar, menandakan kepercayaan investor terhadap prospek emiten telekomunikasi ini masih kuat. 

Secara teknikal, Hari mengatakan TLKM tetap bergerak dalam tren naik dengan harga yang bertahan di atas dynamic support EMA-5, sehingga selama pola uptrend ini terjaga, potensi penguatan TLKM di pekan depan masih terbuka lebar.

EMTK

Buy EMTK (Entry: 1275, TP: 1510 dan SL: 1125). EMTK melanjutkan tren penguatannya dengan konfirmasi volume besar pada perdagangan Jumat lalu, mengindikasikan momentum beli yang solid. 

Potensi kenaikan masih terbuka di pekan ini, didukung sentimen positif dari masuknya EMTK ke dalam indeks LQ45.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |