Empat Anggota TNI yang Diduga Siksa Prada Lucky hingga Tewas Dikabarkan Ditahan

3 weeks ago 21

Liputan6.com, Jakarta- Sebanyak empat anggota TNI yang diduga sebagai pelaku penyiksaan Prada Lucky Namo (23) hingga tewas dikabarkan ditahan. Prada Lucky merupakan prajurit TNI AD yang bertugas di Teritorial Pembangunan (TP) 834 Wakanga Mere Nagekeo, NTT.

Komandan Brigif Infanteri (Brigif) 21/Komodo, Letkol Inf. Agus Ariyanto belum bisa memastikan kabar tersebut. Dia hanya memastikan, sejumlah anggota TNI diperiksa terkait kematian Prada Lucky.

"Untuk jumlahnya dalam tahapan pemeriksaan, sehingga belum bisa saya menyampaikannya, seluruhnya masih dalam proses," ujarnya, Jumat (8/8/2025).

Dia mengaku prajurit TNI itu kini sedang menjalani pemeriksaan di Denpom Ende.

"Sementara seperti itu," katanya singkat.

Dijerat Hukum Militer

Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Candra menegaskan, prajurit yang terlibat dalam dugaan penganiayaan Prada Lucky Namo (23), menjalani pemeriksaan.

"Terhadap para personel yang diduga terlibat, saat ini sedang dilakukan proses penyelidikan dan pemeriksaan oleh pihak Subdenpom Kupang," kata Candra saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (7/8).

Candra tidak menjelaskan jumlah personel yang diperiksa dalam kejadian mengenaskan ini. TNI akan menindak tegas prajurit yang terbukti bersalah.

"Kami tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, namun jika nanti terbukti bersalah, maka akan ditindak tegas sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku di lingkungan militer," terangnya.

Ayah Prada Lucky Minta Pelaku Dihukum Mati

Ayah Prada Lucky, Sersan Mayor Christian Namo yang juga merupakan anggota TNI AD meminta para pelaku yang menyiksa anaknya untuk dipecat dari TNI AD lalu diputus hukuman mati.

"Saya minta agar keadilan ditegakkan, ini menyangkut nyawa. Biar tidak ada Lucky-Lucky lain di kemudian hari," katanya.

Dia akan terus menuntut keadilan agar para pelaku dihukum mati.

"Saya tuntut keadilan pakai jalur hak asasi manusia, nyawa saya jadi taruhannya," ungkapnya.

"Kalau tidak ada keadilan, saya akan gali kembali kuburan untuk dibawa ke orang-orang yang paling bertanggungjawab," tegasnya.

Kondisi Prada Lucky Sebelum Tewas

Sersan Mayor Christian Namo mengungkapkan kondisi sang putra sebelum meninggal dunia. Tubuh Prada Lucky dipenuhi luka lebam dan sayatan. Selain luka sayatan, ada juga luka seperti sulutan api rokok.

Bahkan, pada bagian punggung korban penuh bekas hantaman benda keras, sementara lengan dan kakinya terdapat luka bakar mirip sundutan rokok. Sersan Mayor Christian Namo menduga, putranya tewas akibat ginjal pecah dan paru-paru bocor.

"Dianiaya senior," kata dia.

Firasat Ibu Sebelum Prada Lucky Tewas

Ibu korban, Paulina Mirpey sudah mendapatkan firasat buruk sebelum Prada Lucky tewas diduga dianiaya senior. Selama tiga malam, dia bermimpi didatangi anaknya.

"Ibunya mimpi kalau Lucky datang ke rumah dengan raut muka sedih. Mimpi yang sama selama tiga hari," ungkap paman Lucky, Rafael Davids, Kamis 7 Agustus 2025.

Saat itu, sang ibu tak mendapat kabar apapun dari Lucky maupun dari kesatuan tempat Prada Lucky mengabdi. Instingnya sebagai seorang ibu, membuat ibu empat anak itu memutuskan berangkat ke Nagekeo.

Namun betapa kagetnya saat tiba di Nagekeo. Dia mendapatkan anaknya sudah sekarat terbaring di rumah sakit.

"Tidak ada informasi dari kesatuan ke orang tua. Tiba di sana baru kaget, ternyata Lucky di rumah sakit karena disiksa," ungkapnya.

Setelah empat hari dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Prada Lucky mengembuskan nafas terakhirnya.

"Dia mungkin tunggu ayahnya tiba di rumah sakit, karena sesaat ayahnya tiba, Lucky langsung berhenti nafaz," ucapnya penuh haru.

Prada Lucky meninggal dunia setelah tiga hari dirawat intensif di ruang ICU RSUD Aeramo, Kecamatan Aesesa, pada Rabu (6/8/2025). Dia diduga tewas karena dianiaya senior.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |