Liputan6.com, Jakarta - Ratusan kontainer limbah impor elektronik asal Amerika Serikat yang sempat tertahan di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, dipastikan tidak seluruhnya akan dikembalikan ke Amerika. Pemerintah justru mengambil langkah tegas, limbah yang terbukti mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) akan dimusnahkan sesuai prosedur.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Dohar Mangalando Hasibuan menegaskan, penanganan ratusan kontainer tersebut dilakukan berdasarkan arahan pemerintah pusat, guna mencegah penumpukan di pelabuhan.
“Penanganan kontainer di Pelabuhan Batu Ampar ini mengacu pada surat dari Kementerian Koordinator Perekonomian, yang meminta percepatan proses agar tidak terjadi penumpukan,” kata Dohar, Senin (27/4/2026).
Menurut Dohar, proses penanganan diawali dengan pemilahan isi kontainer untuk mengidentifikasi kandungan limbah B3. Limbah elektronik seperti kabel dan komponen tertentu menjadi perhatian utama dalam pemeriksaan tersebut.
“Jika ditemukan mengandung B3, maka langsung masuk kategori limbah berbahaya dan akan dimusnahkan di Desa Air Cargo,” tegasnya.
Keputusan pemusnahan itu sekaligus menutup opsi re-ekspor terhadap limbah yang telah diklasifikasikan sebagai B3. Artinya, begitu masuk kategori berbahaya, limbah tidak lagi dikirim kembali ke negara asal.
“Kalau sudah dimusnahkan, artinya tidak dilakukan re-ekspor. Penanganannya mengikuti SOP yang sudah ditentukan,” jelasnya.
Hingga saat ini, DLH mencatat sekitar 98 kontainer telah selesai diproses. Sementara itu, ratusan kontainer lainnya masih dalam tahap penanganan, terutama yang terindikasi mengandung limbah B3. Dohar menegaskan, pihaknya hanya berperan dalam proses teknis pemilahan dan pemusnahan limbah sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara kebijakan terkait re-ekspor berada di ranah instansi lain.
“Kami di DLH fokus pada pemilahan dan pemusnahan. Untuk re-ekspor itu kewenangan instansi lain,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa pemusnahan limbah B3 tidak dilakukan sembarangan, melainkan di fasilitas resmi yang telah mengantongi izin pengelolaan limbah.
“Limbah B3 akan dimusnahkan di lokasi yang memiliki izin pengolahan sesuai ketentuan. Itu yang kami jalankan berdasarkan SOP,” ujarnya.
Sementara itu, dari sisi kepabeanan, Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Setiawan Rosydi, menyampaikan bahwa sebagian kontainer kini telah mengantongi dokumen untuk keluar dari pelabuhan.
Bea Cukai, lanjut dia, telah menerbitkan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) untuk 160 kontainer limbah impor elektronik yang sebelumnya tertahan.
“Sudah ada 160 kontainer yang memiliki dokumen SPPB untuk keluar pelabuhan. Sisanya sekitar 655 kontainer masih dalam proses,” ujar Setiawan Kepada Liputan6.com, Saat di Konfirmasi.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa kewenangan untuk menguji apakah suatu muatan mengandung limbah B3 bukan berada di Bea Cukai.
“Kalau yang mengandung limbah, itu bukan wewenang Bea Cukai yang menguji,” katanya.
Kasus ini menyoroti kompleksitas penanganan limbah impor di Batam, yang tidak hanya melibatkan aspek kepabeanan, tetapi juga pengawasan lingkungan dan kebijakan lintas instansi. Di tengah sorotan publik, langkah pemusnahan limbah B3 menjadi sinyal tegas pemerintah dalam mencegah Indonesia menjadi tujuan pembuangan limbah berbahaya dari luar negeri.
Tim Gugus dari Bea Cukai tengah memeriksa Limbah impor Elektronik Asala Ameriaka Serikat di Pelabuhan Batam, Center.
- kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Dohar Mongalando Hasibuan menyebutkan limbah Elektronik yang sudah di sortir akan dimusnahkan jika mengandung Libah B3.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566308/original/056144600_1777173248-Daycare_Yogya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566676/original/052437900_1777213191-Kejuaraan_cheerleading_2026.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566487/original/046837000_1777187682-IMG-20260426-WA0011.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566307/original/067156600_1777173319-Daycare_Anak.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565640/original/070971300_1777041154-IMG-20260424-WA0013.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564587/original/078779000_1776956667-Garut_Penculikan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564410/original/036085800_1776939052-1000723177.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563436/original/067625000_1776867301-Ojol.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562970/original/004784100_1776843900-Apel_Lapas_Samarinda.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562205/original/037441000_1776814537-WhatsApp_Image_2026-04-22_at_06.21.00.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562041/original/073337800_1776773912-BPJS.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562057/original/002140500_1776774967-1000705470.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561922/original/090925600_1776765534-IMG-20260421-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561757/original/064978300_1776759475-Dokter_Oci.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560900/original/035829500_1776710764-Papua_Kereta_Api.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560823/original/047247400_1776691057-Pengukuhan_guru_besar_UPH.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559751/original/061446900_1776617037-Lebah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559639/original/009432700_1776602279-Lari_Bali.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559361/original/015295300_1776569447-Bali_Kemala.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559452/original/026961700_1776575429-0419_1_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4883222/original/037561100_1720093648-20240704-IHSG-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4215634/original/079831800_1667629579-Antusias_Warga_Perpanjang_SIM_di_Pelayanan_SIM_Keliling_Polresta_Bogor_Kota-Aida-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384514/original/093137400_1760785093-Kepala_Eksekutif_Pengawasan_Perilaku_Jasa_Keuangan__Edukasi_dan_Perlindungan_Konsumen_OJK_Friderica_Widyasari_Dewi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220931/original/010439400_1668038510-Laba_Rugi_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344976/original/094862600_1757498720-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460685/original/076880100_1767264471-close-up-man-preparing-steal-motorcycle.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458903/original/073984900_1767108528-Tito_Karnavian.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356531/original/022216000_1611299595-20210122-IHSG-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4938277/original/097146100_1725613636-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_15.36.00.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/702138/original/ilustrasi-migas-chevron-140703-andri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5016222/original/090950100_1732188163-20241121_113330.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461323/original/055925700_1767369827-bupati_sumedang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1505536/original/011475000_1486967390-Pembukaan-Saham3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477336/original/028314700_1768817019-P90627558_highRes_bmw-m-electrified-01__1_.jpg)