Liputan6.com, Bandung - Usai kisruh dua kubu internal Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT), sekitar 600 satwa dari 120 jenis yang berada di lahan konservasi Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo diklaim terpenuhi kebutuhannya oleh petugas pemelihara satwa
Hal itu dikatakan juru bicara pengelola sebelumnya Serikat Pekerja Mandiri Derenten (SPMD), Sulhan Safii. Sulhan mengatakan ,meski operasional komersil Bandung Zoo masih ditutup, 100 lebih petugas pemelihara satwa dari kelompoknya tetap memberikan pelayanan kepada satwa mulai pukul 06.00 WIB.
"Kita tetap melaksanakan kewajiban menjaga satwa dan menjaga kesejahteraan satwa dengan cara memberi makan terutama yang baik. Baik diberikan susu khusus untuk Tama (bayi orangutan) memang mendapat perhatian utama dari seluruh pekerja," ujar Sulhan kepada Liputan6.com di Bandung, Jumat (8/8/2025).
Sulhan mengatakan para pemelihara satwa dan pemberi pakan tetap menjaga kesejahteraan satwanya dengan serta memberi makan dan mengecek kesehatannya.
Sulhan menambahkan puluhan orang terutama di bagian konservasi, petugas pemelihara satwa, nutrisi, pakan dan juga karantina untuk menjaga satwa-satwa.
"Masuk sejak pagi hari dan yang malam juga ada yang berjaga, karena untuk perawatan belasan satwa yang baru lahir terutama bayi-bayi karnivor, apes dan juga anak orang utan, Tama," kata Sulhan.
Sulhan menyebutkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat (BKSDA Jabar) dan Bidang II Soreang pada sore Kamis, 7 Agustus 2025, untuk mengetahui kondisi satwa.
Peninjauan ini kata Sulhan untuk mengingatkan agar satwa tidak terlantar akibat adanya kisruh ini. Kelompoknya bersikukuh akan menjaga satwa yang ada di Bandung Zoo.
"Kami karyawan Bandung Zoo yang tergabung dalam Serikat Pekerja Mandiri Derenten berkomitmen untuk menjaga satwa ini bagaimanapun caranya. Dan Yayasan Margasatwa Tamansari dengan pimpinan Wisma Bratakusuma dengan akta notaris 41/Oktober/2024 berkomitmen untuk membiayai semua pakan kesehatan dan operasional Bandung zoo selama masih ditutup seperti ini," sebut Sulhan.
Kata BKSDA
Berdasarkan hasil pantauan BKSDA Jawa Barat ke Bandung Zoo, hampir seluruh satwa secara umum kondisi sehat. Menurut Kepala Bidang KSDA Wilayah II Soreang BKSDA Jawa Barat, Untung Suripto, pantauan secara langsung kondisi satwa sejak 6 Agustus 2025.
"Kami dari BBKSDA Jabar tanggal 6 Agustus sore langsung monitoring ke Bandung Zoo untuk memastikan kondisi satwa aman. Alhamdulillah kondisi satwa tertangani dengan baik," ujar Untung kepada Liputan6.com, Jumat (8/8/2025).
Untung melanjutkan pantauan langsung otoritasnya ke Bandung Zoo pada 7 Agustus 2025. Mereka kembali melakukan pemantauan soal kondisi satwa.
Untung menjelaskan seluruh pemantauan satwa tersebut dilakukan untuk satwa yang ada di kandang dan dalam perawatan khusus.
"Memantau satwa di kandang karantina dan kandang display. Kondisi satwa sehat dan kandang baik dan bersih. Kami juga meninjau gudang pakan dan stok aman. Untuk stok pakan herbivora disiapkan untuk kebutuhan tiap pekan, sementara untuk carnivora disuplai per hari," sebut Untung.
Perawatan dan kondisi kesehatan satwa di Bandung Zoo juga menjadi prioritas oleh kelompok Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT). Namun mereka terkendala kesepakatan dadakan pada 6 Agustus 2025.
Perawatan dan Kesehatan Satwa Perlu Diutamakan
Juru Bicara YMT John Sumampauw, Ully Rangkuti mengatakan, kelompoknya bersepakat bahwa perawatan dan kesehatan satwa harus diutamakan.
"Kami concern terhadap perawatan dan kesehatan satwa. Itu adalah top priority kami. Hanya saja saat ini, sebagaimana hasil pertemuan 6 Agustus 2025 lalu, kami tidak dapat masuk ke dalam area Kebun Binatang Bandung untuk. Cuma bisa pantau dari luar. Sementara ini, yang diperbolehkan berada di dalam area oleh pihak berwenang adalah keeper-keeper. Dokter hewan juga berjaga," kata Ully kepada Liputan6, Jumat (8/8/2025).
Selain tidak dapat mengakses langsung Bandung Zoo, Ully menyebutkan kelompoknya juga tidak bisa mengakses berbagai media sosial resmi milik Bandung Zoo.
"Sejak kami ambil alih pengelolaan 21 Maret 2025, media sosial dan website Bandung Zoo tidak bisa kami akses. Mereka (manajemen lama) menolak memberikan username dan password," ungkap Ully.
Kondisi kini petugas pengamanan dari kepolisian setempat, menyortir setiap orang yang hendak keluar masuk Bandung Zoo. Hanya petugas yang berkepentingan saja diloloskan, karyawan kedua kubu pun tidak terlihat.
Saat ini beberapa petugas kepolisian berjaga di gerbang masuk Bandung Zoo yang rusak akibat didobrak pada tanggal 6 Januari 2025 dengan dipasang garis polisi (police line) dan rantai yang digembok.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, seusai rapat pasca kisruh fisik pengelolaan Bandung Zoo, seluruh rombongan YMT semua diminta keluar semua oleh polisi. Petugas keamanan itu meminta jangan ada lagi kejadian bentrok karena pada 6 Agustus 2025 ada kunjungan Presiden RI Prabowo ke kawasan tersebut.
Namun pada Kamis pagi (7/8/2025) garis polisi (police line) sudah terpasang di pintu gerbang yang roboh akibat bentrokan sehari sebelumnya. Sayangnya, tidak ada informasi yang diterima langsung oleh pihak YMT.