Warga Blokir Jalan Trans Sulawesi Selama Tiga Hari, Pohon Besar Ditebang Tutup Jalan

1 day ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Trans Sulawesi yang melintasi Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, ditutup total oleh sejumlah masyarakat dan mahasiswa sejak Jumat (23/1/2026). Aksi itu dilakukan demi menuntut pembentukan Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya.

Informasi yang dihimpun, massa aksi menutup jalan dengan cara menebang dan melintang­kan pohon di badan jalan nasional. Sehingga kendaraan sama sekali tidak dapat melintas.

Selain itu warga juga membentangkan spanduk yang berisikan tuntutan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya. 

Aksi pemblokiran terjadi di sejumlah titik, di antaranya di wilayah Walenrang–Lamasi (Walmas), Kabupaten Luwu, serta di beberapa titik jalur Trans Sulawesi menuju Masamba, Kabupaten Luwu Utara. Akibatnya, arus lalu lintas dari dan menuju Kota Makassar maupun kabupaten lain di Sulawesi Selatan lumpuh total selama beberapa hari.

Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu, membenarkan bahwa hingga Senin (26/1/2026) penutupan jalan di wilayah Kabupaten Luwu masih berlangsung.  

"Iya, masih (penutupan jalan)," kata Adnan saat dikonfirmasi, Senin (26/1/2026).

Terpisah, Kapolres Luwu Utara, AKBP Nugraha Pamungkas juga membenarkan penutupan jalan tersebut. Meski begitu dia mengaku bahwa pihak kepolisian telah melakukan upaya persuasif kepada masyarakat agar membuka blokade jalan. 

"Alhamdulillah, insyaallah sudah tidak ada (blokade jalan). Aksinya sudah berlangsung selama tiga hari," ujar Nugraha.

Sementara itu, Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman menilai aksi pemblokiran jalur Trans Sulawesi dengan menggunakan pohon tersebut secara tidak langsung menyusahkan masyarakat Luwu Raya. Menurutnya, penutupan jalur utama berdampak pada layanan kesehatan hingga distribusi kebutuhan pokok.

"Karena kalau ada yang sakit orang Luwu kemudian dirujuk dan seterusnya, termasuk suplai kebutuhan pokok, khususnya bahan bakar. Selama ini kalau mobil tangki suplai dari Pertamina terhalang, itu pemicunya terjadi kelangkaan BBM. Ujungnya adalah kenaikan harga, dan kalau harga naik yang rugi adalah rakyat sendiri," kata Jufri. 

Akses Jalan Mulai Dibuka

Meski demikian, Jufri mengaku telah menerima informasi bahwa jalur Trans Sulawesi di wilayah Kabupaten Luwu Utara mulai dibuka setelah pohon-pohon yang melintang di badan jalan disingkirkan oleh warga dan aparat.

"Saya mendengar kabar bahwa akses ke Masamba yang selama ini ditutup sudah mulai terbuka," ujarnya. 

Jufri mengimbau seluruh kepala daerah di Tanah Luwu untuk tetap mengedepankan kepentingan masyarakat luas dalam menyikapi tuntutan pembentukan daerah otonomi baru tersebut.

"Saya kira bupati-bupati di Tanah Luwu adalah orang bijak, paham apa yang harus dilakukan. Boleh kita berjuang, kita sangat mengapresiasi itu keinginan baik, tapi harus memperhatikan kepentingan yang lebih besar, yaitu kepentingan masyarakat Luwu," tutupnya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |