Liputan6.com, Jakarta Upaya aparat kepolisian menjemput Bilqis Ramdhani (4) dari warga Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Merangin, Jambi, bukan perkara mudah. Prosesnya berlangsung dramatis dan penuh emosi, bahkan membutuhkan waktu dua malam negosiasi di tengah hutan sebelum akhirnya Bilqis bisa dibawa pulang.
Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Nasrullah, mengisahkan bahwa titik terang kasus penculikan Bilqis bermula dari rekaman CCTV yang viral di media sosial. Rekaman itu menjadi petunjuk awal bagi tim gabungan Satreskrim Polrestabes Makassar untuk menelusuri keberadaan bocah tersebut.
“Awalnya kita melakukan penyelidikan di Taman Pakui. Setelah itu kita dapatkan informasi dari CCTV, kita telusuri, dan berhasil menemukan pelaku pertama (SY). Dari situ kita kembangkan, ternyata anak itu dijemput oleh seorang wanita dari Jakarta,” ujar Nasrullah di Polrestabes Makassar, Senin (10/11/2025).
Dari hasil penyelidikan, tim bergerak ke Sukoharjo, Jawa Tengah, dan menangkap pelaku bernama NH di rumahnya di Kecamatan Kartasura. Dari NH, terungkap bahwa Bilqis telah dibawa ke Jambi.
“Kami langsung berangkat ke Jambi dan berkoordinasi dengan teman-teman kepolisian di sana. Dari pengakuan pelaku, Bilqis sudah dijual lagi ke Suku Anak Dalam di Kabupaten Merangin,” jelas Nasrullah.
Tim gabungan pun menempuh perjalanan darat selama hampir 16 jam dari Kerinci menuju Merangin. Mereka bekerja sama dengan Polres Merangin untuk menjalin komunikasi dengan tokoh adat SAD yang dikenal tertutup terhadap orang luar.
“Koordinasi dengan kepala adat sangat penting, karena Suku Anak Dalam ini hidup terpencil dan punya aturan sendiri,” tutur Nasrullah.
Menurutnya, Bilqis saat ditemukan tampak dalam kondisi baik dan tidak menunjukkan tanda-tanda trauma.
“Orang-orang SAD sudah menganggap Bilqis sebagai keluarga. Dia cepat beradaptasi dan kelihatan nyaman di sana,” tambahnya.
Negosiasi Dua Malam di Tengah Hutan
Sementara itu, Kasubnit II Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar, Ipda Supriadi Gaffar, mengungkapkan bahwa proses negosiasi dengan warga SAD berlangsung sangat alot. Sejak Jumat (7/11/2025) hingga Sabtu malam, mereka harus berulang kali membujuk kepala-kepala suku agar bersedia menyerahkan Bilqis.
“Dari Merangin kami masuk ke kawasan pedalaman tempat mereka tinggal. Kami memohon dengan hati nurani agar Bilqis bisa dikembalikan. Mereka bertahan karena sudah menganggap anak itu sebagai bagian dari keluarga,” kata Supriadi.
Negosiasi berlangsung penuh emosi. Supriadi mengaku pihaknya sampai merasa terenyuh melihat kedekatan emosional antara Bilqis dan keluarga SAD yang merawatnya.
“Mulai dari malam sampai pagi, lalu berlanjut malam berikutnya. Saat akhirnya mereka setuju menyerahkan Bilqis, banyak yang menangis. Bahkan Bilqis sempat meronta karena mengira orang yang merawatnya itu bapaknya,” tutur Supriadi dengan nada haru.
Setelah melalui proses panjang dan menyentuh itu, Bilqis akhirnya berhasil dibawa pulang dalam keadaan selamat. Polisi pun memastikan seluruh pelaku yang terlibat dalam penculikan dan penjualan anak tersebut telah diamankan untuk diproses hukum lebih lanjut.
"Alhamdulillah yang jelas Bilqis berhasil diselamatkan," ucapnya.
Buat Surat Palsu
Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Devi Sujana menceritakan bahwa proses penjemputan Bilqis tidaklah mudah. Polisi harus menembus kawasan hutan yang cukup jauh dari pemukiman warga umum. Meski sempat menghadapi kendala komunikasi dan akses jalan yang sulit, tim gabungan akhirnya berhasil membawa Bilqis dalam keadaan selamat.
“Kami dibantu oleh Polres Merangin, Polres Kerinci, serta Polda Jambi. Tokoh masyarakat dan Dinas Sosial Merangin juga ikut membantu agar proses penjemputan berjalan lancar,” ujar Devi Sujana kepada wartawan.
Menurut Devi, upaya penyelamatan Bilqis dilakukan secara persuasif. Sebab, pihak penerima anak di wilayah Suku Anak Dalam awalnya mengira anak itu diserahkan langsung oleh orang tuanya.
Pelaku di Jambi, yakni Meriana alias Mary, bahkan membuat surat pernyataan palsu seolah-olah Bilqis adalah anak kandungnya yang diserahkan karena alasan ekonomi.
“Mereka mengira anak itu hasil penyerahan sah dari orang tuanya. Setelah dijelaskan oleh petugas dan tokoh adat, mereka memahami dan menyerahkan Bilqis dengan baik-baik,” jelasnya.
Devi menuturkan, penjemputan ini melibatkan koordinasi intens antarwilayah. Mantan Direskrimum Polda Jateng dan DIY yang kini menjabat Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, turut berperan besar dengan mengerahkan jaringan lintas kepolisian yang pernah dipimpinnya.
“Beliau membantu membuka jalur koordinasi. Jadi waktu kita lidik di Sukoharjo, dibackup Polda Jateng dan DIY. Begitu juga saat ke Jambi, dibantu penuh oleh jajaran Polda Jambi dan pemerintah setempat,” tambah Devi.
Bilqis kini telah kembali ke Makassar dan menjalani pendampingan medis serta psikologis oleh tim dari Polda Sulsel dan Dinas Sosial Kota Makassar. Sementara itu, polisi masih terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap seluruh jaringan perdagangan anak lintas provinsi yang memperjualbelikan korban hingga ke pedalaman Jambi.
“Yang jelas, perjuangan anggota di lapangan luar biasa. Kami syukuri Bilqis bisa kembali ke pelukan keluarga dalam keadaan sehat,” tutup AKBP Devi Sujana.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427308/original/021516600_1764373824-Bobby_Tapteng.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426970/original/092425800_1764322634-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427303/original/076868800_1764369660-IMG_8430.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424044/original/030657200_1764131018-52849dd0-061d-4666-bc04-84d17b11afb6.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427093/original/058674400_1764326703-1000794399.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426978/original/058350200_1764322886-Siklon_tropis_Senyar_dan_Koto.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426643/original/076374400_1764312549-WhatsApp_Image_2025-11-28_at_05.11.31__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426696/original/051079100_1764314425-Banjir_di_Deli_Serdang.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5057608/original/085918800_1734597170-WhatsApp_Image_2024-12-19_at_14.07.11.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426444/original/048722400_1764305814-WhatsApp_Image_2025-11-27_at_22.36.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411718/original/027752400_1763019573-hujan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424802/original/046274400_1764156227-1764149179125.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425756/original/040017700_1764236633-1000593632.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4235273/original/001850200_1669110650-IMG_20221122_155758.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425521/original/036866400_1764229576-Banjir_Aceh_sebabkan_sinyal_HP_mati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425509/original/040880400_1764229229-569095df-7db3-4c55-a32f-a1906bca7307.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1503744/original/055901900_1486724745-20170210--IHSG-Ditutup-Stagnan--Bursa-Efek-Indonesia-Jakarta--Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3893145/original/056566800_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5308006/original/092016000_1754532950-Hyundai-Ioniq-6-facelift-Korea-6-e1754452327720.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302333/original/037237800_1754020466-IMG-20250731-WA0140.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363858/original/020456500_1758978429-00004XTR_01383_BURST20250927170746.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3550569/original/020379800_1629871407-prison-553836_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307123/original/042222500_1754459147-IMG-20250806-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3566688/original/041753800_1631185684-20210909-PPKM-IHSG-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5308152/original/095852800_1754537270-arenaev_001.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5299451/original/092313200_1753834571-1000012259.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362984/original/084412600_1758878600-IMG_20250926_133459.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302665/original/076900400_1754031692-20250731_171857.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303234/original/002591400_1754051852-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_19.24.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5308100/original/050054800_1754535536-audi-brings-controller-free-in-car-airconsole-gaming-to-the-us_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219870/original/030732300_1747234550-6b3509c8-8c66-4f8b-a4e0-2410f0c14a90.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5314624/original/007345000_1755106542-unnamed_-_2025-08-14T000834.478.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302204/original/046165100_1754017107-IMG-20250731-WA0199.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4410634/original/016949900_1682850414-isaac-smith-6EnTPvPPL6I-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311006/original/028343100_1754811126-IMG-20250810-WA0001.jpg)