Liputan6.com, Jakarta Museum Geologi Bandung Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan proses rekonstruksi sepasang fosil gading gajah purba Stegodon trigonocephalus berusia 800 juta tahun lalu rampung pada Desember 2025.
Menurut Ketua Tim Ekskavasi Museum Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM, Ahli Fungsional Penyelidik Bumi, Unggul Prasetyo, nantinya replika sepasang fosil gading gajah purba Stegodon trigonocephalus tersebut dikirim ke Pemerintah Daerah Nganjuk, Provinsi Jawa Timur.
"Kan kalau yang aslinya sudah diserahterimakan ke Museum Geologi dan kini menjadi aset nasional. Nanti replikanya yang akan dikirim untuk diperlihatkan kepada masyarakat di Nganjuk, Jawa Timur. Terus tidak mungkin juga yang aslinya dikirim dengan segala kondisi yang sudah lapuk ribuan tahun," kata Unggul kepada Liputan6.com, Bandung, Senin (10/11/2025).
Fosil gajah purba Stegodon trigonocephalus terlengkap itu ditemukan oleh masyarakat dan pemerintah setempat di Hutan Tritik, Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur. Sedangkan untuk seluruh fosil bagian gajah purba yang lainnya tengah menunggu giliran dilakukan proses penanganan serupa.
Unggul menyebutkan seluruh fosil gajah purba Stegodon yang ditemukan utuh di Hutan Tritik tiba di Museum Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM Kota Bandung pada Kamis, 6 November 2025 usai seluruh kegiatan ekskavasi rampung. Proses ekskavasi terakhir dilakukan pada 3 November yakni pembungkusan seluruh fosil gajah purba.
"Pada 4 November kita lakukan evaluasi terakhir di lapangan. Kita sudah pastikan fosil yang tertinggal yang belum diangkat, sudah bisa diangkat, sudah bersih dari kotak galiannya. Kotak galian sudah bersih, kita ukur ulang semuanya karakter geologinya," ujar Unggul.
Unggul mengatakan sebelum dikirim ke Museum Geologi Bandung, seluruh fosil gajah purba Stegodon trigonocephalus itu disimpan terlebih dahulu di Museum Nganjuk sebagai penanganan awal.
Pengulangan bungkus kemasan fosil dilakukan di Museum Nganjuk, dibantu oleh petugas dari pemerintah setempat dan Museum Nganjuk. Termasuk kendaraan jenis truk kecil guna mengangkut seluruh fosil tersebut.
"Lebih dulu untuk menyiapkan tempat penyimpanan di sini (Museum Geologi) dan beberapa perlengkapan dibutuhkan untuk menerima koleksi itu. Jadi fosil-fosil itu secara resmi diberangkatkan dari Nganjuk oleh kawan-kawan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar)," beber Unggul.
Unggul menyebutkan seluruh kendaraan yang membawa fosil gajah purba Stegodon trigonocephalus tersebut milik Disporabudpar Nganjuk yang melakukan konvoi ke Kota Bandung, Jawa Barat.
Setelah dilakukan serah terima di Auditorium Museum Geologi Kota Bandung, maka seluruh fosil gajah purba tersebut secara resmi menjadi aset nasional.
"Sekarang posisinya sudah menjadi aset nasional di sini dan akan dipergunakan untuk kepentingan bersama," sebut Unggul.
Tata Laksana Perlakukan untuk Fosil
Unggul menerangkan tata laksana perlakukan kepada fosil di Museum Geologi Kota Bandung yang memiliki kerentanan kelapukan, harus dihindarkan terhadap 10 agen perusak koleksi. Di antaranya adalah terhindar dari api, air, pencurian, benturan, hama, temperatur kelembapan dan disosiasi.
Unggul menyebut untuk merangkai kembali fosil gajah purba Stegodon trigonocephalus diperlukan waktu hampir setahun, agar seluruhnya terjaga dan terbentuk dengan baik. Pasalnya, fosil gajah purba yang ditemukan kali ini ditemukan dalam posisi menumpuk.
