Update Longsor Cisarua Bandung Barat: Tim DVI Terima 34 Kantong Jenazah, 20 Sudah Diidentifikasi

1 day ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat telah menerima 34 kantong jenazah korban bencana longsor Cisarua Bandung Barat hingga hari ini, Senin (26/1/2026). Sebanyak 20 jenazah telah berhasil diidentifikasi dan sebagian telah diserahkan kepada pihak keluarga.

"Hingga hari ini, Senin 26 Januari 2026 sekitar pukul 16.57 WIB, Pos DVI Polda Jawa Barat telah menerima 34 kantong jenazah. Hari ini kami menerima tambahan 9 kantong jenazah, yang terdiri dari 8 jenazah dan satu bagian tubuh," kata Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, Senin (26/1/2026). 

Hendra mengatakan, masih ada sebanyak 14 kantong jenazah yang hingga kini masih dalam proses identifikasi. Sebagian jenazah harus dirujuk ke rumah sakit karena memerlukan pemeriksaan lanjutan berupa tes DNA dan tidak memungkinkan dilakukan identifikasi melalui metode lain.

"Dari 14 kantong jenazah yang masih diproses, 4 berada di RSUD Cibabat dan 4 lainnya di RS Sartika Asih. Sisanya masih berada di Pos DVI untuk dilakukan proses identifikasi lebih lanjut. Untuk jenazah tertentu, khususnya yang memerlukan penanganan DNA, kami membutuhkan waktu lebih lama. Oleh karena itu, jenazah tersebut kami semayamkan terlebih dahulu di rumah sakit yang telah ditentukan," jelas dia.

Dia mengungkapkan, proses untuk melakukan identifikasi korban tergantung kondisi jenazah. Untuk pemeriksaan DNA, waktu yang dibutuhkan rata-rata mencapai 14 hari.

Tim DVI menghadapi tantangan dalam proses identifikasi para korban. Termasuk ditemukannya bagian tubuh serta korban anak-anak yang memerlukan penanganan khusus. Selain sidik jari, metode identifikasi lainnya perlu dilakukan tergantung dari kondisi jenazah.

"Untuk bagian tubuh tertentu, identifikasi bisa dilakukan melalui sidik jari, namun ada juga yang harus melalui pemeriksaan DNA dengan pembanding dari keluarga," ucap Hendra.

Korban TNI AL

Terkait penanganan korban dari TNI Angkatan Laut (AL), Hendra memastikan seluruh jenazah yang ditemukan tetap harus melalui proses identifikasi resmi di Pos DVI sebelum diserahkan kepada pihak terkait.

"Sesuai kesepakatan tim gabungan Basarnas dan BNPB, setiap jenazah yang diterima harus diidentifikasi terlebih dahulu di Pos DVI. Setelah identitasnya jelas, barulah diserahkan kepada pihak yang berwenang atau keluarga," kata Hendra.

Hendra menyebutkan Pos DVI juga telah mengumpulkan data antemortem dari 108 orang yang dilaporkan hilang yang dihimpun melalui Pos Pengumpulan Informasi (PPI) dan berasal dari keluarga korban maupun laporan masyarakat. 

"Mulai dari data medis, data elektronik, foto, hingga data keluarga sebagai pembanding untuk mempermudah proses identifikasi. Sejauh ini belum ada laporan baru. Data 108 orang hilang merupakan data terakhir berdasarkan kesepakatan tim Basarnas dan BPBD yang berada di pos," jelas Hendra.

Lanjut Baca:

Dahsyatnya Longsor Cisarua: Panjang Longsoran 2 Kilometer, Luas Area Pencarian Capai 26 Hektare

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |