Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Eropa anjlok pada perdagangan Kamis pagi waktu setempat seiring pengumuman tarif dagang yang lebih tinggi dari perkiraan oleh Pemerintah Amerika Serikat (AS).
Mengutip CNBC, Kamis (3/4/2025), indeks Stoxx 600 merosot 1,27 persen pada pukul 10.03 waktu London. Saham perusahaan ritel besar dengan rantai pasokan global terpukul, salah satunya ritel pakaian olah raga asal Jerman yakni Adidas turun 10,4 persen.
Raksasa perusahaan pengiriman barang Maersk tersungkur 7,2 persen. Indeks Stoxx Autos melemah lebih dari 2 persen pada awal perdagangan. Hal ini seiring tarif 25 persen oleh pemerintah AS untuk kendaraan impor ke AS mulai berlaku dan menambah bea baru yang ada untuk baja dan aluminium. Namun, sektor itu kemudian memangkas kerugian hingga diperdagangkan lebih rendah 1 persen.
Sektor lain yang tertekan termasuk bank, turun 2,8 persen. Sementara saham utilitas naik 1,9 persen.
Pada Rabu pekan ini, Presiden AS Donald Trump menandatangani kebijakan “tarif timbal balik” yang agresif dan luas. Hal ini dengan menerapkan tarif dasar 10 persen secara menyeluruh. Presiden Donald Trump mengumumkan serangkaian tarif timbal balik pada lebih dari 180 negara dan wilayah termasuk tarif 20 persen untuk barang yang diimpor dari Uni Eropa dan 10 persen untuk barang dari Inggris.
Indeks FTSE 100 di Inggris melemah 1 persen. Indeks CAC 40 di Prancis dan DAX Jerman masing-masing turun 1,6 persen dan 1,5 persen.
Saham perawatan kesehatan naik 0,17 persen setelah produk farmasi diumumkan sebagai salah satu barang yang tidak langsung dikenakan tarif timbal balik. Saingan ekonomi terbesar AS, China dikenai tarif baru sebesar 34 persen yang akan lengkapi tarif 20 persen yang berlaku saat ini terhadap impor AS dari China. Dengan demikian, total tarif efektif menjadi 54 persen.
Penutupan Wall Street Sebelum Pengumuman Tarif Dagang
Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melesat pada Rabu, 2 April 2025 jelang pengumuman tarif Presiden AS Donald Trump.
Mengutip CNBC, Kamis (3/4/2025), indeks S&P 500 menguat 0,67 persen ke posisi 5.670,97. Indeks Nasdaq bertambah 0,87 persen ke posisi 17.601,05. Indeks Dow Jones naik 235,36 poin atau 0,56 persen ke posisi 42.225,32.
Setelah sesi perdagangan, Donald Trump mengumumkan tarif dasar 10 persen untuk semua impor dan bea masuk lebih tinggi untuk banyak mitra dagang terbesar negara itu yang meningkatkan perang dagang yang dimulainya ketika kembali ke Gedung Putih. Demikian mengutip Yahoo Finance, Kamis, (3/4/2025).
Indeks saham berjangka bergerak turun setelah pengumuman yang mengindikasikan investor prediksi kerugian saat wall street dibuka pada Kamis pekan ini, sedangkan emas naik.
Chief of Investment Abound Financial, David Laut menuturkan, meski ada kejelasan lebih lanjut tentang tarif, pasar mungkin memerlukan waktu berbulan-bulan untuk memilah dampaknya,
“Saat saya berbicara dengan klien. Saya pikir pemikiran mereka tentang bagaimana pasar akan bergerak dan berguncang dan bagaimana ekonomi pada akhirnya akan menanggapi penyesuaian tarif ini akan memakan waktu lebih lama,” tutur dia.
Investor Butuh Waktu
David menilai, investor akan membutuhkan waktu untuk mencerna mengenai tarif dagang.
"Jadi, menurut saya, investor cukup tidak konsisten dan cukup konservatif dalam memposisikan atau bertaruh melawan hasil positif, jika ada, dari pengambilan keputusan tarif. Jadi, saya pikir meskipun kita mendapatkan lebih banyak informasi hari ini, orang-orang akan membutuhkan waktu untuk mencerna berita itu dan memutuskan apa yang mereka pikirkan tentangnya,” ia menambahkan.
Ekonom menuturkan, tarif Donald Trump dapat meningkatkan inflasi dan juga memperlambat ekonomi.
Selama pidatonya, pelaku pasar meningkatkan taruhan kalau the Federal Reserve (the Fed) akan mulai memangkas suku bunga pada Juni dan memberikan pemangkasan suku bunga pada Oktober.
Saham yang bergerak pada Rabu pekan ini termasuk Tesla milik Elon Musk ditutup naik lebih dari 5 persen, tetapi merosot lebih dari 4 persen selama pidato Donald Trump. Saham Amazon naik 2 persen setelah dilaporkan perusahaan itu menawar TikTok meski sahamnya turun 3 persen setelah pernyataan tarif.
Adapun fokus sekarang beralih ke laporan penggajian nonpertanian bulanan yang penting serta pidato dari Ketua The Fed Jerome Powell pada Jumat pekan ini.