"Kalau kita kan berdasarkan gambaran hasil temuan yang di lapangan. Kita sudah pastikan 70 persen ketemu tapi kan beberapa fosil kita angkat dalam posisi masih bertumpuk karena tidak memungkinkan untuk diangkat satu persatu pada saat itu. Jadi disini satu tumpukan bisa pisahkan, bisa kita estimasi lagi itu memang butuh waktu juga," terang Unggul.
Unggul menerangkan tahapan tata laksana perlakukan untuk fosil adalah proses reparasi, konservasi dan modeling. Unggul menegaskan proses modeling ini merupakan proses terlama dalam tata laksana perlakukan untuk fosil.
Dalam proses modeling fosil tersebut, petugas museum harus menyiapkan berbagai bagian fosil yang hilang. Usai dilakukan pemodelan, Unggul menambahkan proses dilakukan replikasi fosil guna sesegera mungkin ditampilkan ke publik tanpa harus merusak fosil yang asli.
"Nah yang akan direkonstruksi itu replikanya dahulu karena tidak memungkinkan untuk yang langsung aslinya, bahaya. Sayang ke fosilnya untuk sering dipindah, diangkat, dipegang. Jadi tahapannya proses reparasi, konservasi, modeling, replikasi dan rekonstruksinya. Ya paling cepat prosesnya delapan bulanan kalau simultan terus ya," tutur Unggul.
Cerita Awal Ekskavasi
Unggul menceritakan, awal diketahui adanya fosil gajah purba di wilayah tersebut bermula dari laporan dari pemerintah daerah setempat kepada Museum Geologi.
"Kronologi awalnya tahun 2023 Pemda Nganjuk bersurat ke Museum Geologi, melaporkan adanya temuan temuan kegeologian seperti fosil dan batuan di area Tritik Nganjuk," ujar Untung kepada Liputan6, Selasa (21/10/2025).
Untung mengatakan selang setahun laporan diterima, pada 2024 dilakukan survei oleh tim dari Museum Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM dan menemukan satu titik yang berpotensi mengandung fosil yang masih utuh.
Namun pada waktu itu tidak langsung dilakukan penggalian. Pada 2025, barulah titik atau lokasi tersebut kemudian diekskavasi, dan memang seperti dugaan ditemukan fosil kerangka Stegodon satu individu yang cukup utuh.
"Kalau dari kajian ilmiah di Pegunungan Kendeng Jawa Timur sejak zaman Hindia-Belanda memang dikenal akan temuan temuan fosilnya. Nah, Wilayah Tritik juga bagian dari Pegunungan Kendeng ini," kata Unggul.
Unggul memaparkan Tahun 1930-an geologist bernama Van Es dari Dinas Pertambangan di Bandung memetakan Wilayah Kendeng ini dan menyebutkan potensi kandungan fosilnya.
Atas dasar itulah ucap Unggul, kemudian di masa sekarang banyak instansi seperti Museum Geologi, BRIN, Museum Sangiran dan lainnya juga melakukan kajian di daerah tersebut.
"Dan akhirnya 2024-2025 Badan Geologi menemukan kerangka Stegodon ini. Jadi dari hasil analisis temuan temuan fosil yang ditemukan di daerah ini didominasi oleh temuan banteng purba dan gajah, bisa disimpulkan bahwa sekitar 800 ribu tahun lalu daerah ini merupakan savana yang banyak dihuni binatang binatang besar itu," tukas Unggul.
Unggul menegaskan kegiatan ekskavasi masih berlangsung, sampai sekarang sudah ditemukan 1 gading utuh sepanjang 2.5m, rusuk, kaki depan, kaki belakang, rahang bawah, tulang belikat, tulang pinggul, ruas tulang leher, tulang punggung, tulang ekor, dan jari-jarinya.
Untung mengatakan penemuan Stegodon di Nganjuk ini dinilai sebagai salah satu temuan fosil gajah purba paling lengkap di Jawa Timur.
"Selain memiliki nilai ilmiah tinggi, temuan ini juga menegaskan potensi Hutan Tritik sebagai kawasan geologi penting dan aset penelitian prasejarah Pulau Jawa," sebut Unggul.
Tritik Nganjuk Dulunya Sabana
Unggul menerangkan 800 ribu tahun silam, Kawasan Tritik Nganjuk tepatnya Wilayah Pegunungan Kendeng Jawa Timur adalah sabana tempat kelompok gajah purba hidup.
Unggul menyebutkan dari asosiasi faunanya yang dominan dihuni oleh banteng dan gajah sudah menunjukkan karakter lingkungan sabana. Jejak lainnya seperti banyak ditemukan jejak akar rumput di lapisan batuan yang mengandung fosil yang di kerangka gajah.
"Kalau jejak bentang alamnya saat ini sudah tidak terlihat karena yang dahulunya sekitar 800 ribu tahun yang lalu berupa savana luas, sekarang lapisan batuannya sudah terangkat dan terlipat menjadi punggungan dan bukit bukit kecil di Daerah Tritik," jelas Unggul.
Unggul menegaskan di Lokasi Tritik Nganjuk sekitar 800 ribu tahun yang lalu bentang alamnya berupa sabana yang dihuni binatang-binatang besar. Di mana buktinya sekarang bisa dipelajari dari fosil-fosil yang ditemukan di daerah ini.
Mengutip laman Mawatu, Padang sabana adalah hamparan luas rerumputan yang dihiasi oleh beberapa pohon dan semak belukar.
Ekosistem ini biasanya ditemukan di daerah dengan musim kering yang cukup panjang, di mana curah hujan tidak cukup untuk mendukung hutan lebat. Sabana memiliki keindahan tersendiri dengan lanskap terbuka yang menawarkan pemandangan luas dan udara segar.
Di Indonesia, padang sabana sering menjadi tempat favorit untuk wisata alam, fotografi, hingga eksplorasi satwa liar. Padang sabana tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga habitat bagi berbagai flora dan fauna khas.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427308/original/021516600_1764373824-Bobby_Tapteng.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426970/original/092425800_1764322634-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427303/original/076868800_1764369660-IMG_8430.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424044/original/030657200_1764131018-52849dd0-061d-4666-bc04-84d17b11afb6.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427093/original/058674400_1764326703-1000794399.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426978/original/058350200_1764322886-Siklon_tropis_Senyar_dan_Koto.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426643/original/076374400_1764312549-WhatsApp_Image_2025-11-28_at_05.11.31__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426696/original/051079100_1764314425-Banjir_di_Deli_Serdang.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5057608/original/085918800_1734597170-WhatsApp_Image_2024-12-19_at_14.07.11.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426444/original/048722400_1764305814-WhatsApp_Image_2025-11-27_at_22.36.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411718/original/027752400_1763019573-hujan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424802/original/046274400_1764156227-1764149179125.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425756/original/040017700_1764236633-1000593632.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4235273/original/001850200_1669110650-IMG_20221122_155758.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425521/original/036866400_1764229576-Banjir_Aceh_sebabkan_sinyal_HP_mati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425509/original/040880400_1764229229-569095df-7db3-4c55-a32f-a1906bca7307.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1503744/original/055901900_1486724745-20170210--IHSG-Ditutup-Stagnan--Bursa-Efek-Indonesia-Jakarta--Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3893145/original/056566800_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5308006/original/092016000_1754532950-Hyundai-Ioniq-6-facelift-Korea-6-e1754452327720.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302333/original/037237800_1754020466-IMG-20250731-WA0140.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363858/original/020456500_1758978429-00004XTR_01383_BURST20250927170746.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3550569/original/020379800_1629871407-prison-553836_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307123/original/042222500_1754459147-IMG-20250806-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3566688/original/041753800_1631185684-20210909-PPKM-IHSG-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5308152/original/095852800_1754537270-arenaev_001.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5299451/original/092313200_1753834571-1000012259.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362984/original/084412600_1758878600-IMG_20250926_133459.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302665/original/076900400_1754031692-20250731_171857.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303234/original/002591400_1754051852-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_19.24.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5308100/original/050054800_1754535536-audi-brings-controller-free-in-car-airconsole-gaming-to-the-us_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219870/original/030732300_1747234550-6b3509c8-8c66-4f8b-a4e0-2410f0c14a90.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5314624/original/007345000_1755106542-unnamed_-_2025-08-14T000834.478.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302204/original/046165100_1754017107-IMG-20250731-WA0199.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4410634/original/016949900_1682850414-isaac-smith-6EnTPvPPL6I-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311006/original/028343100_1754811126-IMG-20250810-WA0001.jpg)