Liputan6.com, Jakarta - Dalam era digital saat ini, sistem pembayaran nontunai semakin berkembang pesat di Indonesia. Salah satu inovasi yang mempermudah transaksi adalah QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), yang memungkinkan pembayaran cukup dengan satu kode QR yang dapat digunakan di berbagai aplikasi pembayaran.
Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia turut mendukung penerapan QRIS untuk memudahkan nasabah dalam bertransaksi. Dukungan ini juga terlihat dari semakin banyak pelaku usaha di daerah, termasuk di Kota Yogyakarta, yang mulai menggunakan QRIS BRI.
Beberapa di antaranya adalah kios kopi di kawasan Pasar Beringharjo, soto legendaris di Banguntapan, hingga penginapan di Yogyakarta yang memanfaatkan QRIS untuk mempermudah pembayaran pelanggan.
Kios Hasanah, Lengkapnya Kopi Nusantara di Jantung Pasar Beringharjo
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8415356/original/024642500_1782300115-WhatsApp_Image_2026-06-24_at_5.57.27_PM.jpeg)
Perbesar
Kios Hasanah di Blok F2 Los 22 Pasar Beringharjo, Yogyakarta, milik Kunaryana bersama istrinya setiap hari melayani para pencinta kopi Nusantara. Kios sederhana ini menawarkan berbagai pilihan kopi Arabika seperti Gayo, Toraja, Solok, Flores hingga Wamena, serta Robusta dari Temanggung, Java Dampit, Sidikalang hingga Luwak Gunung Ijen.
“Walaupun sedikit, tapi saya lengkap, Nusantara lah,” ujar Kunaryana.
Tak hanya pelanggan lokal, kios ini juga kerap dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara yang mencari oleh-oleh biji kopi khas Indonesia. Salah satu pelanggan, Ariq, menyebut pengalaman berbelanja di Kios Hasanah terasa berbeda karena pilihan kopinya lengkap dan pemiliknya ramah.
"Istimewa sekali, ada kios yang jualan biji kopi di pasar Beringharjo.Banyak pilihan beansnya juga, dari berbagai macam daerah dan juga proses pasca panen, harga variatif juga. Pemiliknya ramah dan seru untuk diajak ngobrol juga, kalau lagi beruntung mungkin bisa dapet pas mereka lagi nyeduh di depan kiosnya, sungguh experience ngopi yang berbeda.Semoga Kios Kopi Hasanah semakin jaya dan barokah! aamiin. Sukses terus Pak Kun dan keluarga" ungkap Ariq.
Senada dengan itu, Brigitta menilai Kios Kopi Hasanah sebagai tempat yang ideal bagi pecinta kopi. Ia menyebut variasi kopi yang tersedia sangat lengkap, mulai dari pilihan gilingan halus hingga medium, dengan varian favorit seperti Merapi dan Temanggung.
“Tempat terbaik untuk pecinta kopi, varian kopi lengkap, bisa digiling halus ataupun medium, fav Merapi dan Temanggung,” kata Brigitta.
QRIS BRI Dorong Transaksi Harian Kios Kopi Hasanah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8415357/original/042388100_1782300115-WhatsApp_Image_2026-06-24_at_5.57.27_PM__1_.jpeg)
Perbesar
Seiring perubahan kebiasaan konsumen, pria yang akrab disapa Pak Kun ini mulai menggunakan QRIS BRI sebagai metode pembayaran di kiosnya. Keputusan itu diambil karena semakin banyak pelanggan yang menginginkan transaksi cepat tanpa uang tunai.
“Alasan pakai QRIS BRI memang banyak konsumen yang enggak mau ribet, pengen yang instan. Saya mau tidak mau harus mengikuti,” katanya.
Kini, bahkan transaksi kecil pun banyak dilakukan secara digital. Menurutnya, QRIS BRI memudahkan proses jual beli karena pelanggan tidak perlu mencari ATM, sementara pedagang juga tidak perlu repot menyediakan uang kembalian atau khawatir menerima uang palsu.
“Sekarang orang belanja pakai Rp20 ribu pun pakai QRIS. Kalau enggak menyediakan juga repot,” ujarnya. “Enaknya pakai QRIS BRI tidak harus mikirin kembalian, terhindar dari uang palsu,” tambahnya.
Penggunaan QRIS BRI ini juga membawa hasil positif. Kunaryana berhasil meraih penghargaan transaksi QRIS tertinggi kedua untuk wilayah Beringharjo Tengah pada periode 25 Oktober 2024 hingga 31 Januari 2025, dengan rata-rata transaksi non-tunai mencapai sekitar Rp2 juta per hari. Menariknya, ia mengaku tidak memiliki strategi khusus selain mengikuti kebiasaan pelanggan yang semakin banyak menggunakan QRIS.
“Enggak ada strategi sih, pelanggan sekarang memang sering pakai QRIS,” katanya.
Soto Pak Sabar Legendaris Sejak 1984
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8415577/original/071619700_1782300418-WhatsApp_Image_2026-06-24_at_6.24.59_PM.jpeg)
Perbesar
Tak jauh dari pusat Kota Yogyakarta, tepatnya di Jalan Gedongkuning Selatan, Banguntapan, Bantul, berdiri Soto Pak Sabar yang sudah eksis sejak 1984. Warung dengan nuansa tradisional berdinding bambu ini kini dikelola Muhammad Ismail (36), putra sulung Pak Sabar.
Meski tetap mempertahankan resep turun-temurun, Ismail berupaya menjaga agar warungnya tetap relevan dengan perkembangan zaman. Salah satunya dengan menerima pembayaran digital melalui QRIS BRI. Keputusan itu berawal dari banyaknya pelanggan yang menanyakan metode pembayaran non-tunai.
“Dulu sering ada pelanggan nanya, ‘Mas, ada QRIS nggak?’ Kalau nggak ada, mereka harus ke ATM dulu. Lama-lama saya pikir, pasang saja,” kata Ismail.
Saat ini, sekitar 30 persen transaksi di warung Soto Pak Sabar sudah menggunakan QRIS BRI. Menurut Ismail, sistem ini membantu mempercepat pelayanan sekaligus membuat transaksi lebih aman dan praktis.
Ia juga merasakan manfaat langsung dalam operasional harian, terutama dalam mengurangi kerepotan menyiapkan uang kembalian dan meminimalkan risiko uang palsu.
“Sekarang kan banyak kasus uang palsu, bisa terhindar dari itu. Selain itu, kita nggak perlu ribet mikirin kembalian. Uang juga langsung masuk ke tabungan, jadi lebih aman,” ujarnya.
Pelanggan Merasa Lebih Praktis dengan QRIS BRI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8415360/original/059786900_1782300115-WhatsApp_Image_2026-06-24_at_6.19.40_PM.jpeg)
Perbesar
Kemudahan pembayaran dengan QRIS BRI juga dirasakan pelanggan Soto Pak Sabar, Titi (30). Menurutnya, kehadiran sistem pembayaran digital di warung yang sudah lama berdiri ini membuat transaksi menjadi lebih praktis dan sesuai dengan kebiasaan saat ini.
“Aku paling ngerasa senang kalau ada warung soto punya QRIS. Ya walaupun warung ini legendaris, tapi dia tetap ikut zaman. Enggak semua tempat makan legendaris mau pakai QRIS. Jadi aku apresiasi, apalagi sekarang memang orang pada pakai HP buat bayarnya,” ujarnya.
Warung Soto Pak Sabar sendiri tetap memiliki pelanggan dari berbagai kalangan. Dalam sehari, mereka bisa menghabiskan sekitar 15 kilogram daging sapi, dan jumlahnya meningkat hingga 30 kilogram pada akhir pekan. Meski sudah dikenal luas, Ismail mengaku tidak terlalu gencar melakukan promosi dan lebih mengandalkan rekomendasi dari mulut ke mulut.
“Yang merintis kan bapak, dan saya hanya mempertahankan serta terus memperbaiki berdasarkan kritik dari pelanggan,” ujarnya.
Madumurti Homestay Andalkan QRIS BRI untuk Tamu Mendadak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8415361/original/062565000_1782300115-Madumurti.jpg)
Perbesar
Seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Yogyakarta, kebutuhan layanan penginapan yang cepat dan praktis semakin penting. Hal ini juga dirasakan oleh Khairunisa Putri, pemilik Madumurti Homestay yang berlokasi di Patangpuluhan, Wirobrajan, yang kini memanfaatkan QRIS BRI untuk mempermudah transaksi.
Madumurti Homestay sendiri telah beroperasi sejak 2018 dengan menawarkan tujuh kamar dengan tarif mulai dari Rp50.000 hingga Rp300.000 per malam. Selain transfer antarbank, QRIS menjadi andalan terutama saat tamu datang secara mendadak tanpa reservasi.
Menurut Nisa, penggunaan QRIS sangat membantu karena bisa langsung diakses melalui aplikasi BRImo tanpa perlu mencetak kode pembayaran.
“Kadang ada yang on the spot, nanya 'Bisa pakai QRIS nggak?' Nah, saat itu aku langsung tunjukkan dari BRImo, tampilkan QR pribadi. Tinggal mereka scan aja, beres,” tuturnya.
Ia menambahkan, fitur tersebut membuat proses transaksi menjadi lebih cepat dan praktis.
“QRIS juga tampilannya langsung dari aplikasi, nggak perlu cetak-cetak. Langsung aja tunjukin dari BRImo, cepet banget,” tambahnya sambil tersenyum.
Pelanggan Rasakan Nyaman, Harga Terjangkau dan Transaksi Mudah
Dari sisi tamu, Sri Endah menilai Madumurti Homestay menawarkan pengalaman menginap yang nyaman dengan fasilitas lengkap serta harga yang terjangkau untuk kapasitas besar.
“Dengan harga 660 ribu untuk satu rumah, dapat tujuh kamar dan kapasitas sampai 15 orang ini murah banget. Dapurnya ada dua, rice cooker dua, dispenser bahkan ada tiga. Ke Malioboro cuma 10 menitan. Bener-bener nyaman dan bersih. Puas nginep di sini, berkah selalu untuk Mbak Nisa dan keluarga,” ujarnya.
Senada dengan itu, Maulana juga merasakan kemudahan selama menginap, termasuk dalam proses pembayaran yang dinilai praktis dan tidak ribet.
“Puas banget nginep di sini, penginapan budget, proses pembayarannya juga gampang, nggak ribet, recommended,” katanya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8414309/original/051185500_1782298918-1001389809.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8405801/original/029479400_1782288581-IMG_8290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8393239/original/076368000_1782273722-Tangan_Nona_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8399458/original/009705200_1782280948-SnapInsta.to_533495029_18065736794245416_3062495529169944646_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8381205/original/074557100_1782260018-batik4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8389686/original/021582800_1782269835-WhatsApp_Image_2026-06-24_at_9.43.27_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8325871/original/052697300_1782195472-WhatsApp_Image_2026-06-23_at_13.16.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8345153/original/008674300_1782217953-IMG-20260623-WA0167.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8340500/original/093006900_1782212503-1001386194.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8318681/original/055563300_1782186747-Pleno_munas_NU_sempat_memanas.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8316583/original/044709700_1782184203-Owner_Siomay_Gemoy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8314511/original/081821300_1782181920-WhatsApp_Image_2026-06-23_at_09.21.02.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8312336/original/046419100_1782179483-1001384466.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8275045/original/029881500_1782128564-ChatGPT_Image_Jun_22__2026__06_42_16_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8271472/original/002326400_1782122790-WhatsApp_Image_2026-06-22_at_16.51.00.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4095585/original/050746000_1658365610-klara-kulikova-DUcVepObkXk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387645/original/081425400_1761087072-Mobil_ambulans.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/3407097/original/096147600_1616320052-040722000_1454749828-20160206-Ilustrasi-Pembunuhan-iStockphoto4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8265415/original/060280300_1782111481-jangan_lupa_makan_enak_hari_ini_____________PenuhRasaPenuhCinta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8264377/original/004846700_1782108967-WhatsApp_Image_2026-06-22_at_12.51.20.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5280801/original/097453400_1752281943-AP25189527502082__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1285023/original/047248200_1468217217-20160711-Layanan-Samsat-Keliling-HEL3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5873691/original/093224900_1778774366-Bukan_lilin_biasa____tapi_apa_yang_membuatnya_istimewa_____Swipe_dan_temukan_jawabannya______scentedca__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537841/original/020270100_1774468938-IMG_20260313_113512_559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1817916/original/096432200_1514865744-20180102-IHSG-FF2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4140041/original/079196900_1661823451-30_agustus_2022-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539459/original/042034000_1774601091-Depositphotos_233856638_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5359436/original/029861900_1758670607-WhatsApp_Image_2025-09-24_at_06.35.24_209b2d99.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356528/original/090932500_1611299592-20210122-IHSG-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4173636/original/078085200_1664337307-bbm32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1401511/original/009072700_1478763262-20161110-Hari-ini-IHSG-di-buka-menguat-di-level-5.444_04-AY2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551789/original/055789600_1775743244-1001152736.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559452/original/026961700_1776575429-0419_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4974922/original/030934700_1729512194-IMG-20241021-WA0020.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)