Toyota Indonesia Sosialisasikan Nilai Kepemimpinan dan Produksi Efisien ke Mahasiswa di Aceh

2 weeks ago 20

Liputan6.com, Jakarta - Sebagai bagian dari dukungannya terhadap agenda Pemerintah Indonesia untuk memastikan akses pendidikan berkualitas yang merata dari Sabang sampai Merauke, Toyota Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dengan melakukan kunjungan ke Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Melalui kunjungan ini, Toyota tidak hanya berfokus pada pengembangan pendidikan, namun juga memperkenalkan prinsip-prinsip kepemimpinan yang telah mendorong kesuksesan perusahaan selama bertahun-tahun.

Pada kesempatan kali ini, Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto mengunjungi Universitas Syiah Kuala (USK) di Banda Aceh. Di hadapan mahasiswa, Nandi menyampaikan kuliah umum bertema “Leadership & Toyota Value Sharing”, dengan tujuan untuk mengenalkan lebih jauh tentang budaya Toyota, khususnya nilai-nilai utama kepemimpinan serta sistem produksi andalan perusahaan, Toyota Production System (TPS).

“TPS adalah sistem produksi asli yang dikembangkan oleh Toyota untuk mencapai produksi yang efisien dan berkualitas dengan meminimalkan pemborosan. Lean Manufacturing adalah penerapan prinsip-prinsip TPS di berbagai industri yang bertujuan untuk menciptakan efisiensi lebih luas lagi,” terang Nandi dalam keterangan resminya.

Dalam kesempatan tersebut, Nandi juga menjelaskan tentang 7 Nilai Utama Kepemimpinan Toyota yang meliputi: Integritas, Visioner, Menghargai, Kepemilikan, Inovatif, Kerja Sama, dan yang terakhir, Utarakan Berita Buruk (Bad News First) dengan Cepat.

Nilai-nilai ini, menurut Nandi, merupakan landasan yang membentuk karakter kepemimpinan yang baik dan menjadi kunci Toyota dalam mempertahankan posisinya sebagai pemimpin di industri otomotif global.

Salah satu highlight dari kunjungan ini adalah peninjauan Lean Manufacturing Laboratory (LML) yang dimiliki oleh USK. LML menjadi bagian penting dalam upaya Toyota Indonesia untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan prinsip TPS ke dunia pendidikan.

Sebagai fasilitas yang digunakan oleh mahasiswa untuk mempelajari dan mengaplikasikan sistem produksi yang efisien dan terstruktur, LML juga menjembatani gap antara teori yang dipelajari di kampus dan praktik nyata di industri.

Toyota Indonesia pun menjadikan USK sebagai salah satu dari 10 universitas model TPS di Indonesia. Dengan adanya LML, mahasiswa tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga dipersiapkan dengan mindset Kaizen (perbaikan berkelanjutan) yang sangat diperlukan saat memasuki dunia kerja. Ini adalah wujud nyata dari komitmen Toyota dalam mendukung pendidikan tinggi di Indonesia, terutama di luar kota besar.

Kegiatan Toyota Indonesia di Provinsi NAD juga melibatkan anak-anak muda di daerah terpencil melalui program Toyota Eco Youth (TEY). Nandi Julyanto mengunjungi SMAN 2 Sabang di Pulau We, pulau paling barat Indonesia, untuk memperkenalkan inisiatif terbaru dari TEY, yaitu “TEY Mencari Bintang”.

Program ini bertujuan untuk memperluas jangkauan partisipasi generasi muda dalam isu lingkungan. Sejak pertama kali diluncurkan lebih dari satu dekade lalu, TEY telah menjadi ajang kreatif bagi pelajar SLTA untuk menciptakan inovasi yang dapat menyelesaikan permasalahan lingkungan.

Namun, kendala geografis dan keterbatasan informasi sering kali membuat banyak sekolah di luar kota besar belum terjangkau program ini secara maksimal.

Bukan Sekadar Kompetisi

Melalui “Mencari Bintang”, Toyota Indonesia membuka kesempatan bagi siswa di daerah 3T (terpencil, terluar, dan terdepan) untuk berpartisipasi dan menunjukkan potensi mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan. Program ini juga lebih adaptif dengan kondisi lokal, memudahkan pengiriman proposal, dan memastikan penjurian yang adil dan inklusif.

"TEY Mencari Bintang bukan sekadar kompetisi, tetapi sebuah gerakan edukatif yang mengajak pelajar menjadi agen perubahan di lingkungan mereka,” ujar Nandi Julyanto.

Toyota Indonesia menekankan bahwa melalui program “Mencari Bintang”, mereka ingin memastikan bahwa potensi generasi muda di seluruh penjuru Indonesia, termasuk yang berada di wilayah 3T, dapat berkembang dan berkontribusi untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Nandi menambahkan, “Kami percaya bahwa bintang-bintang harapan masa depan tidak hanya bersinar di langit kota besar, tetapi juga di langit-langit sekolah sederhana yang berada di ujung negeri.”

Melalui rangkaian kegiatan ini, Toyota Indonesia berharap agar setiap siswa, di manapun mereka berada, memiliki kesempatan yang sama untuk bersinar dan mengembangkan gagasan kreatif mereka demi masa depan yang lebih baik.

Program ini juga menjadi contoh nyata bahwa Toyota tak hanya fokus pada dunia otomotif, tetapi juga berkomitmen untuk mengembangkan pendidikan dan sumber daya manusia Indonesia melalui berbagai inisiatif yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Dengan langkah-langkah konkret seperti ini, Toyota Indonesia terus berusaha menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi bangsa, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi generasi muda Indonesia untuk menunjukkan bakat dan kontribusinya di dunia global.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |