Adira Rampungkan Akuisisi Portofolio Arthaasia Finance

2 weeks ago 16

Liputan6.com, Jakarta - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance mengumumkan telah menyelesaikan akuisisi portofolio pembiayaan pinjaman kendaraan milik PT Arthaasia Finance (AAF) pada Jumat, 7 November 2025.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/11/2025), Adira Finance melakukan akuisisi dan pengalihan atas portofolio dalam cakupan, termasuk asuransi atas portofolio dalam cakupan dari PT Arthaasia Finance pada 7 November 2025. Hal ini berdasarkan perjanjian pengalihan portfolio bersyarat pada 16 Juli 2025 antara perseroan sebagai pembeli dan AAF sebagai penjual.

Perseroan menyatakan berdasarkan perjanjian pengalihan portofolio bersyarat (PPPB) pada 16 Juli 2025, perseroan dan AAF untuk mengakuisisi portofolio pinjaman kendaraan yang terdiri dari:

1.Pembiayaan kendaraan komersial kepada pemilik usaha perseroan dan usaha kecil menengah (portofolio pembiayaan konsumen)

2.Pembiayaan kendaraan komersial untuk pelanggan korporat (portofolio sewa pembiayaan inti)

3.Kontrak pembelian dengan skema pembayaran angsuran bersama-sama dengan portfolio pembiayaan konsumen dan pembiayaan sewa guna usaha inti (selanjutnya disebut portfolio dalam cakupan)

4. Asuransi saat ini yang dibuat oleh atau atas nama AAF seiring portofolio dalam cakupan. Penyedia asuransi telah menyetujui pengalihan masing-masing asuransi kepada perseroan.

Perseroan telah menyelesaikan pengalihan atas portofolio dalam cakupan termasuk asuransi atas portofolio dalam cakupan dari AAF dengan menandatangani akta pengalihan, akta novasi I dan akta novasi II. Adapun nilai transaksi itu mencapai Rp 1,06 triliun.

"Transaksi akuisisi ini akan menambah jumlah aset perseroan sehingga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap profitabilitas perseroan,” tulis Sekretaris Perusahaan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, Veronika Dyah Puspitaningrum dalam keterbukaan informasi BEI.

Dana Akuisisi dari Kas Internal

Ia menambahkan, transaksi akuisisi ini juga dapat menambah jumlah konsumen dan mitra usaha perseroan serta menambah jaringan dalam memperkuat pangsa pasar perseroan dalam kegiatan pembiayaan khususnya di bidang pembiayaan kendaraan.

“Dana yang digunakan oleh perseroan untuk membayar nilai transaksi berasal dari dana internal perseroan,” demikian seperti dikutip.

Seiring penandatanganan akta pengalihan dan akta novasi, seluruh portofolio dalam cakupan termasuk asuransi atas portofolio dalam cakupan milik AAF beralih ke perseroan.

"Transaksi akuisisi Portofolio Dalam Cakupan, termasuk Asuransi atas Portofolio Dalam Cakupan yang dimiliki AAF oleh Perseroan tidak memiliki dampak Operasional dan hukum terhadap Perseroan,” demikian seperti dikutip.

Pada penutupan perdagangan Senin, 10 November 2025, harga saham ADMN stagnan di posisi Rp 8.825 per saham. Harga saham ADMF dibuka turun 25 poin ke posisi Rp 8.800 per saham. Saham ADMF berada di level tertinggi Rp 8.875 dan level terendah Rp 8.800 per saham. Total frekuensi perdagangan 162 kali dengan volume perdagangan 856 saham. Nilai transaksi Rp 756,7 juta.

Alasan di Balik Merger Adira Finance dengan Mandala Finance

Sebelumnya, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) dan PT Mandala Multifinance Tbk (Mandala Finance) resmi mendapatkan persetujuan dari pemegang saham untuk melanjutkan proses penggabungan usaha (merger). 

Terkait hal ini, Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, menjelaskan penggabungan antara Adira Finance dan Mandala Finance merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi perusahaan di tengah persaingan industri pembiayaan yang semakin ketat. 

Melalui aksi korporasi ini, Adira berharap bisa memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkaya variasi produk yang dapat ditawarkan kepada konsumen.

“Ya, jadi salah satu cara kita untuk bisa bersaing tentu adalah membuat Adira itu tubuh besar dan menjadi solusi yang dipilih oleh konsumen,” ujar Dewa dalam konferensi pers, dikutip Selasa (1/7/2025).

Salah satu keuntungan utama dari penggabungan ini adalah bertambahnya jumlah jaringan operasional. Dengan bergabungnya Mandala Finance, Adira memperoleh tambahan lebih dari 250 kantor cabang, yang secara langsung memperluas akses perusahaan terhadap calon konsumen di berbagai daerah.

“Dengan bergabungnya Mandala kita punya lebih dari 250 tambahan kantor cabang dan itu adalah jumlah yang sangat besar. Dan itu artinya akses perusahaan kepada pasar menjadi lebih luas,” lanjutnya.

Penawaran Produk

Selain memperluas jangkauan, sinergi ini juga membuka peluang untuk meningkatkan penawaran produk kepada konsumen. Mandala yang selama ini berfokus pada pembiayaan sepeda motor dan produk multiguna berbasis roda dua, akan mendapat manfaat dari portofolio produk Adira yang lebih lengkap. 

Nasabah Mandala kini dapat menikmati akses ke pembiayaan mobil, pembiayaan usaha, hingga layanan-layanan tambahan lain dari grup perbankan tempat Adira bernaung.

Dewa Made juga menambahkan penggabungan ini akan memperkuat relasi bisnis dengan para mitra dealer. Sebagian besar mitra dealer Mandala sudah bekerja sama dengan Adira, sehingga ke depannya kolaborasi dapat diperluas, termasuk dalam hal pembiayaan dealer seperti stock financing dan lainnya.

Ia optimistis sinergi antara Adira dan Mandala tidak hanya akan menguntungkan kedua perusahaan, tetapi juga memperkuat industri pembiayaan nasional secara keseluruhan, terutama dalam memberikan solusi keuangan yang lebih luas dan terintegrasi bagi masyarakat.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |