Indonesia Rugi Rp 22 Triliun Setiap Tahun Akibat Bencana Alam

1 week ago 19

Liputan6.com, Bogor- Bencana alam di berbagai wilayah Indonesia berdampak besar pada ekonomi dan kehidupan masyarakat. Menurut Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas, Medrilzam kerugian akibat bencana setiap tahun mencapai Rp 22 triliun.

"Kerugiannya fantastis ada Rp 22 triliun per tahun. Uang yang tidak sedikit, dampaknya lebih besar," ujar Medrilzam saat penanaman pohon di kawasan Eiger Adventure Land (EAL), Puncak, Bogor, Jumat (21/11/2025).

Menurutnya, angka ini mencerminkan dampak serius terhadap infrastruktur, perekonomian, dan kehidupan masyarakat di daerah terdampak.

"Dari data kami, tanah longsor mendominasi kejadian bencana di Indonesia, hampir 34 persen. Puting beliung 32 persen, angin kencang 12 persen, banjir sekitar 10 persen. Tingginya angka kejadian tanah longsor menjadi alarm keras bagi kita," bebernya.

Dia menyinggung faktor tingginya bencana alam yang melanda sebagian wilayah Indonesia. Salah satunya disebabkan karena kerusakan alam dan lahan kritis.

"Kita menghadapi tantangan yang sangat besar. Luas lahan kritis di Indonesia besar sekali," ucapnya.

12,3 Juta Hektar Lahan Kritis

Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, sekitar 12,3 juta hektar lahan kritis. Sebanyak 811 ribu hektar di antaranya berada di DAS Ciliwung, seperti di kawasan Puncak. Kondisi ini berpotensi besar terjadinya bencana seperti banjir dan tanah longsor di wilayah Jabodetabek.

"Kawasan yang kita pijak sekarang ini berada di elevasi 930 meter di atas permukaan laut. Sementara Sentul 546 Mdpl. Jakarta sekitar Mdpl. Jadi gravitasi air dari ketinggian ini kalau tidak dikelola secara alami maupun struktural, kalau cuaca ekstrem akan sangat beresiko bencana di hilir," terangnya.

Untuk itu, pentingnya mitigasi melalui penanaman pohon di hulu DAS Ciliwung, yang hari mulai dilaksanakan serentak di Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Untuk titik lokasi penanaman pohon di Jabar, dilakukan di kawasan Eiger Adventure Land, Puncak, Kabupaten Bogor. Alasan dipilihnya EAL karena kawasan ini memegang peranan penting sebagai hulu DAS Ciliwung, penyuplai sekaligus penahan laju air bagi daerah Jakarta dan sekitarnya.

"Tepatnya di kawasan Eiger Adventure Land. Catatan kami EAL di bawah kaki Gunung Pangrango dan DAS Ciliwung. Karenanya, penanaman di lokasi ini upaya kita mengembalikan suplai air di daerah di bawahnya. Bagaimana membuat agar tanahnya bisa lebih kuat lagi menghadapi cuaca ekstrem," terangnya.

Menurutnya, kawasan ini juga semula berupa perkebunan teh dan hutan, namun sempat mengalami degradasi akibat alih fungsi lahan. Sehingga kondisi tanah di sini rentan terhadap erosi permukaan.

"Namun, kami melihat kawasan ini sekarang mulai berubah menjadi ekowisata yang betul-betul mencoba membuka jalan bagi upaya restorasi ekologis," pungkasnya.

Bencana Alam di Bogor

Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, suatu kehormatan bagi wilayah Kabupaten Bogor menjadi salah satu venue atau tuan rumah pelaksanaan Hari Pohon Sedunia bersama Menko PMK dan beberapa stake holder terkait.

"Pelaksanaan penanaman bukan hanya di Eiger Adventure Land, tetapi kami melakukan penanaman pohon di 9 lokasi, lalu di eks Giri Pangrango, eks Pancawati, sampai dengan Sukaraja, Gunung Putri terkait penanganan banjir," katanya.

Menurutnya, di Kabupaten Bogor, bencana banjir, tanah longsor, bukan hanya terjadi di tahun 2025-2024 bahkan 5-10 tahun yang lalu sudah terjadi.

"Selain itu, penanaman pohon yang diinisiasi oleh BNPB, kita lakukan penghijauan di seluruh daerah aliran sungai Cikeas, Ciliwung dan beberapa daerah aliran sungai lainnya," katanya.

Kegiatan penghijauan ini, kata dia, menjadi sebuah semangat buat Pemerintah Kabupaten Bogor untuk tidak berjalan sendiri, beberapa kementerian membantu, BNPB turut serta di paling depan, dan tentunya pihak-pihak swasta, para pelaku usaha turut serta membangun bersama-sama untuk bangsa Indonesia.

Sementara itu, Direktur Utama Eiger Adventure Land, Imanuel Wirajaya berharap, destinasi ini dapat menghadirkan ekowisata yang tidak hanya menawarkan pengalaman wisata alam, tetapi juga membuka jalan bagi upaya restorasi melalui pengembalian fungsi ekologis.

"Melalui kolaborasi pentaheliks antara swasta, pemerintah, akademisi, komunitas, dan media, kami ingin menjadikan kawasan ini sebagai contoh nyata bahwa ekowisata yang selaras dengan pelestarian alam dapat memberikan kontribusi nyata bagi mitigasi bencana sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |